Article:20260519

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Penderitaan yang kita alami hari ini tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang Tuhan sediakan. Walaupun manusia lahiriah semakin lemah, Tuhan terus memperbarui manusia batiniah kita dari hari ke hari. Karena itu, jangan tawar hati, tetapi tetap fokus pada hal-hal yang kekal di dalam Kristus.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2 Korintus 4:16–18

Surat ini ditulis Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, yaitu gereja yang pada waktu itu sedang mengalami tekanan, aniaya, dan penderitaan. Paulus sendiri juga tidak sedang berada dalam keadaan yang baik-baik saja ketika menulis surat ini. Dalam pemberitaan Injil, ia mengalami banyak penderitaan: dikejar-kejar, dianiaya, bahkan hampir dibunuh. Berjalan bersama Tuhan bukan berarti semuanya selalu baik-baik saja, mulus, dan enak. Ada kalanya Tuhan mengizinkan kita berjalan melalui duri, lembah kekelaman, masalah keluarga, pergumulan suami istri, persoalan anak, ekonomi, keuangan, bahkan kesehatan. Namun Rasul Paulus memberi nasihat agar apa pun yang terjadi, kita tetap kuat dan jangan tawar hati.

Ada tiga kebenaran yang dapat kita pelajari:

  1. Jangan tawar hati walau tubuh semakin melemah
  2. Semakin hari usia kita bertambah. Secara fisik, tubuh bisa semakin lemah dan tenaga semakin berkurang. Namun iman yang teguh akan membuat manusia batiniah kita semakin kuat.

    Ketika dunia melihat kelemahan, Tuhan melihat pertumbuhan. Selama kita terus bergantung kepada Tuhan, Ia akan memperbarui hati dan pikiran kita dari hari ke hari.
  3. Penderitaan di dunia ini bersifat sementara
  4. Paulus menyebut penderitaan yang dialaminya sebagai penderitaan ringan. Padahal ia mengalami aniaya, karam kapal, dikejar-kejar, bahkan hampir dibunuh. Jika dibandingkan dengan penderitaan Paulus, sering kali pergumulan kita belum sampai seperti itu.

    Kadang hanya karena hujan sedikit, kita sudah malas pergi ke COOL atau malas beribadah. Namun Paulus berkata bahwa penderitaan sekarang ini ringan, karena penderitaan yang kita alami tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang akan kita terima. Tuhan sedang mempersiapkan kemuliaan yang jauh lebih besar bagi kita.
  5. Fokus pada yang kekal, bukan yang sementara
  6. Kedewasaan rohani membuat kita memiliki perspektif hidup yang berbeda. Segala sesuatu yang kelihatan adalah sementara, termasuk penderitaan, harta, dan jabatan. Tetapi yang terpenting adalah hal-hal yang tidak kelihatan, yaitu iman, pengharapan, dan kasih.

    Dengan manusia rohani yang kuat, kita akan tetap tenang menghadapi apa pun, karena kita tahu tujuan hidup kita adalah kekekalan bersama Kristus.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Roma 8:28

Karena itu, jangan tawar hati. Apa pun yang sedang kita hadapi, Tuhan sedang bekerja untuk membentuk, memperbarui, dan membawa kita kepada rencana-Nya yang penuh kemuliaan.

Amin.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Roma 8:18