2 Tawarikh 16:9, "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.
Mata Tuhan sedang mencari orang yang bersungguh hati untuk melimpahkan kekuatan-Nya bagi mereka.
Untuk tetap bersungguh hati maka kita harus tetap percaya pada Tuhan, kemudian senantiasa merendahkan hati untuk mau ditegur, dan menjaga hati.
Dengan melakukan ketiga hal tersebut, maka kita memastikan diri menjadi orang-orang Kristen yang bersungguh hati kepada Tuhan, dan kita akan melihat pertolongan serta penyertaan Tuhan terjadi dalam hidup kita.
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)
Syarat mendapatkan tuntunan Tuhan: mempunyai gaya hidup memandang Tuhan, hidup takut akan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya, dan menjadi orang benar.
Kita harus mengucap syukur dalam segala hal, dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya.
Ciri-ciri orang yang bergaul intim dengan Tuhan adalah selalu kangen dengan Tuhan, ada hadirat Tuhan bersama orang itu, dan selalu senang menyembah Tuhan.
Dengan pujian dan penyembahan, kita membawa peperangan dalam hadirat Tuhan, dan bukan hanya itu, tetapi juga membawa hadirat Tuhan ke dalam peperangan (marketplace).
Anda mau menerobos? Tuhan akan bawa Anda menerobos saat Anda siap menerobos, saat Anda menunjukkan body language bahwa Anda siap untuk menerobos bersama Tuhan.
Seorang pendoa yang diurapi dan diperlengkapi Tuhan dengan karunia bermazmur dan pujian penyembahan profetik yang membawa kesembuhan, kelepasan, mujizat, serta kebangkitan.
Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. (Wahyu 4:1-2)
Para pelajar Alkitab seringkali menyebut Yohanes sebagai seorang rasul kasih, murid yang dikasihi-Nya, seseorang yang bersandar pada dada Yesus, artinya seseorang yang ingin selalu berada dekat dengan hati Tuhan untuk mendengarkan dan menangkap isi hati-Nya (Yohanes 20:2; 21:20). Firman di atas telah datang sebagai undangan kepada Yohanes ketika ia berada di pulau Patmos dan undangan yang sama saat ini diberikan kepada setiap kita yang ingin selalu berada dekat dengan hati-Nya untuk menangkap isi hati-Nya atau tuntunan-Nya.