Tuhan Yesus setia (Khotbah Pdt Timotius Hardono, MA)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Tuhan Yesus setia
Timotius Hardono.png

Pdt Timotius Hardono, MA

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 2
TanggalMinggu, 16 November 2008
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Rut 1:1, Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.

Saya saat ini akan share kepada Saudara tentang bagaimana Saudara menghadapi persoalan. Salah ambil keputusan atau benar dalam ambil keputusan. Krisis ekonomi, dunia makin terpuruk bahkan nyaris ambruk. Kekuatiran Anda tidak merubah masa depan Anda. Sembilan puluh persen kekuatiran Anda tidak pernah terjadi. Di dalam Tuhan Yesus Kristus, ada pengharapan, ada kepastian.

Keluarga Naomi adalah contoh keluarga yang salah ambil keputusan. Mereka meninggalkan Betlehem, kota roti. Kalau Anda pergi ke Betlehem, pasti ada banyak roti di pinggir jalan. Tapi arti rohaninya adalah Rumah Tuhan. Meninggalkan Betlehem yang kelihatannya kelaparan, menuju ke Moab, bangsa kafir. Dan Alkitab mencatat Naomi kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya. Kalau Naomi tidak berubah, dia pun akan kehilangan nyawanya sendiri. Tapi ada yang menarik pagi ini, Tuhan adalah Allah yang setia. Saya akan share tentang Tuhan Yesus yang setia.

Banyak sahabat yang tidak setia, teman yang tidak setia, saudara kandung yang tidak setia, pendeta yang tidak setia, juga jemaat yang tidak setia. Tapi Tuhan Yesus setia.

Markus 4:35, Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Hidup ini bagaikan menaiki sebuah bahtera. Kepada orang yang baru menikah, diucapkan selamat menempuh bahtera kehidupan. Hidup ini bagaikan di atas bahtera yang mengarungi lautan, dan di lautan tidak mungkin tidak ada gelombang. Tapi dengar, Tuhan berjanji kita sampai kepada pelabuhan perjanjian Tuhan.

Naomi sempat mengalami gelombang kehidupan. Tapi Elimelekh, suaminya, salah ambil keputusan: meninggalkan Betlehem, meninggalkan tanah perjanjian, meninggalkan rumah roti, meninggalkan Hadirat Tuhan, meninggalkan ibadah, meninggalkan pelayanan. Meninggalkan-meninggalkan-meninggalkan dan akhirnya meninggal! Saya kadang sedang setir mobil dan mendengar ada berita duka cita, ternyata orang meninggal tidak tergantung umur. Bisa umur lanjut dan bisa masih muda sudah meninggal. Tapi saya beritahu Anda, kata Yesus begini, "jika kau percaya kepada-Ku, walaupun engkau sudah mati, kau akan hidup." Dan Yesus berkata, "kalau engkau masih hidup dan percaya kepada-Ku, kau tidak akan mati." Percaya Yesus tidak akan mati!

Dalam Markus 4:35, murid-murid Yesus sedang naik perahu bersama Yesus. Jadi, krisis ekonomi tidak hanya melanda orang kafir, tapi semua. Hagai 2:6-9 berkata "Aku, kata Tuhan, akan menggoncangkan langit, bumi, dan lautan." Semua digoncang. Sekarang siapa yang tidak tergoncang? Perusahaan yang terbesar, punya 6000 trilyun, dalam sekejap sahamnya habis. Perusahaan Indonesia juga banyak. Yang tadinya terkaya di Asia, dalam sekejap asetnya tinggal 30%.

Tapi, hati Saudara ada di uang atau di Tuhan? Saya kemarin ngobrol dengan Panglima Darpito, Pangdam Jaya, selagi sedang latihan menembak di Kodam, ada pengusaha datang. Ini Pangdam tapi hatinya hamba Tuhan. Pengusaha ini menangis karena saham anjlok, hartanya habis. Lalu Pangdam Darpito bilang begini, kamu kehilangan harta nangis, kamu kehilangan Tuhan tidak nangis. Kaget. Betul tidak Saudara, kita harusnya nangis kalau kehilangan Tuhan.

Naomi meninggalkan Betlehem, rumah roti, Rumah Tuhan, meninggalkan Tuhan menuju Negeri Moab, semaunya sendiri, kelihatan lebih makmur.

Sewaktu Yesus naik perahu bersama murid-murid-Nya, ada gelombang datang menerjang. Mari kita lihat apa yang dilakukan murid-murid, seperti yang dilakukan oleh Naomi juga.

Markus 4:36-37, Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Yang menarik ayat 38, Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Pertanyaan saya, kenapa Yesus bisa tidur di buritan? Menurut saya, yang pasti pertama, Tuhan Yesus lagi ngantuk. Yang kedua, Tuhan yakin bahwa Dia tidak akan tenggelam. Mana ada Tuhan tenggelam? Tidak akan tenggelam!

Apa yang tidak boleh kita lakukan?

  1. Meninggalkan Tuhan dan persekutuan dengan orang-orang yang percaya kepada Tuhan.
    Ibrani 10:24-25 mengatakan janganlah meninggalkan persekutuan, seperti yang dibiasakan orang-orang. Waktu Anda menghadapi krisis, masalah, jangan tinggalkan persekutuan dengan Tuhan dan saudara seiman. Keluarga Naomi habis karena meninggalkan Tuhan.
  2. Kuatir, takut, lalu putus pengharapan.
    Untuk apa Anda takut, kuatir, harapanmu hilang? Putus asa, lama-lama kau akan putus nyawa. Orang yang takut dan kuatir. Markus 4:39, Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Berani tidak Anda bilang pada sakit-penyakit, "Diam! Tenanglah!" Kenapa kau putus asa, putus harap? Tuhan Yesus adalah Tuhan yang setia.
    Mazmur 1, Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
    Ganti ia dengan saya: Saya seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang saya perbuat berhasil!
    Menarik sekali Firman Tuhan mengatakan bahwa Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Apa yang harus kita lakukan?

Akhirnya Naomi hanya hidup dengan dua menantunya, Rut dan Orpa. Singkatnya, Naomi hendak kembali ke Betlehem, meninggalkan Rut dan Orpa. Menariknya, Orpa kembali ke Moab, sementara Rut mengatakan, tidak, ibuku, Tuhanmulah Tuhanku, bangsamulah bangsaku, aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Lihat akhirnya dalam Kitab Matius, tidak ada nama Orpa, yang ada adalah nama Rut yang menurunkan Tuhan Yesus. Rut itu mengerti Tuhan Yesus yang setia.

Jadi, yang harus kita lakukan adalah:

  1. Harus percaya
    Markus 4:40, Lalu Ia [Yesus] berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Jangan meninggalkan Tuhan, dan persekutuan orang percaya. Jangan takut, gentar, lalu putus asa. Yesus berkata: jangan takut, mengapa kamu tidak percaya?
    Karena Orpa tidak percaya, dia tetap di Moab dan nasibnya tidak pernah berubah. Sedang Rut ikut kembali dengan Naomi ke tanah Isreal.
  2. Harus mengenal dan bersekutu dengan Tuhan Yesus
    Markus 4:41, Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
    Seorang wanita yang menikah, ia akan kemudian disebut dengan nama suaminya. Misalnya, Ibu Abraham. Lama-lama wajahnya akan mirip suaminya juga.

Rut akhirnya mengikuti Naomi. Lalu Naomi mengatakan kepada Rut, kamu bukan hanya percaya kepada Tuhanku, tapi kau harus mengenal siapa Tuhanku, dan bersekutu dengan Tuhanku, bahwa Tuhanku sanggup mengubah nasibmu.

Apa yang terjadi kemudian? Rut meminta izin mertuanya untuk pergi ke ladang untuk memungut jelai-jelai yang jatuh. Bulir-bulir itu milik big boss Boas. Boas belum menikah. Boas bertanya kepada pegawai-pegawainya, itu siapa? Pegawainya menjawab, itu perempuan Moab, bekas menantu Naomi. Boas berkata kepada pegawai-pegawainya, kalau kamu panen, sengaja jatuhkan yang banyak. Sehingga Rut membawa hasil begitu banyak. Alkitab mencatat akhirnya Boas menikahi Rut dan lahirlah kakek dari Daud, Obed.

Rut 4:17, Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. Rut orang kafir, melahirkan kakek dari Daud. Siapa Daud? Raja pilihan Tuhan.

Matius 1:5, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Kenapa nama Rut tertulis? Karena dia percaya, mengenal Tuhan, bersekutu dengan Tuhan.


Tuhan Yesus yang setia itu tidak pernah meninggalkan kita.