Utama: Perbedaan antara revisi
k upd ke Halaman Utama versi 2 |
k update ke sistem tampilan 2.1 |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Halaman Utama2}} | {{Halaman Utama2.1}} | ||
[[Kategori:Utama]] | [[Kategori:Utama]] | ||
Revisi per 12 Oktober 2010 16.48
|
Doa, Pujian, dan Penyembahan bagi Terobosan Pribadi dan Gereja · Sabtu Pagi · Oktober-Desember 2010 ·
|
|
Pesan Gembala
Pesan Gembala Pembina
Ringkasan khotbah
Community of Love
Renungan khusus
Devosi
Artikel
Pelayanan jemaat
Agenda
Serba-serbi
|
Sebelumnya: Sebelumnya: Materi COOL UmumLihat pulaRenungan khusus
I. PendahuluanDalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan).[1] Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman.[2] Ketegangan ini sering menimbulkan dua sikap yang keliru:
Dalam kehidupan iman Kristen, banyak orang masih bingung memahami hubungan antara anugerah dan pekerjaan (perbuatan). Di satu sisi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah dan bukan hasil usaha manusia. Namun di sisi lain, Alkitab juga menekankan pentingnya ketaatan, perubahan hidup, dan kesetiaan dalam perjalanan iman. Pelayanan jemaat
Serba-serbi
Arsip
Devosi
Intimidasi adalah salah satu cara yang dapat membuat seseorang kehilangan keberanian, meragukan dirinya sendiri, atau bahkan mundur dari panggilan Tuhan. Intimidasi tidak selalu datang melalui orang lain. Terkadang intimidasi muncul melalui pikiran kita sendiri. Rasa takut gagal, takut ditolak, takut menghadapi masa depan, takut terhadap masalah, atau merasa diri tidak cukup baik untuk dipakai Tuhan. Dalam kehidupan rohani, kita perlu menyadari bahwa ketakutan yang terus dibiarkan dapat menghalangi kita untuk melangkah dalam iman. Kita mungkin tahu apa yang Tuhan firmankan, tetapi ketika intimidasi datang, kita lebih percaya kepada besarnya masalah daripada kepada kebesaran Tuhan. Karena itu, kita perlu belajar bagaimana mematahkan intimidasi berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Intimidasi sering membuat kita melihat diri berdasarkan kelemahan, pengalaman buruk, atau perkataan negatif orang lain. Kita mulai berkata, "Saya tidak mampu," "Saya tidak layak," atau "Saya pasti gagal." Padahal, identitas kita tidak ditentukan oleh perkataan manusia, melainkan oleh siapa kita di dalam Kristus. Ketika Daud menghadapi Goliat, ia berhadapan dengan seorang prajurit yang jauh lebih besar dan berpengalaman. Goliat memiliki kekuatan fisik dan perlengkapan perang yang mengintimidasi. Secara manusia, Daud tampak tidak sebanding dengannya. Namun, Ia percaya kepada Tuhan yang menyertainya. Jangan biarkan intimidasi mendefinisikan siapa diri kita. Ketika ketakutan berkata bahwa kita tidak mampu, ingatlah bahwa Tuhan sanggup memperlengkapi kita untuk melakukan kehendak-Nya. Keberanian bukan berarti kita tidak memiliki kelemahan, tetapi kita tetap percaya kepada Tuhan di tengah kelemahan kita. 2 Korintus 10:4-5 mengatakan karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Intimidasi sering kali dimulai dari sebuah pikiran yang terus diulang. Kita membayangkan kegagalan sebelum mencoba. Karena itu, kita harus belajar memeriksa pikiran kita berdasarkan Firman Tuhan. Apakah pikiran tersebut sesuai dengan kebenaran, atau hanya dibangun dari ketakutan dan asumsi? Kita dapat membawa pikiran yang mengintimidasi itu kepada Tuhan dan menggantinya dengan kebenaran-Nya. Ketika intimidasi datang, kembalilah kepada hadirat Tuhan melalui doa, pujian, penyembahan, dan perenungan Firman. Jangan hanya mencari keberanian dari dukungan manusia. Belajarlah menguatkan hati di dalam hadirat Tuhan. AminIntimidasi adalah salah satu cara yang dapat membuat seseorang kehilangan keberanian, meragukan dirinya sendiri, atau bahkan mundur dari panggilan Tuhan. Intimidasi tidak selalu datang melalui orang lain. Terkadang intimidasi muncul melalui pikiran kita sendiri. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
- ^ Saragih, F. A. P. (2024). Tinjauan Teologis terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace. Missio Ecclesiae. https://doi.org/10.52157/me.v13i1.225
- ^ Yatmini, Y., & Siang, L. (2024). Perspektif Teologis tentang Keselamatan: Belajar dari 1 Petrus 1: 3-12. Jurnal Teologi Injili, 4(2), 136-148. https://doi.org/10.55626/jti.v4i2.80
- ^ Wennar & Kusnadi, H. (2025) Kasih Karunia Dan Hukum Taurat Berdasarkan Titus 2:11-12 Bagi Transformasi Kerohanian Jemaat Kontemporer. Jurnal Eulogia. https://doi.org/10.62738/ej.v5i2.116
- Pages using DynamicPageList4 parser function
- Pages using DynamicPageList4
- Pages using DynamicPageList4 parser tag
- Unified info article without pagename parameter
- Unified info matericool
- Article 2014
- Unified info article without namespace parameter
- Unified info article 2011
- Unified info cool
- Article 2011
- ArticleLink pages that already existed
- Video Voice of Pentecost
- Unified info article 2026
- Unified info renungankhusus
- Article 2026
- Unified info devosi






















