Perjanjian Baru dimulai oleh gereja

Dari GBI Danau Bogor Raya
< Ayo Saat Teduh‎ | 01
Revisi per 17 Juli 2018 14.13 oleh Leo (bicara | kontrib) (baru)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh 1x2.jpg

Perjanjian Baru dimulai oleh gereja

Saat Teduh
TanggalSelasa, 21 Jan 2020
Kemarin Senin, 20 Jan 2020
Besok Rabu, 22 Jan 2020

Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi… Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka”… Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka Jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, (Ibrani 8:6; 10:15-16; 10:19-20)

Perjanjian kasih karunia baru yang dijanjikan untuk orang Israel, sudah dimulai oleh gereja sekarang ini. Surat Ibrani mencatat mengenai hal ini berulang kali. “Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” Dalam pasal 8 ayat 6 ini perjanjian baru ini disebut “perjanjian yang lebih mulia.” Dan perjanjian tersebut “didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” Perjanjian ini sudah dinikmati oleh gereja sekarang.

Pada pasal 10 ayat 16 terdapat kutipan dari nubuat dalam Yeremia 31 mengenai perjanjian baru bagi bangsa Israel. Dan pada ayat sebelumnya dicatat bahwa hal tersebut merupakan kesaksian dari Roh Kudus kepada gereja, “Roh Kudus… berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.’”

Selanjutnya, dalam pasal 10 ayat 19 dan 20, perjanjian baru tersebut “membuka Jalan yang baru dan yang hidup bagi kita.” Lewat kematian-Nya, Yesus membuat akses orang percaya kepada Allah Bapa menjadi terbuka. Darah Yesus memungkinkan “kita sekarang penuh keberanian” untuk berdiri di hadapan Allah Bapa yang Maha Kudus.

Doa

Ya Tuhan Allah yang Maha Mulia. Aku bersyukur untuk perjanjian baru kasih karunia yang Engkau berikan kepada aku. Oleh pencurahan darah Anak-Mu yang kudus, Engkau menyucikan kami dari dosa-dosa kami sehingga dengan keberanian yang kudus kami dapat berdiri di hadapan-Mu. Terima kasih Tuhan untuk perjanjian yang hidup, sehingga hidup kami juga akan semakin berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juru Selamatku.