Tuhan gembalaku yang baik (Khotbah Pdt Ir Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Tuhan gembalaku yang baik
Sutadi Rusli-20100711-3x4.jpg

Pdt Ir Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 11 Juli 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Tidak pernah berhenti kami bersyukur karena apapun yang boleh terjadi dalam kehidupan kami tahu Tuhan baik, semua ada dalam tangan Tuhan. Kami bersyukur apapun dalam hidup kami, pekerjaan, usaha kami, kami tahu ada dalam tangan Tuhan.

Terima kasih Engkau memberkati kami pada hari ini dengan firman-Mu yang kudus, menjamah setiap pribadi-pribadi, pergumulan-pergumulan kami, dan Engkau telah memberikan kami jalan keluar, ada banyak pertolongan kami lihat, karena kami memiliki Allah yang hidup, Yesus Kristus nama-Nya.

Kami mempersiapkan hati dan pikiran kami dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Shalom,

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih untuk dukungan baik dalam doa dan dana selama beberapa hari Ibunda saya dirawat di rumah sakit, dan kemarin pada pukul 14.35 dia sudah dipanggil Tuhan, dan saya tahu dia sudah ada bersama-sama Tuhan. Sepanjang dia ada dalam membesarkan saya, dia menjadi teladan bagi hidup saya, dia adalah seorang prajurit pendoa dan tiang doa dalam keluarga kami. Kalau saya boleh menjadi seorang hamba Tuhan, menjadi orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan, pertama-tama tentu adalah karena Tuhan, dan juga karena doa orang tua saya. Mari kita percaya, satu orang diselamatkan, seisi keluarga juga diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dia disemayamkan di Rumah Duka Sinar Kasih, pukul 19.00 nanti malam ibadah tutup peti, dan besok pukul 09.00 ibadah pelepasan sebelum dibawa ke pemakaman San Diego Hills, Karawang.

Saya tahu saya tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan makanan rohani, walaupun dalam suasana yang sedih.

Ada sebuah ayat emas, ayat obor bagi banyak orang percaya, ayat upacara, di mana setiap kali ada orang ulang tahun, pernikahan, dipanggil Tuhan, hamba-hamba Tuhan menyampaikan ayat ini. Ayat ini menjadi sangat fenomenal bagi orang yang percaya dan saya pribadi mendapatkan berkat yang luar biasa dari ayat-ayat ini, bahkan saya mengajarkan sejak anak saya balita mengenai ayat-ayat ini.

Mazmur 23, Tuhan gembalaku yang baik

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Banyak hamba Tuhan mendapatkan pengertian akan ayat-ayat ini. Dan kalau saya baca ayat-ayat ini, saya ulang-ulang kembali, hati saya benar-benar tergerak bagaimana pemazmur boleh membagikan firman ini. Ada hal-hal yang penting yang sederhana yang boleh kita sama-sama menyimak dari ayat ini:

  • Jadikan Tuhan sebagai gembala kita
  • Kita tidak akan kekurangan
  • Kita perlu pengurapan Tuhan

Jadikan Tuhan sebagai gembala kita

Dalam terjemahan dalam bahasa Inggris, ada 17 kata "saya" atau "aku", dan ada 13 kata "Tuhan" atau "Lord" atau "Dia". Angka 17 ditambah 13 adalah 30. Satu bulan rata-rata ada 30 hari. Ada pesan dari Tuhan, setiap hari adalah hari yang spesial bagi kita, ada hubungan yang spesial dengan Tuhan.

Waktu Mami saya ada di rumah sakit, roh doanya tetap kuat, walau dalam kondisi tidak baik, dia tetap berdoa, bahkan orang-orang yang datang justru didoakan oleh dia, karena dia memiliki hubungan yang khusus dengan Tuhan setiap hari. Dalam kondisi apa pun kita bersyukur karena rencana Tuhan adalah yang terbaik.

Yohanes 10:14, Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

Yohanes 10:3, Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

Coba lihat, Dia mengenal Saudara pribadi lepas pribadi, bahkan Dia panggil dengan nama masing-masing. Kita setiap pribadi adalah spesial di hadapan Tuhan.

Di tanah Palestina, pada waktu seseorang menjadi gembala, dia mungkin punya puluhan bahkan ratusan domba. Ada kewajibannya setiap pagi: dia buka kandang domba, dia harus cari rumput yang hijau dan air yang tenang, terus domba itu dilepas, dan menjelang sore digiring kembali untuk masuk di dalam kandangnya.

Ada satu yang unik. Dia mulai menghitung karena tidak mau ada satu domba pun yang hilang, dia takut ada yang tersesat, kejeblos, dicuri, dimakan serigala, sehingga dia hitung satu persatu. Dia bawa dua macam alat yaitu gada untuk memukul binatang buas, dan tongkat yang dipakai untuk menyentuh domba-dombanyanya, yaitu ketika menghitung mereka masuk ke dalam kandangnya kembali. Setiap domba disentuh dengan tongkat itu, dan domba itu merasa senang, karena dia tahu diperhatikan oleh gembalanya. Kalau ada satu yang hilang, firman Tuhan katakan, gembala itu akan meninggalkan yang 99 dan mencari yang satu itu, karena setiap jiwa berharga di hadapan Tuhan lebih dari emas dan perak.

Dalam Kitab Wahyu dikatakan, sekali waktu kelak orang-orang akan dikumpulkan semua kitab akan dibuka satu persatu, ada kitab kehidupan akan dibuka dan dilihat apakah nama kita ada di situ. Saya rindu nama kita tidak dihapus dari kitab kehidupan. Apa yang harus kita lakukan supaya nama kita tidak dihapus dari kitab kehidupan?

Wahyu 3:3-5, Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Kalau mau tetap nama kita ada dalam kitab kehidupan, kita harus bertobat dan berjaga-jaga.

Antara "tahu" dan "kenal" ada bedanya. Kita semua tahu Presiden SBY, tapi belum tentu dia kenal Saudara dan Saudara kenal dia, dengan kata lain punya hubungan yang dekat. Jangan jadi Kristen yang sekedar tahu Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, Tabib yang Agung. Jangan sampai kita tidak kenal dia secara pribadi. Kekristenan bukan agama, tapi berjalan bersama dengan Yesus hari lepas hari, mengenal kuasa kebangkitan-Nya bahwa Dia adalah Allah kita yang hidup.

Kalau Saudara diizinkan Tuhan mengalami setiap persoalan yang ada, di situlah Saudara harus tahu mengenal Tuhan Yesus, bagaimana kuasa-Nya, mujizat-Nya, pertolongan, berkat, pemulihan, betapa Dia mengasihi Saudara. Jadi bersyukur kalau Saudara punya masalah! Jangan cari pertolongan manusia, tapi cari pertolongan Tuhan, dan kita bisa bersaksi bukan dari kata orang tapi mengalami sendiri bahwa Dia adalah Allah kita yang ajaib.

Jadikanlah Tuhan benar-benar sebagai gembala kita.

Takkan kekurangan aku

Pada waktu gembala yang baik menggiring domba-domba masuk dan menyentuhkan domba-domba itu dengan tongkatnya, ada makna yang lebih penting lagi bagi kita.

Lukas 18:15-17, Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: "Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Menjamah dalam bahasa asli: haptomai, atau to set on fire, diurapi. Kalau Saudara baca ayat-ayat ini dalam versi bahasa Inggris, yang paling pertama dibawa oleh orang-orang itu adalah infant, kemudian anak-anak kecil balita, lalu orang-orang dewasa. Jadi ada tingkatan-tingkatan kerohanian. Pak Niko sudah membagikan tiga macam pengurapan bagi kita, tapi dari ayat-ayat ini, dinyatakan bahwa Tuhan memberikan pengurapan kepada orang-orang yang memiliki tiga hal:

  • Infant (bayi)
Kulit bayi itu begitu halus, lembut sekali. Pengertian yang pertama orang yang menerima pengurapan Tuhan adalah orang yang memiliki kelemahlembutan, kerendahan hati, dan mau ditegur. Kita mungkin salah, tapi Tuhan bisa menggunakan siapa saja untuk menegur kita. Tidak apa-apa ditegur, itu untuk memperbaiki kita.
  • Balita
Balita itu menurut dan percaya sekali dengan ayahnya. Orang yang diurapi Tuhan, adalah orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Allah yang hidup, percaya mujizatnya tetap terjadi dulu sekarang dan selama-lamanya.
  • Dewasa
Orang yang dewasa ini bukan dari segi badannya. Ada orang yang umurnya mungkin 50 tahun tapi rohaninya tidak dewasa. Orang yang dewasa rohani ciri-cirinya:
  • tidak mudah tersinggung,
  • suka memberi: memberi maaf, ampun, senyum, kasih, memberi berkat-berkat
  • suka mengalah
  • dapat dipercaya, baik dalam tugas, pelayanan, dia bertanggung jawab melakukannya dengan baik
  • tidak main-main sembarangan di luar kebenaran firman Tuhan.

Dalam warta gereja minggu lalu, ada seorang hamba Tuhan Ricardo Cid yang diangkat 8 jam ke sorga, menjadi satu pesan bagi gereja Tuhan hari-hari ini. Apa yang diberikan kepada hamba Tuhan ini diaminkan dan ditangkap gereja-gereja Tuhan seluruh dunia.

Salah satu yang saya tangkap dari pesan Tuhan ini adalah mengenai dunia maya, mengenai internet. Iblis bisa masuk melalui internet. Indonesia baru-baru heboh dengan video asusila. Siapa yang menonton? Coba Saudara renungkan, pemerintah Indonesia saja melarang untuk menonton. Bagaimana dengan gereja Tuhan yang harus lebih baik lagi dari itu? Bagaimana kalau orang-orang Kristen masih melakukan yang lebih buruk dari orang lain? Bagaimana mau menjadi berkat bagi orang lain? Kalau ada yang menonton, minta ampun sama Tuhan! Itu bukan bagian kita. Kalau masih mau namanya dicatat dalam kitab kehidupan, bertobat dan berjaga-jaga!

Tuhan janji kepada kita, kita tidak akan kekurangan. Bukan semata-mata kekurangan dalam hal jasmani, tapi ada banyak pengertian, tidak akan kekurangan kasih, damai sejahtera, kesabaran, buah Roh dalam hidup Saudara, dan tentu Saudara tidak akan kekurangan dalam kehidupan jasmani, Tuhan akan melimpahkan dan mencukupkan Saudara. Ingat, Tuhan tidak memberikan yang kita inginkan, tapi yang kita perlukan! Kita akan dibawa ke rumput yang hijau. Seorang gembala yang baik tahu domba-dombanya sudah lapar, dia berikan rumput yang hijau dan air.

Mazmur 23:2-3, Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Psalms 23:2-3, He maketh me to lie down in green pastures: he leadeth me beside the still waters. He restoreth my soul: he leadeth me in the paths of righteousness for his name's sake. (KJV)

Tuhan katakan, He restoreth my soul, Dia menyegarkan jiwaku. Orang-orang percaya perlu berhenti dan beristirahat setelah sepanjang hari bekerja. Saudara perlu waktu untuk rest, menikmati di dalam Tuhan mengalami kekuatan dan pemulihan. Setelah dikuatkan dan dipulihkan, Saudara melangkah lagi, dan terobosan-terobosan akan terjadi.

Kita perlu rest setiap hari. Saudara, itu adalah bagian yang Tuhan berikan kepada kita, takkan kekurangan aku, karena Tuhan adalah Gembala kita yang Agung. Dalam perjalanan dengan Tuhan Yesus, memang kadang kita dibawa ke lembah dan ke bukit yang tinggi. Tapi kita tahu, tetap Tuhan akan mencukupkan kita dan memelihara kita. Perjalanan kita belum tentu yang tol dan lancar semuanya atau taman bunga, kadang kita masuk lembah yang gelap.

Tuhan janji, waktu dia kita jadikan gembala, kita tidak akan kekurangan penyertaan dan perlindungan Tuhan.

Kita perlu pengurapan Tuhan

Mazmur 23:5-6, Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Pesan Tuhan yang ketiga adalah kita perlu pengurapan Tuhan.

Dalam penggembalaan domba di Palestina, seorang gembala yang baik memeriksa setiap dombanya dan kalau ditemukan ada satu domba yang kelakuannya aneh, lari ke sana kemari, lepas dari kawanannya, dia tabrak sana-sini, gembalanya sudah tahu ada yang salah dengan domba itu.

Domba-domba waktu dilepaskan, seringkali ada serangga atau lalat, yang suka menempel di hidung domba, dan bertelur di hidung domba itu. Lalu larva cacingnya menetas keluar dan masuk dalam rongga saluran pernapasan domba. Akibatnya, dombanya menjadi pusing, dia lari menyeruduk ke sana kemari. Setelah itu gembalanya akan menangkap domba itu, dan memberinya obat. Obatnya cuma sederhana yaitu minyak zaitun yang masih murni, dioleskan dan diciumkan ke hidung domba itu, dan ajaib, cacing-cacing larva itu keluar dari hidung domba sehingga dia tidak pusing lagi.

Kadang banyak persoalan ulat-ulat yang mengganggu dan bikin pusing dalam hidup kita pribadi lepas pribadi, waktu Tuhan mengurapi dengan Roh Kudus, kita akan mengalami kesembuhan, pemulihan, dan terobosan dari Roh Kudus. Banyak persoalan, tapi kita perlu rest, minta hadirat Tuhan, pengurapan Tuhan, supaya ada semangat yang baru dalam kita. Kita sudah ditetapkan lebih daripada pemenang.

Penutup

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman
Dia membimbingku ke air yang tenang
Ia menyegarkan jiwaku
Ia menuntunku di jalan yang benar
Oleh kar'na namanya

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman
(Dan aku pun akan diam dalam rumah Tuhan s'panjang masa)

Tuhan sudah berpesan kepada kami, biarkanlah kami menjadikan Engkau Gembala dalam hidup kami, satu hubungan yang spesial antara Engkau dengan kami, dengan setiap pribadi, bukan hanya untuk satu hari, satu minggu, tapi setiap hari yang spesial.

Kami bersyukur Engkau mengenal kami, Engkau mengenal nama setiap kami, setiap pribadi kami, bahkan Engkau menyentuh kami setiap waktu, setiap hari. Terima kasih Tuhan, engkau urapi kami setiap waktu. Engkau baik, biar kami belajar mengenal Engkau, bukan sekedar tahu dari kata orang, tapi biar kami mengenal Engkau lebih dalam, biar kami berjalan bersama Engkau, melalui setiap masalah dan pergumulan yang kami hadapi, kami tahu Engkau sedang mengajar kami mengenal Engkau lebih dalam lagi. Kami tahu, kami mau, untuk terus membangun hubungan yang spesial antara engkau dengan kami pribadi.

Pada waktu kami menjadikan Tuhan Yesus Gembala, kami tidak akan kekurangan. I shall not wants. Kita tidak perlu apa-apa lagi, tidak serakah lagi, karena semuanya sudah dicukupkan Tuhan, Engkau mencukupkan kami dalam hal rohani, jasmani, Tuhan. Terima kasih Tuhan. Biar engkau terus urapi kami. Kepala kami pusing Tuhan, banyak sekali masalah persoalan, Tuhan biarkanlah Engkau urapi kami supaya kami tenang dan satu kali kelak kami akan diam di rumah Tuhan sampai selama-lamanya. Kami mau bertobat kalau selama ini kami belum menjadikan Engkau Gembala, hanya kadang-kadang menjadikan Engkau Gembala, Tuhan, ampuni kami.

Engkau lihat anak-anak-Mu, domba-domba-Mu sendiri Tuhan, mereka menyerahkan hidupnya di dalam tangan Tuhan, Engkau jamah Tuhan, Engkau berikan api Tuhan, kepada setiap pribadi. Kami mau menjadi orang yang lemah lembut, percaya, dewasa dalam rohani. Terima kasih Tuhan, urapi kami sekarang Tuhan. Engkau mengalir dengan lembut Roh Kudus, terima kasih.

Amin.