Templat: Halaman Utama4: Perbedaan antara revisi
k upd |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
| style="background: transparent; padding: 1em 2em 1em 1em;" | | | style="background: transparent; padding: 1em 2em 1em 1em;" | | ||
<h2 style="margin-top:0;">Pesan Gembala</h2> | <h2 style="margin-top:0;">Pesan Gembala</h2> | ||
{{Halaman Utama2/Ringkasan khotbah show | | {{Halaman Utama2/Ringkasan khotbah show | 3 pesan dari kehidupan Yabes }} | ||
| style="background: #F7F7F7; padding: 1em 1em 1em 2em;" | | | style="background: #F7F7F7; padding: 1em 1em 1em 2em;" | | ||
Revisi terkini sejak 29 September 2011 14.02
Pesan Gembala
Pesan Gembala |
Pesan Gembala Pembina |
Khotbah
Community of Love
Lihat pula
Renungan khusus
| Garam dan terang di dunia yang hambar dan gelap | |
|---|---|
| Renungan khusus | |
| Tanggal | 26 April 2026 |
| Penulis | Pdm Junus Mulyana, MTh |
| Voice of Pentecost | Voice of Pentecost (Sara Priskila) |
| Renungan khusus lainnya | |
| |
- "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
- Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
- Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
- (Matius 5:13-16 TB2)
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Devosi
| Devosi | |
|---|---|
| Tanggal | 22 Juni 2026 |
| Penulis | Pdt Dr Dony Lubianto, MTh |
| Artikel devosi lainnya | |
| |
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
Pendahuluan Yeremia 33:3 adalah salah satu janji Tuhan yang sangat indah. Banyak orang percaya menghafal ayat ini karena memberikan pengharapan bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa. Menariknya, Tuhan menyampaikan firman ini ketika Nabi Yeremia sedang berada di dalam penjara.
Saat itu keadaan bangsa Yehuda sedang buruk. Musuh mengepung kota Yerusalem dan masa depan bangsa itu terlihat suram. Secara manusia, tidak ada banyak alasan untuk berharap. Namun justru dalam keadaan seperti itulah Tuhan berbicara kepada Yeremia, "Berserulah kepada-Ku." Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak menunggu sampai keadaan kita membaik baru mau berbicara kepada kita.
Sebaliknya, ketika hidup terasa berat, membingungkan, dan penuh ketidakpastian, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Melalui Yeremia 33:3, kita belajar tiga hal penting tentang berseru kepada Tuhan.
- Berseru kepada Tuhan karena Dia rindu mendengar anak-anak-Nya
- Berseru kepada Tuhan sebelum mencari jalan keluar
- Berseru kepada Tuhan sebelum mencari jalan keluar
Kalimat pertama ayat ini sangat sederhana: "Berserulah kepada-Ku." Tuhan tidak berkata, "Hadapilah sendiri masalahmu." Tuhan juga tidak berkata, "Cari jalan keluarmu sendiri." Sebaliknya, Tuhan mengundang umat-Nya untuk datang kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Bapa yang peduli kepada anak-anak-Nya. Dia ingin kita melibatkan Dia dalam setiap bagian kehidupan kita.
Tuhan tidak pernah bosan mendengar doa umat-Nya. Karena itu doa bukan sekadar kewajiban orang Kristen. Doa adalah percakapan dengan Bapa yang mengasihi kita. Melalui Yesus Kristus, jalan kepada Bapa telah dibukakan. Hari ini kita dapat datang kepada Tuhan kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja. Ketika kita berseru kepada Tuhan, kita sedang menunjukkan bahwa kita percaya kepada-Nya dan mau bergantung kepada-Nya.Sering kali ketika masalah datang, kita langsung panik. Kita sibuk mencari solusi, meminta pendapat orang lain, atau mengandalkan kemampuan sendiri. Padahal Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda: datanglah terlebih dahulu kepada-Nya. Berseru berarti berdoa dengan sungguh-sungguh. Berseru berarti mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Kabar baiknya, Tuhan tidak hanya berkata, "Aku mendengar." Tuhan berkata, "Aku akan menjawab engkau." Jawaban Tuhan bisa datang dalam berbagai cara. Kadang Tuhan memberikan jalan keluar.
Kadang Tuhan memberikan hikmat untuk mengambil keputusan. Kadang Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan. Kadang Tuhan memberikan damai sejahtera di tengah situasi yang belum berubah. Apa pun bentuknya, Tuhan tidak pernah mengabaikan seruan umat-Nya. Karena itu, jadikan doa sebagai langkah pertama, bukan pilihan terakhir. Sebelum mengambil keputusan, sebelum melayani, sebelum bertindak, belajarlah untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu.Tuhan melanjutkan janji-Nya: "Aku akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami." Saat itu Yeremia hanya melihat penjara, ancaman, dan kehancuran. Tetapi Tuhan melihat pemulihan, harapan, dan masa depan. Tuhan mengetahui apa yang tidak diketahui manusia. Dia melihat apa yang belum bisa kita lihat. Karena itulah orang yang dekat dengan Tuhan sering kali memiliki pengertian dan arah yang berasal dari Tuhan. Ketika kita berdoa dan mencari wajah-Nya, Roh Kudus dapat memberikan pengertian, meneguhkan hati, mengingatkan firman Tuhan, atau menunjukkan langkah yang harus diambil.
Inilah salah satu prinsip penting dalam kehidupan profetik. Sebelum berbicara bagi Tuhan, seseorang harus belajar mendengar Tuhan. Sebelum menyampaikan pesan Tuhan, seseorang harus terlebih dahulu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin peka ia mengenali apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidupnya.Penutup Yeremia 33:3 bukan hanya berbicara tentang doa yang dijawab. Ayat ini adalah undangan Tuhan untuk hidup dekat dengan-Nya. Tuhan mengajak kita datang kepada-Nya. Tuhan berjanji mendengar dan menjawab. Tuhan juga sanggup menunjukkan hal-hal yang belum kita mengerti. Mungkin hari ini ada situasi yang membuat kita bingung.
Mungkin ada masalah yang belum menemukan jalan keluar. Mungkin ada pertanyaan yang belum terjawab. Firman Tuhan tetap sama: "Berserulah kepada-Ku." Ketika kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, kita tidak hanya menerima jawaban atas kebutuhan kita. Kita juga semakin mengenal Dia yang memegang hidup, masa kini, dan masa depan kita. Amin. (DL)Inilah salah satu prinsip penting dalam kehidupan profetik. Sebelum berbicara bagi Tuhan, seseorang harus belajar mendengar Tuhan. Sebelum menyampaikan pesan Tuhan, seseorang harus terlebih dahulu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Artikel
Pelayanan jemaat
Pelayanan Jemaat GBI Danau Bogor Raya - Bogor Timur
Bagi jemaat yang membutuhkan informasi/pelayanan:
dapat mengisi form pelayanan jemaat online. |
Agenda
Agenda |
Kebaktian Ibadah Raya setiap hari Minggu disertai Perjamuan Kudus dan Sekolah Minggu:
Pemuda dan Remaja: |
Serba-serbi
Serba-serbi
Community of LoveMinggu, 25 September 2011 Departemen COOL Rayon 7 mengadakan Gebyar COOL 2011 untuk seluruh COOL yang berada di bawah lingkup GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya. Acara diadakan di kolam renang Villa Duta Bogor mulai pukul 07.00 hingga 15.00. Sabtu, 26 Maret 2011 GBI Danau Bogor Raya mengadakan acara Ibadah Padang COOL Celebration 2011 pada hari Sabtu, 26 Maret 2011 pukul 07.00-09.00 di Kebun Raya Bogor. Acara ini diadakan untuk seluruh COOL Umum, Wanita, Dewasa Muda, Pemuda, Remaja, dan Anak yang berada di bawah penggembalaan Mentor Distrik COOL dan Komisi Pemuda dan Anak GBI Danau Bogor Raya. Hadir dalam acara ini, Pdt Sutadi Rusli (Gembala Jemaat), Pdt Benny Kohar (Wakil Gembala Jemaat), Pdm Sukirman Pardi (Staf Penggembalaan/Mentor Distrik COOL), dan Bapak Yesaya Bambang Salendro (Ketua Komisi Pemuda dan Anak), beserta pasangan masing-masing. Turut hadir pula undangan dari Rayon 7, Pdm Agustina H Sitompul (Wakil Gembala Rayon) dan Pdm Hendrawan Rusli (Kepala Departemen COOL). Sabtu, 22 Januari 2011 Subdivisi Pembinaan COOL GBI Jalan Gatot Subroto mengadakan acara impartasi dan pengurapan COOL Power Day 2011 untuk menyambut visi tahun 2011 yaitu Tahun Multiplikasi dan Promosi. Bertempat di Sentul International Convention Center, acara ini dihadiri oleh sekitar 11.200 jemaat dan COOLER dari Jabodetabek dan Bandung. Jumat, 13 Agustus 2010 Pada hari Jumat, 13 Agustus 2010, diadakan COOL Celebration Danau Bogor Raya 2010 gabungan seluruh COOL Umum dan COOL Wanita di bawah penggembalaan Mentor Distrik GBI Danau Bogor Raya, bertempat di Graha Amal Kasih. Dalam COOL Celebration kali ini Gembala Jemaat, Pdt Sutadi Rusli, membagikan firman Tuhan mengenai Bertekad, berbeda, dan berani diuji, dan mengurapi setiap peserta satu persatu. |
BeritaSelasa, 25 Oktober 2011 Empowered21 Asia diadakan selama 4 hari pada tanggal 25-28 Oktober 2011 di Sentul International Convention Center. Acara ini merupakan sebuah kegerakan besar Roh Kudus dalam menjawab kelaparan rohani di regional Asia. Empowered21 Asia berpusat pada pemberdayaan generasi muda untuk memberikan dampak pada negara-negara mereka masing-masing. Rabu, 24 Agustus 2011 Gembala Pembina, Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo kembali diundang menjadi pembicara pada Seminar Pertumbuhan Gereja Internasional 2011 (SPGI 2011) dengan tema “Chasing God’s Presence” pada 16–19 Agustus 2011 bertempat di Graha Bethany Nginden–Surabaya. SPGI 2011 dilayani oleh para pembicara: Pdt Abraham Alex Tanuseputra, Pdt KAM Jusufroni, Rev Paul Walker, Ps Kong Hee, Ps Tommy Tenney, Pdt Jacob Nahuway, Pdt Niko Njotorahardjo, Pdt Timotius Arifin Tedjasukmana, Pdt Yusak Hadisiswantoro, Pdt Gilbert Lumoindong, Pdt Eddy Leo, serta Pdt Josia Abdisaputera. Senin, 30 Mei 2011 “Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau” (Mazmur 84:5) Telah pulang ke Rumah Bapa di Surga pada hari Senin, 30 Mei 2011 pukul 03.15 WIB, Ibunda terkasih dari Gembala Pembina GBI Jalan Gatot Subroto: Almh Pdm Mariana Agustina Njotorahardjo
Panti Asuhan Maranatha menjadi tuan rumah bagi Ibadah Remaja Junior Community Danau Bogor Raya pada hari Minggu, 6 Maret 2011. Junior Community (JC) mengajak seluruh jemaat Remaja untuk Ibadah bersama dan acara amal JC Charity ke Panti Asuhan tersebut. Jemaat yang tergerak mengumpulkan sumbangan-sumbangan berupa beras, minyak, dan berbagai kebutuhan sehari-hari untuk disumbangkan kepada Panti Asuhan tersebut. |
Arsip
<headertabs />
- Pages using DynamicPageList3 parser function
- Pages using DynamicPageList3 parser tag
- Unified info article without pagename parameter
- Unified info matericool
- Article 2014
- Unified info article without namespace parameter
- Unified info article 2011
- Unified info cool
- Article 2011
- ArticleLink pages that already existed
- Video Voice of Pentecost
- Unified info article 2026
- Unified info renungankhusus
- Article 2026
- Unified info devosi
