Pandangan GBI mengenai ajaran Saksi Yehova

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari

Kata pengantar

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. (1 Yohanes 4:1-3)

Dewasa ini, banyak anggota gereja dikunjungi oleh anggota sekte Saksi Yehova yang datang ke rumah sambil menawarkan literatur yang dicetak bagus dengan harga murah seperti "Menara Pengawal" dan "Sedarlah!" Penganut Saksi Yehova yang mengaku Kristen ini bahkan mengajak anggota gereja tersebut berdiskusi mengenai ayat-ayat Alkitab sambil mewartakan ajaran mereka yang ternyata berbeda bahkan bertentangan dengan doktrin iman Kristen pada umumnya. Akibatnya timbullah keresahan di kalangan umat percaya. Sebetulnya kegiatan Saksi Yehova di Indonesia pernah dilarang pada tahun 1976 melalui Surat Keputusan Jaksa Agung RI. Namun kemudian tanggal 1 Juni 2001, SK itu dicabut oleh SK Jaksa Agung RI pula.

Memang dalam era reformasi dengan demokrasinya, dan bebasnya informasi melalui internet, sudah bukan masanya kalau umat Kristen menolak kehadiran mereka secara resmi karena itu dinilai melanggar HAM, tetapi umat Kristen dengan institusinya tentu tepat bila menolak mereka sebagai bagian dari agama Kristen karena kelompok Saksi Yehova menolak Yesus sebagai Allah yang datang dalam rupa manusia untuk menebus orang yang percaya kepada-Nya. Mereka juga menyatakan bahwa Alkitab banyak salah terjemahan, lalu mereka membuat terjemahan Alkitab sendiri yang isinya banyak memutar-balikkan kebenaran Firman Allah, jadi berbeda dengan kekristenan secara umum.

Buklet ini ditulis, khususnya untuk para pejabat dan jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) sebagai petunjuk ringkas dan praktis tentang: Apakah Saksi Yehova itu, apa saja ajaran mereka, dan bagaimana pandangan serta sikap GBI mengenai hal tersebut. Ini berguna bagi pembaca secara pribadi, namun akan lebih besar pengaruhnya bila bahan ini dapat diseminarkan di gereja-gereja khususnya GBI oleh para pejabat yang telah mempelajarinya. Hal itu penting untuk membentengi jemaat dari bahaya penyesatan Saksi Yehova. Buklet ini diterbitkan oleh Departemen Theologia dan Pendidikan GBI sebagai bagian dalam program pemberian tuntunan theologia praktis tentang isu-isu kontemporer melalui majalah resmi Sinode GBI: "Penyuluh" maupun melalui buklet seperti ini, yang diterbitkan secara berkala. Topik yang dibahas misalnya tentang: Kontroversi penggunaan nama Allah, Penemuan Injil Yudas, Menghadapi Saksi Yehova, dan sebagainya.

Harapan kami, semoga tulisan ini akan memberikan tuntunan kepada para pejabat GBI dalam pembinaan kepada warga jemaat yang Tuhan percayakan untuk digembalakan. Kiranya Roh Kudus menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran!

Jakarta, Awal Maret 2009.

Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, M.Th
Ketua Departemen Theologia dan Pendidikan GBI

Pasal 1: Mengenal Saksi Yehova

Nama: Saksi Yehova

Saksi Yehova (selanjutnya disingkat: SY) atau Jehovah Witnesses adalah aliran agama yang sering mengaku sebagai Kristen, padahal banyak ajarannya yang bertentangan dengan kekristenan. Anggota SY rajin melakukan kunjungan dan "penginjilan pribadi" khususnya ke rumah umat Kristen yang sudah bergereja, sambil menyebarkan literatur dan mengajak jemaat untuk memperdebatkan kepercayaan mereka dengan tujuan menarik anggota jemaat tersebut untuk menjadi pengikut dari ajaran Saksi Yehova.

Nama Saksi Yehova ini didasarkan pada Yesaya 43:10-12 - "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah. Dalam ayat itu muncul kata 'TUHAN' yang berasal dari kata Ibrani YHWH, yang mereka baca Yehova/Yehuwa. Dari situ akhirnya muncul nama: 'Saksi Yehova' (untuk gerakannya) dan 'Saksi-Saksi Yehova' (untuk orang-orangnya).

Nama lain yang sering mereka gunakan adalah "Perkumpulan Siswa-siswa Alkitab", yang membuat banyak warga gereja yang kurang waspada dengan mudah tertarik. Menurut majalah The Watchtower edisi 1 Januari 1994 pada tahun 1993 organisasi ini mempunyai 4,7 juta anggota aktif, tersebar di 231 negara (dapat dipastikan bahwa salah satunya adalah Indonesia). Kini jumlah mereka diperkirakan sudah hampir dua kali lipat. Apalagi di Indonesia sesudah zaman reformasi, aliran ini telah mempunyai ijin sah dari Pemerintah karena dimasukkan sebagai aliran gereja Kristen yang resmi. Dengan demikian aliran ini dianggap mempunyai hak hidup dan berkembang yang sama.

Para tokoh pendiri Saksi Yehova

Charles Taze Russel

SY didirikan oleh Charles Taze Russel (1852-1916) yang semula adalah anggota gereja Presbyterian, kemudian terpengaruh Adventisme soal ajaran akhir zaman dan ajaran Christadelphian yang berbeda dengan ajaran Kristen yang umum. Pada tahun 1879 Russell membentuk kelompok Bible Study sendiri, yang memilih Russell sebagai pimpinan mereka, bahkan menetapkannya sebagai pendeta. Kelompok ini segera menerbitkan majalah yang kemudian dikenal sebagai Watchtower.

Selain dipengaruhi oleh paham Adventis, Russell juga menganut paham Unitarianisme (yang berakar pada pandangan Arius dari abad ke-4), yang menolak Trinitas (Tritunggal). Ajaran SY bukanlah merupakan exegese dari Alkitab tetapi lebih merupakan ajaran para tokohnya. Salah satu buku utama mereka adalah karya Russel berjudul "Studies in the Scripture" ("Penyelidikan Alkitab") yang memiliki otoritas yang sangat tinggi.

Russel beberapa kali meramal tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya, yaitu tahun 1874. Karena meleset, ia mengubahnya menjadi tahun 1914, tetapi ternyata meleset lagi. Untuk menutupi kegagalan nubuatnya, ia lalu mengatakan bahwa pada tahun 1914 itu Yesus memang sudah datang kedua kalinya, tetapi Ia datang secara rohani, sehingga tidak terlihat. Russel juga mengajarkan bahwa tidak ada neraka sebagai tempat penghukuman kekal bagi orang-orang jahat, sebab setiap orang jahat akan ditiadakan (annihilated) pada saat ia mati.

Russell, semasa hidupnya terlibat beberapa kasus, antara lain: penipuan dengan menjual 'gandum ajaib', perzinahan sehingga dicerai oleh istrinya, melakukan sumpah palsu dalam pengadilan: Ia mengaku mengerti bahasa Ibrani, Yunani dan Latin, padahal akhirnya terbukti ia sama sekali tidak mengerti bahasa-bahasa itu.

Joseph Franklin Rutherford

Setelah Russel meninggal, Rutherford (1869-1942) menjadi pemimpin SY. Ia pertama kali berkenalan dengan ajaran Russell melalui beberapa wanita yang mengunjungi kantornya pada tahun 1894 sambil menjual majalah Watchtower. Latar belakang pendidikan dan pengalamannya di bidang hukum kelak sering membuat lembaga atau persekutuan Menara Pengawal ini melibatkan diri dalam berbagai masalah yang menyangkut hukum.

Rutherford mengajar pengikutnya untuk menolak kewajiban masuk militer. Dia juga menolak memberi hormat pada bendera negara karena dianggap kafir. Rutherford memulai penerbitan majalah Awake! (Sedarlah!) sebagai pelengkap Watchtower (Menara Pengawal).

Nathan H. Knorr

Nathan H. Knorr (1905-1977) menjadi presiden ketiga segera sesudah Rutherford meninggal. Ia memulai jabatan presiden ketika lembaga itu sedang menghadapi masa-masa sulit. Massa di Amerika Serikat sering bertindak kejam terhadap penganut SY. Ribuan orang SY dipenjarakannya karena menolak dinas wajib militer pada Perang Dunia II. Menyadari keadaan ini, Knorr berupaya menampilkan SY lebih simpatik, tidak lagi agresif dan konfrontatif seperti pada masa Rutherford, sehingga lebih diterima oleh masyarakat.

Knorr mengajarkan bahwa transfusi darah tidak sesuai dengan Alkitab. Prestasi terbesar pada masa kepresidenan Knorr adalah terbitnya Alkitab terjemahan mereka sendiri, yakni New World Translation of Holy Scripture pada tahun 1961. Mereka mengklaim bahwa terjemahan inilah yang paling sesuai dengan naskah asli Alkitab (padahal para penerjemah, termasuk Knorr tidak bisa bahasa asli Alkitab yaitu Ibrani dan Yunani).

F. W. Franz

Franz menduduki jabatan kepresidenan pada usia 84 namun masih sehat. Ia dipandang SY sebagai pakar dengan kecerdasan luar biasa. Ia dapat berbicara dengan lancar dalam lima bahasa: Yunani, Jerman, Spanyol, Latin dan Inggris. Dialah sumber utama seluruh ajaran SY selama kurun waktu yang panjang itu. Franz adalah penulis dan peneliti; kuat dugaan bahwa dialah penulis terselubung (ghostwriter) dari sebagian besar tulisan atas nama Rutherford.

Pasal 2: Bahaya Saksi Yehova

Ada beberapa alasan mengapa penganut SY berbahaya bagi anggota jemaat gereja Kristen, terutama yang kurang mendalami Firman Tuhan:

  1. Saksi Yehova ini mirip Kristen
  2. Penganut SY selalu mengaku diri sebagai orang Kristen, dari gereja Kristen, yang berkeliling untuk memberitakan 'Injil'. Mereka juga menggunakan Alkitab yang digunakan orang Kristen (sekalipun mereka mempunyai Kitab Suci mereka sendiri yaitu New World Translation (Terjemahan Dunia Baru). SY juga melakukan sakramen, baik Baptisan maupun Perjamuan Kudus.

  3. Saksi Yehova giat sekali dalam memberitakan 'Injil'
  4. Penekanan pelayanan pemberitaan 'Injil' secara luar biasa ini, selain menjadikan mereka sebagai sekte yang paling berbahaya, juga menyebabkan mereka mengalami pertumbuhan yang luar biasa pesatnya. Mereka bisa bertumbuh begitu pesat karena SY tidak membedakan antara pendeta dengan orang awam. Semua anggota SY didorong dan dilatih untuk memberitakan 'Injil' khususnya kepada orang Kristen yang tidak terlalu mengerti Alkitab. Diperkirakan sekitar 40% dari mereka aktif dalam memberitakan Injil (bandingkan ini dengan orang Kristen di Indonesia yang mungkin hanya 1% yang memberitakan Injil). Sikap militan dan agresif dalam penginjilan ini, disertai kerelaan mengorbankan waktu, tenaga dan uang demi gerakan mereka, membuat sekte SY ini makin berbahaya.

  5. Saksi Yehova menggunakan literatur dengan hebat
  6. Tidak ada agama atau bidat lain di seluruh dunia yang bisa menandingi Saksi Yehuwa dalam penggunaan literatur. Mereka menerbitkan banyak buku dan traktat, tetapi terutama: The Watchtower (Menara Pengawal) mulai tahun 1879, dan kini mencapai lebih dari 24 juta eksemplar, dan diterbitkan dalam 144 bahasa! Majalah Awake! (Sedarlah!). yang kini sudah mencapai lebih dari 21 juta eksemplar, dan diterbitkan dalam 87 bahasa!

    Jemaat dianjurkan untuk tidak membeli literatur mereka karena alasan apapun juga. Kalau mereka memberikan traktat/majalah/buku mereka, jangan sembarangan memberikannya kepada orang lain. Juga jangan meletakkannya sembarangan di rumah, karena bisa-bisa literatur itu dibaca oleh anak-anak kita sehingga menyesatkan mereka.

  7. Ajaran Saksi Yehova sederhana dan lebih mudah diterima akal
  8. Ajaran SY kelihatannya lebih sederhana dan lebih mudah diterima oleh akal, dibandingkan dengan ajaran Kristen (khususnya tentang Allah Tritunggal). Banyak orang Kristen yang kurang paham tentang doktrin Allah Tritunggal akhirnya menjadi pengikut SY. Ingat, penyesatan selalu berhubungan dengan dok­trin, sehingga orang Kristen yang lemah dalam hal doktrin mudah disesatkan.

  9. Saksi Yehova melakukan indoktrinasi yang kuat
  10. Penganut SY diindoktrinasi kuat sekali dalam doktrin mereka dan biasanya cukup banyak hafal ayat Alkitab, sementara banyak orang Kristen yang malas datang ke Pemahaman Alkitab dan merasa cukup kalau bisa ke gereja sekali seminggu. Akibatnya banyak jemaat yang tidak tahu apa-apa tentang Alkitab. Ini lalu menyebabkan banyak orang Kristen yang kalau menghadapi SY memilih untuk mengambil jalan yang paling gampang, yaitu mengusir mereka. Tetapi kalau kita memilih tindakan ini, maka kita gagal mentaati perintah Yesus untuk memberitakan Injil kepada semua orang (termasuk kepada penganut SY). SY yang kita usir itu akan merasa bahwa mereka menderita bagi Kristus, dan ini bukannya membuat mereka menjadi kendor, tetapi justru semakin berkobar-kobar dalam memberitakan ajaran mereka.

    Umumnya langkah indoktrinasi SY adalah:

    1. Menjual bahan cetakan
    2. Mengunjungi pembeli
    3. Mengadakan pelajaran Alkitab pribadi di rumah (biasanya menggunakan buku "Karena Allah itu Benar Adanya")
    4. Kelompok belajar (studi grup) yaitu perhimpunan orang yang sudah lebih dulu belajar (baca: diindoktrinasi) di rumah masing-masing.
    5. Undangan ke Balai Kerajaan (tempat pertemuan anggota SY). Yang dibahas: pelajaran Alkitab, doktrin dan organisasi SY. Majalah Menara Pengawal merupakan bahan pelajaran yang utama.
    6. Calon itu diutus sebagai penjual bahan cetakan (biasanya didampingi dulu oleh anggota lain yang terlatih)
    7. Calon itu dibaptiskan sebagai anggota resmi organisasi SY.

    Jika pengikut SY dipersiapkan luar biasa, sebaliknya jarang ada gereja yang menyiap­kan jemaatnya untuk bisa menghadapi SY, sehing­ga dalam perdebatan antara orang Kristen dengan SY, hampir selalu SY yang menang. Karena itu jemaat perlu mempelajari buku-buku yang ditulis oleh orang Kristen tentang SY, atau dengan mengikuti ceramah di gereja tentang bagaimana caranya menghadapi SY.

  11. Saksi Yehova mempunyai cara berargumentasi yang kuat dan licik
  12. Dalam pelajaran Alkitabnya, setiap SY diajar untuk menjawab pertanyaan/keberatan dari orang-orang luar, dan mereka mempunyai cara berargumentasi yang kuat, tetapi seringkali licik. Ini nampak dalam literatur mereka. Beberapa ciri mereka dalam berargumentasi:

    • Memberikan sebanyak mungkin kutipan, tak peduli dari sumber kafir atau sesat.
    • Dalam mengutip, baik ayat Alkitab, Encyclopedia, maupun kata-kata seseorang, mereka sering mengutip sebagian, sehingga artinya menjadi berbeda dengan yang seharusnya.
    • Menggunakan macam-macam versi Kitab Suci, bahkan yang tidak lazim dipakai, dan bahkan yang salah, asal itu mendukung pandangan mereka.
    • Dalam penafsiran, mereka sering mencomot ayat Alkitab keluar dari konteks (out of context), sehingga tampaknya bertentangan dengan ayat lain dalam Alkitab.
    • Mengubah ayat; ini sering mereka lakukan dalam New World Translation. Karena itu kalau berdebat dengan mereka, jangan mau pakai Alkitab terjemahan mereka.

Pasal 3: Ajaran Saksi Yehova dan sikap GBI

  1. Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus
    • Menurut ajaran SY, hanya ada satu Allah yaitu Yehova, dan tidak mempercayai ketritunggalan Allah. Ajaran Tritunggal diyakini berasal dari bangsa kafir yang mempercayai dewa-dewa, dan menganggap pencipta ajaran itu adalah Setan.
    Sikap GBI:
    • GBI meyakini ketritunggalan Allah. Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga pribadi dari Allah yang Esa, bisa dibedakan tapi tidak bisa dipisahkan, satu dalam hakekat-Nya, serupa dalam sifat-Nya, sama dalam kuasa dan kemuliaan-Nya (Matius 3:16-17, 28:18-20; 2 Korintus 13:13).
    • Yesus Kristus adalah ciptaan Allah yang mula-mula. Dia hanyalah "allah kecil/suatu ilah/god", yang dinamakan "Mikhael" atau "Logos" ("Firman") sebelum datang ke dunia, lalu dinamakan Yesus selama Ia melawat dunia. Karena Yesus bukan Allah, maka sembah dan doa tidak boleh ditujukan kepada Yesus, tetapi hanya kepada Bapa/Yehova saja. SY juga tidak mengakui keunikan pribadi Yesus dengan dua sifat yaitu sebagai Allah sejati dan manusia sejati. Dengan demikian SY menyangkal keilahian Yesus.
    • GBI juga mengimani keilahian Yesus. Yesus bukan ciptaan Allah tapi Dialah sang Pencipta yang telah berinkarnasi menjadi manusia (Yohanes 1:1-2,14). Yesus adalah permulaan dari ciptaan Allah (Wahyu 3:14), artinya Dialah sumber/penyebab dari semua ciptaan (Yohanes 1:3), bukan ciptaan Allah yang mula-mula. Yesus adalah pribadi kedua dari Allah Tritunggal. Yesus adalah satu pribadi dengan dua sifat: ilahi dan insani, Allah sejati (100%) dan manusia sejati (100%).
    • Roh Kudus bukanlah pribadi Allah melainkan hanya tenaga aktif/kuasa dari Allah Bapa.
    • Roh Kudus bukan hanya kuasa Allah tapi pribadi ilahi, pribadi ketiga dari Allah Tritunggal, yang setara dengan Bapa dan Anak.
  2. Alkitab
  3. Menurut SY, Alkitab tidak mengandung kesalahan, karena ditulis oleh orang-orang yang mencatat dengan cermat amanat yang didiktekan Allah. Tetapi Alkitab yang kita pakai sekarang mengandung banyak salah terjemahan.

    Penganut SY dilarang mempelajari Alkitab tanpa menggunakan tafsiran resmi dari organisasi SY, bahkan mereka membuat versi terjemahan Alkitab sendiri yang disebut New World Translation, yang mendukung doktrin SY yang diciptakan oleh para tokoh pendirinya.

    Sikap GBI:

    GBI mengimani bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada hamba-hamba-Nya yang diurapi. Sejak pengilhaman, penulisan, pembacaan dan pemberitaan, Roh Kudus terus bekerja dalam mengaplikasikan Alkitab sebagai Firman Allah dalam hidup orang beriman.

    GBI menolak otoritas dan tafsiran SY sebagai syarat mutlak dan satu-satunya tafsiran yang paling benar untuk mempelajari Alkitab. Ayat-ayat Alkitab harus dipahami sesuai konteksnya dan tidak boleh dipetik/dicomot satu-satu, lepas dari hubungan kalimat, lalu dipaksakan berderet kembali secara kaku menjadi suatu rentetan "ayat-ayat bukti" yang menyokong kepercayaan yang dianut, seperti yang biasa dilakukan oleh SY.

  4. Manusia
  5. Manusia adalah jiwa sebagai gabungan debu tanah dan napas Allah, dan hakekatnya sama dengan binatang pada umumnya. Bila manusia mati, maka jiwa itu mati bersamanya, jadi tidak ada kehidupan kekal, kecuali bagi penganut SY sebanyak 144.000 orang pilihan yang akan masuk surga, sedangkan penganut SY lain akan tinggal di Firdaus, yakni di bumi ini. Yang lain akan dimusnahkan.

    Kematian di dunia adalah dimasukinya status 'tidur rohani' yang menunggu hari penghakiman apakah akan masuk kekekalan: Surga atau Firdaus di bumi, atau justru dimusnahkan hingga habis lenyap.

    Sikap GBI:

    GBI menolak ajaran ini sebab Alkitab dengan jelas menunjuk kehidupan sesudah mati bagi jiwa manusia. Manusia bukan sekedar debu tanah saja, tetapi mempunyai sifat jiwa yang kekal, baik itu di surga atau pun di neraka (Lukas 6:19-31). Dengan mengemukakan bahwa manusia hanya sebagai debu tanah yang akan musnah kalau mati (kecuali yang menjadi SY yang akan masuk surga atau tinggal dalam langit dan bumi baru), mereka menyangkal adanya dosa dan hukuman, dan tidak memberi tanggung jawab etis maupun kebenaran hidup kepada umat-Nya.

    Adalah aneh manusia hanya hidup di dunia dengan satu tujuan menjadi bagian surgawi atau musnah. Ini bukan pilihan yang bertanggung jawab, sebab keduanya tidak dapat dibandingkan. Tanggung jawab manusia untuk hidup dalam kebenaran menjadi kabur.

  6. Penebusan dan keselamatan
  7. Ajaran SY tidak percaya akan penebusan oleh darah Yesus di kayu salib yang membawa keselamatan. Yesus dianggap mati di tiang siksaan, dan kemudian mati dan bangkit dalam roh saja.

    Manusia harus melakukan perbuatan baik untuk memperoleh hidup kekal dalam kerajaan teokratis atau akan musnah/habis. Perbuatan baik yang paling ditekankan adalah penginjilan (menyebarkan ajaran SY). Ajaran tentang dosa, pertobatan, pengampunan, kasih, dan darah Kristus dalam penebusan dosa diabaikan.

    Penganut SY tidak mempunyai keyakinan keselamatan (karena ragu-ragu apakah akan masuk kelompok 144.000 orang pilihan, tinggal di Firdaus bumi baru ataukah dimusnahkan). Sesungguhnya fanatisme penganut SY lebih didasarkan pada ketakutan akan pemusnahan dalam perang Armagedon dan harapan mudah-mudahan bisa masuk dalam kerajaan Firdaus di bumi.

    Sikap GBI:

    GBI mengimani peran penebusan Kristus bagi keselamatan manusia. Kristus telah menebus kita di kayu salib (1 Petrus 2:24-25). Yehova adalah penebus (Yes. 43:1) demikian juga Kristus (1 Petrus 1:18-19), Yehova adalah satu-satunya Juruselamat (Yes. 43:11), demikian juga Kristus (Kisah 4:12).

    Umat Kristen telah dijanjikan dengan jelas oleh Allah tentang keselamatan (Yohanes 3:16), sedangkan SY tidak. Sukacita dan jaminan keselamatan inilah yang perlu kita beritakan kepada SY agar mereka bisa hidup dengan damai dan sejahtera karena telah didamaikan dengan Allah oleh penebusan darah Yesus di atas kayu salib.

    Alkitab juga mengajarkan bahwa keselamatan diberikan kepada manusia sejak kita percaya dan tidak perlu menunggu sampai akhir zaman di Firdaus (Lukas 23:43; Wahyu 14:13).

    SY mengajar tentang keselamatan melalui amal baik atau usaha sendiri, tetapi Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, dan perbuatan baik adalah buah yang keluar dari kehidupan orang percaya dan bukan sebaliknya (Efesus 2:8-10; Titus 2:11-14).

  8. Neraka dan Sorga
  9. SY tidak percaya bahwa neraka adalah tempat siksaan kekal yakni lautan api. Neraka hanya dianggap sekedar terjemahan dari kata sheol (Ibrani) dan hades (Yunani) yang menunjuk kepada tempat kuburan, dan gehenna yaitu tempat pemusnahan.Mati adalah tidur rohani sampai akhir zaman. Setelah itu ada tiga kemungkinan bagi manusia, yaitu;
    • Masuk sorga, untuk 144.000 orang pilihan (sesuai Wahyu 7:4 yang ditafsirkan secara hurufiah). Tapi kini sorga sudah penuh, sehingga penganut SY kini tidak akan masuk sorga.
    • Firdaus, di bumi baru yang nanti akan disempurnakan. Penganut SY berharap tinggal disini.
    • Kalau tidak, maka bersama orang non SY, akan dimusnahkan (cease to exist)! Tidak ada penghukuman di lautan api neraka. "Lautan api yang berkobar dan membara" adalah cuma sekedar ungkapan kiasan, yang berarti bahwa tidak ada kebangkitan bagi ciptaan yang jahat. SY menyangkal adanya hukuman kekal dalam neraka bagi orang jahat.

    Perlu diketahui, semula SY hanya percaya 'sorga' (untuk 144.000 orang) atau 'musnah'. Tetapi sekitar tahun 1931 ketika jumlah anggota SY telah melampaui 144.000 orang (jadi surganya tidak cukup) mereka lalu menciptakan doktrin "Firdaus" bagi anggota SY yang tidak kebagian tempat di sorga. SY menganggap bahwa 'Firdaus' ini menunjuk kepada 'bumi baru yang disempurnakan', dan itu belum ada pada jaman sekarang ini.

    Sikap GBI:

    GBI percaya akan pernyataan Alkitab yang berbicara mengenai realita neraka sebagai tempat siksaan yang kekal yaitu lautan api bagi orang berdosa yang menolak anugerah Allah dalam Yesus (Matius 5:22, 10:28, 25:46; Markus 9:43-48; Wahyu 20:14-15). Keberadaan neraka bukan hanya kiasan, tetapi kenyataan kekekalan.

    GBI mengimani bahwa pada akhir zaman akan ada kebangkitan orang mati. Orang beriman akan bangkit untuk menerima hidup kekal, dan orang jahat akan menerima hukuman kekal. Orang berdosa yang tidak percaya Yesus akan dihukum dalam neraka, bukannya dimusnahkan (habis).

    GBI menolak pandangan bahwa sorga itu sudah penuh untuk 144.000 orang saja, karena Yesus berkata dalam Yohanes 14:12, "Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu". GBI juga menolak pandangan bahwa Firdaus itu adalah bumi yang kelak disempurnakan, karena Yesus dan juga Paulus menyatakan bahwa Firdaus itu sudah ada sekarang.

    Lukas 23:43, ...hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

    2 Korintus 12:4, ...ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus...

  10. Kedatangan Kristus kedua kali dan Kerajaan 1000 tahun
  11. Menurut SY, pada saat kedatangan Yesus kedua kali akan terjadi perang Armagedon yang merupakan perang terakhir antara Allah dan Iblis dan organisasi-organisasinya termasuk agama, gereja dan negara.

    Mereka yang menolak ajaran SY akan dimusnahkan bersama Iblis dan kerajaan dunianya, dan mereka yang menerima ajaran SY akan memperoleh hak dalam Kerajaan Seribu Tahun sebagai bagian 144.000 umat pilihan yang nantinya mewarisi sorga dan sisanya akan menempati kerajaan teokratis, yakni Firdaus di bumi baru. Yesus diramalkan datang tahun 1914. Ketika Yesus tidak datang, maka diramalkan kembali tahun-tahun 1918, 1921, 1925, 1941, 1975 dan 1992, tetapi semuanya merupakan nubuatan kosong.

    Sikap GBI:

    GBI mengajarkan kebenaran tentang eskhatologi Alkitabiah seperti yang dirumuskan dalam Pengakuan Iman GBI dan Pengajaran Dasar GBI. Setiap orang yang menerima Yesus Juruselamat serta dengan setia mengiring Dia sampai akhir hidupnya oleh anugerah Tuhan berhak mewarisi Kerajaan Seribu Tahun dan masuk Sorga, tidak terbatas hanya 144.000 orang. Angka 144.000 dan istilah – istilah kiasan lainnya dalam kitab Wahyu adalah bahasa lambang (apokaliptik) yang tidak boleh ditafsirkan secara harafiah. GBI juga menolak untuk meramalkan waktu kedatangan Kristus, karena tentang hal itu hanya Bapa yang tahu (Matius 24:36).

  12. Berbagai Larangan dan Pantangan
  13. Penganut SY diwajibkan mengikuti berbagai pantangan. Mereka dilarang: berjudi, merokok, mabuk-mabukan, merayakan hari-hari raya tradisional dan populer (termasuk Natal dan Paskah), memberi hormat pada bendera, memasuki dinas militer, ikut dalam pemilihan umum dan menjadi pegawai negeri. Mereka menganggap bahwa pemerintah adalah alat Iblis.

    Umat SY juga dilarang makan darah ataupun menjalani transfusi darah (baik sebagai donor maupun resipien). Alasannya adalah, darah sama dengan kehidupan atau nyawa, yang sangat suci dan berharga.

    Ini pulalah alasannya kenapa SY menolak dinas militer, karena dianggap mengizinkan pertumpahan darah dan pembunuhan (Sebetulnya peraturan SY yang melarang transfusi darah secara tidak langsung membuat mereka menjadi "pembunuh", karena mengakibatkan banyak penganut ajaran SY meninggal, padahal mestinya masih bisa ditolong).

    Sikap GBI:

    GBI tidak melarang warga jemaatnya untuk merayakan hari-hari raya tradisional dan umum yang lazim di tengah masyarakat sepanjang hal itu tidak mengandung unsur penyembahan berhala dan kompromi iman.

    GBI tidak melarang warganya untuk ambil bagian dalam pelaksanaan peraturan dan penyelenggara negara di dunia ini sepanjang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan.

    GBI juga tidak melarang warganya menjalani transfusi darah (sebagai donor maupun resipien) sepanjang hal itu bertujuan untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan dinyatakan aman secara medis.

Pasal 4: Bersaksi kepada Saksi Yehova

Setelah mempelajari kesesatan pemahaman dari ajaran SY, maka sebagai murid Kristus yang sejati kita perlu menyadarkan mereka akan kekeliruannya, walaupun hal itu tidaklah mudah. Beberapa langkah praktis untuk melakukannya adalah sebagai berikut:

  1. Tentunya kita harus memiliki pemahaman Alkitab yang solid terlebih dahulu sebelum berusaha memenangkan mereka. Karena itu bacalah Alkitab setiap hari dan ikutilah kelas pemuridan atau pemahaman Alkitab di gereja. Bacalah pula buku-buku rohani yang berkaitan dengan doktrin kepercayaan atau iman Kristen.
  2. Perlakukankan penganut SY secara sopan. Hargai mereka sebagai pribadi, dan cari hal-hal dimana ada persetujuan pendapat, serta kemungkinan menggunakannya sebagai pembuka jalan untuk membetulkan kesalahpahaman SY. Lihat bagan di bawah ini:
  3. KEPERCAYAAN SAKSI YEHOVA
    BENAR SALAH
    Alkitab itu Firman Allah Alkitab tidak dapat dipahami tanpa tafsiran SY
    Allah itu Pencipta semesta alam Yesus itu pun makhluk ciptaan Allah
    Yesus bangkit dari maut Yesus bangkit sebagai makhluk roh
    Tuhan Yehova itu Allah yang Mahaesa Ajaran Tritunggal tidak dapat diterima
    Banyak orang Kristen gadungan Hanya SY saja orang Kristen yang benar
    Allah menghendaki kesatuan umat-Nya Kesatuan umat Allah hanya ada dalam SY
    Perbuatan baik itu penting sekali Perbuatan baik adalah syarat keselamatan
    Kedatangan Kristus itu pasti dan penting Kedatangan Kristus sudah terjadi tahun 1914
    Kerajaan Allah perlu diperluas di bumi ini Kerajaan Allah tidak lain ialah organisasi SY
  4. Ajak SY mengamati Alkitab ayat demi ayat, pasal demi pasal, bukan mencari "ayat bukti" dari berbagai tempat di Alkitab. Untuk mempelajari keilahian Yesus bahas misalnya kitab Kolose dan Yohanes. Selain membahas masalah kepercayaan ceritakanlah pengalaman pribadi Anda dengan Kristus, dan juga kepastian keselamatan yang Anda miliki di dalam Dia karena penebusan Kristus.
  5. Pinjamkan bahan cetakan yang memuat ajaran Kristen yang benar. Terangkanlah jalan keselamatan kepada mereka yaitu dengan cara beriman kepada Yesus, bukan melalui amal perbuatan. Efesus 2:8-9 mencatat "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
  6. Doakan mereka dan rebut mereka dari penyesatan si jahat. Setelah itu bimbing mereka agar menjadi orang Kristen yang bertumbuh secara rohani. Yakobus 5:19-20 mencatat, "Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa".


Amin.

Bacaan pelengkap

Aritonang, Jan S. Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.

Beckford, J.A. The Trumpet of Prophecy - a Sosiological Study of Jehova's Witnesses. New York: John Wiley and Sons, 1975.

Bergman, J. Jehovah's Witnesses and Kindred Groups - a Historical Compendium and Bibliography. New York & London: Garland Publishing Inc., 1984.

Botting, H. & G. The Orwellian World of the Jehova's Witnesses. Toronto: University of Toronto Press, 1984.

Editor. Bagaimana Menghadapi Saksi Yehuwa. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1976.

Franz, R. In Search of Christian Freedom. Atlanta: Commentary Press, 1991.

Harisson, B.G. Visions of Glory - A History and Memorial of Jehova's Witnesses. New York: Simon and Schuster, 1978.

Karena Allah Itu Benar Adanya (revisi) (terjemahan Let God be True. revisi 1952). Brooklyn: International Bible Students Association, 1960.

Martin, W.R. Jehova of the Watchtower. Chicago: Moody Press, 1974.

Penton, M.J. Apocalypsed Delayed - The Story of Jehovah's Witnesses. Toronto etc.: University of Toronto Press, 1985.

Referensi dan sumber