Visi tahun 2011 untuk GBI Danau Bogor Raya adalah "the year of Greater Miracles, Blessings, and Promotions" dengan pesan pembuka tahun 2011 dari Firman Tuhan:
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)
GBI Danau Bogor Raya membuka tahun 2011 dengan pengurapan oleh Gembala Sidang, Pdt Sutadi Rusli, bagi seluruh jemaat yang hadir, khususnya agar seluruh jemaat mengalami sungguh-sungguh visi tahun 2011 yaitu Greater Miracles, Blessings, and Promotions.
Gembala Sidang menyampaikan sebuah kabar gembira dan supaya jemaat terus membawa dalam doa mengenai titik terang dan peneguhan Tuhan yang sudah muncul untuk GBI Danau Bogor Raya bisa memiliki sebuah gedung gereja sendiri. Kita akan segera membangun gereja Tuhan untuk memuliakan nama Tuhan!
"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. (Matius 24:37-39)
Gembala Sidang kembali mengingatkan bahwa Yesus akan datang segera. Tiga pesan utama dari ayat Firman Tuhan di atas:
Keselamatan hanya ada dalam nama Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 10:9)
Pengharapan hanya kepada Tuhan Yesus Kristus
Tetap dalam ketaatan
Kita harus masuk dalam Bahtera yang Tuhan sudah sediakan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi bersama-sama keluarga kita.
Memasuki tahun 2011, Bapa Rohani kita, Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo, mendapatkan visi dari Tuhan yaitu tahun 2011 adalah tahun Multiplikasi dan Promosi. Kita belajar dari seorang tokoh yang mengalami Multiplikasi dan Promosi, yaitu Yusuf.
Bagaimana kita mengalami Multiplikasi dan Promosi?
Memakai pikiran Kristus. Tuhan mau melakukan multiplikasi dalam setiap aspek kehidupan kita, baik dalam pekerjaan, usaha Saudara, bahkan dalam memenangkan jiwa-jiwa dalam keluarga dan lingkungan kita. Kita harus melihat dari kacamata pandangan Tuhan, maka Tuhan akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang hidup, mujizat masih ada. Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus. (1 Korintus 2:16)
Takut akan Tuhan. Yusuf takut akan Tuhan sehingga ia kabur dari godaan-godaan yang ada di rumah Potifar. Karena Yusuf takut akan Tuhan, maka Tuhan menyertai dia ke mana pun dia berada. Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. (Mazmur 112:1)
Dari kisah Perjamuan Malam Terakhir, ada beberapa kebenaran Firman Tuhan yang perlu kita simpan, renungkan, dan lakukan:
Jangan ada pertengkaran. Saat Yesus duduk bersama-sama muridnya dalam meja perjamuan, di mana Dia dalam beberapa jam lagi akan segera mengalami penderitaan yang luar biasa, ternyata murid-murid-Nya malah mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Kalau kita mengalami pertengkaran, segera selesaikan sebelum matahari terbenam. Kita selesaikan dengan doa dalam nama Tuhan Yesus Kristus sehingga semua dipulihkan dan tidak ada celah Iblis untuk masuk.
Jangan ada roh "Yudas Iskariot". Kita harus usir roh "Yudas Iskariot" dari hidup kita yaitu keserakahan, khianat, dan tidak mau bertobat. Jangan ada dalam diri setiap pribadi, supaya kita dipermuliakan dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.
Mengasihi seorang akan yang lain. Waktu kita memiliki kasih, maka ada berkat dan keberhasilan Tuhan mengikuti kita. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." (Yohanes 15:17)
Apa yang dilakukan Yesus selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya selama mengunjungi murid-murid-Nya setelah Dia bangkit:
Yesus datang untuk memberikan pengharapan. Tiberias artinya good vision, berbicara mengenai optimisme dan pengharapan. Yesus datang untuk memberikan pengharapan bagi kita.
Yesus datang untuk memberi makan. Hal pertama yang ditanyakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya adalah "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?". Tuhan tahu bahwa murid-murid-Nya juga memerlukan makanan secara jasmani. Jangan ada di antara kita yang kuatir, karena kekuatiran adalah dosa, orang yang kuatir adalah orang yang tidak memiliki iman, dan kuatir itu sia-sia (Matius 6:25-28).
Yesus datang untuk memberi pemulihan dan kepercayaan. Petrus telah menyangkan Tuhan Yesus sampai tiga kali, bisa dikatakan sudah ditusuk Petrus dari belakang, tapi Dia datang kembali dan memulihkan hidup Petrus (Yohanes 21:15-17). Bahkan bukan hanya pemulihan, tapi Tuhan juga mengembalikan kepercayaan kepada Petrus.