|
Pesan Gembala
Pesan Gembala
Pesan Gembala Pembina
Pesan Gembala Pembina
Ringkasan khotbah
Ringkasan khotbah
Community of Love
Community of Love
Renungan khusus
Renungan khusus
Devosi
Devosi
Artikel
Artikel
Pelayanan jemaat
Pelayanan jemaat
Agenda
Agenda
|
Renungan khusus
- "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
- Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin disembunyikan.
- Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga memberi terang kepada semua orang di dalam rumah itu.
- Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
- (Matius 5:13-16 TB2)
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Selengkapnya »
Khotbah Tuhan Yesus tentang garam dan terang dunia dipakai sebagai metafora untuk menggambarkan kehidupan orang Kristen yang mempengaruhi dunia, pada intinya menekankan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup sebagai gated community (masyarakat yang dipagari). Orang Kristen harus berbaur dan terlibat dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan pengaruh positif dengan menjalankan kebenaran, keadilan, kesalehan hidup, dan tidak kompromi dengan cara hidup dunia.
Devosi
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.
— Yeremia 33:3
Pendahuluan Yeremia 33:3 adalah salah satu janji Tuhan yang sangat indah. Banyak orang percaya menghafal ayat ini karena memberikan pengharapan bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa. Menariknya, Tuhan menyampaikan firman ini ketika Nabi Yeremia sedang berada di dalam penjara.
Saat itu keadaan bangsa Yehuda sedang buruk. Musuh mengepung kota Yerusalem dan masa depan bangsa itu terlihat suram. Secara manusia, tidak ada banyak alasan untuk berharap. Namun justru dalam keadaan seperti itulah Tuhan berbicara kepada Yeremia, "Berserulah kepada-Ku." Ayat ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak menunggu sampai keadaan kita membaik baru mau berbicara kepada kita.
Sebaliknya, ketika hidup terasa berat, membingungkan, dan penuh ketidakpastian, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Melalui Yeremia 33:3, kita belajar tiga hal penting tentang berseru kepada Tuhan.
- Berseru kepada Tuhan karena Dia rindu mendengar anak-anak-Nya
Kalimat pertama ayat ini sangat sederhana: "Berserulah kepada-Ku." Tuhan tidak berkata, "Hadapilah sendiri masalahmu." Tuhan juga tidak berkata, "Cari jalan keluarmu sendiri." Sebaliknya, Tuhan mengundang umat-Nya untuk datang kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah Bapa yang peduli kepada anak-anak-Nya. Dia ingin kita melibatkan Dia dalam setiap bagian kehidupan kita.
Tuhan tidak pernah bosan mendengar doa umat-Nya. Karena itu doa bukan sekadar kewajiban orang Kristen. Doa adalah percakapan dengan Bapa yang mengasihi kita. Melalui Yesus Kristus, jalan kepada Bapa telah dibukakan. Hari ini kita dapat datang kepada Tuhan kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja. Ketika kita berseru kepada Tuhan, kita sedang menunjukkan bahwa kita percaya kepada-Nya dan mau bergantung kepada-Nya. - Berseru kepada Tuhan sebelum mencari jalan keluar
Sering kali ketika masalah datang, kita langsung panik. Kita sibuk mencari solusi, meminta pendapat orang lain, atau mengandalkan kemampuan sendiri. Padahal Tuhan mengajarkan sesuatu yang berbeda: datanglah terlebih dahulu kepada-Nya. Berseru berarti berdoa dengan sungguh-sungguh. Berseru berarti mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan Tuhan. Kabar baiknya, Tuhan tidak hanya berkata, "Aku mendengar." Tuhan berkata, "Aku akan menjawab engkau." Jawaban Tuhan bisa datang dalam berbagai cara. Kadang Tuhan memberikan jalan keluar.
Kadang Tuhan memberikan hikmat untuk mengambil keputusan. Kadang Tuhan memberikan kekuatan untuk tetap bertahan. Kadang Tuhan memberikan damai sejahtera di tengah situasi yang belum berubah. Apa pun bentuknya, Tuhan tidak pernah mengabaikan seruan umat-Nya. Karena itu, jadikan doa sebagai langkah pertama, bukan pilihan terakhir. Sebelum mengambil keputusan, sebelum melayani, sebelum bertindak, belajarlah untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu. - Berseru kepada Tuhan sebelum mencari jalan keluar
Tuhan melanjutkan janji-Nya: "Aku akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami." Saat itu Yeremia hanya melihat penjara, ancaman, dan kehancuran. Tetapi Tuhan melihat pemulihan, harapan, dan masa depan. Tuhan mengetahui apa yang tidak diketahui manusia. Dia melihat apa yang belum bisa kita lihat. Karena itulah orang yang dekat dengan Tuhan sering kali memiliki pengertian dan arah yang berasal dari Tuhan. Ketika kita berdoa dan mencari wajah-Nya, Roh Kudus dapat memberikan pengertian, meneguhkan hati, mengingatkan firman Tuhan, atau menunjukkan langkah yang harus diambil.
Inilah salah satu prinsip penting dalam kehidupan profetik. Sebelum berbicara bagi Tuhan, seseorang harus belajar mendengar Tuhan. Sebelum menyampaikan pesan Tuhan, seseorang harus terlebih dahulu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin peka ia mengenali apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidupnya.
Penutup Yeremia 33:3 bukan hanya berbicara tentang doa yang dijawab. Ayat ini adalah undangan Tuhan untuk hidup dekat dengan-Nya. Tuhan mengajak kita datang kepada-Nya. Tuhan berjanji mendengar dan menjawab. Tuhan juga sanggup menunjukkan hal-hal yang belum kita mengerti. Mungkin hari ini ada situasi yang membuat kita bingung.
Mungkin ada masalah yang belum menemukan jalan keluar. Mungkin ada pertanyaan yang belum terjawab. Firman Tuhan tetap sama: " Berserulah kepada-Ku." Ketika kita datang kepada Tuhan dengan hati yang tulus, kita tidak hanya menerima jawaban atas kebutuhan kita. Kita juga semakin mengenal Dia yang memegang hidup, masa kini, dan masa depan kita. Amin. (DL)Inilah salah satu prinsip penting dalam kehidupan profetik. Sebelum berbicara bagi Tuhan, seseorang harus belajar mendengar Tuhan. Sebelum menyampaikan pesan Tuhan, seseorang harus terlebih dahulu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Agenda
|
Kebaktian
Ibadah Raya setiap hari Minggu disertai Perjamuan Kudus dan Sekolah Minggu:
- 06.00 - Umum #1
- 08.30 - Umum #2
- 11.15 - Dewasa Muda
- 16.00 - Umum #3
- 17.00 - Bogor English Service
Pemuda dan Remaja:
- 06.15 - Remaja #1 (SMP)
- 08.45 - Remaja #2 (SMP)
- 08.45 - Pemuda (SMA)
|
Pelayanan jemaat
Pelayanan Jemaat
GBI Danau Bogor Raya - Bogor Timur
Bagi jemaat yang membutuhkan informasi/pelayanan:
dapat mengisi form pelayanan jemaat online.
|
Baptisan (25 Juli 2010) #01/09
Baptisan (25 Juli 2010) #02/09
Baptisan (25 Juli 2010) #03/09
Baptisan (25 Juli 2010) #04/09
Baptisan (25 Juli 2010) #05/09
Baptisan (25 Juli 2010) #06/09
Baptisan (25 Juli 2010) #07/09
Baptisan (25 Juli 2010) #08/09
Baptisan (25 Juli 2010) #09/09
Baptisan (22 Agustus 2010) #01/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #02/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #03/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #04/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #05/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #06/07
Baptisan (22 Agustus 2010) #07/07
Penikahan (09 Oktober 2010) #01/08
Penikahan (09 Oktober 2010) #02/08
Penikahan (09 Oktober 2010) #03/08
Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan Penikahan (09 Oktober 2010) #04/08
Penikahan (09 Oktober 2010) #05/08
Penikahan (09 Oktober 2010) #06/08
Penikahan (09 Oktober 2010) #07/08
Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan Penikahan (09 Oktober 2010) #08/08
|
|