Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat! (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom, saya sangat percaya semua diberkati Tuhan dan berbahagia dalam nama Yesus Kristus. Saya tentu pertama-tama mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014, Tuhan Yesus memberkati setiap pribadi, setiap keluarga lepas keluarga, berlimpah-limpah, berlimpah-limpah, berlimpah-limpah dalam nama Yesus! Amin!

Tentu saya juga mau membuka lembaran baru, mari saling memeriksa perjalanan hidup kita. Mari bersama-sama introspeksi hati kita. Saya mau minta maaf kalau ada kesalahan dari saya dan keluarga baik sengaja maupun tidak sengaja. Jangan ada ganjalan satu sama lain, mari masuk 2014 dengan bersukacita!

Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat

Kita memasuki tahun 2014 dengan satu tema yaitu Tahun dibuka-Nya pintu-pintu mujizat, The Year of God Opening Doors for Miracles!

Tahun 2014 berbicara Tahun Mujizat. Setiap hari Saudara dan saya akan mengalami sendiri, bukan dari kata orang. Setiap hari kita perlu mujizat Tuhan. Kalau kita ada hari ini semua karena mujizat Tuhan. Kalau diberkati Tuhan, semua karena mujizat Tuhan. Kalau kita ada persoalan, dan senantiasa Tuhan memberikan kasih yang berlimpah-limpah semua itu karena mujizat Tuhan.

Mari sama-sama kita boleh mendengar pesan Tuhan memasuki tahun 2014.

Setia mengiring Tuhan

Wahyu 3:7-8, Kepada Jemaat di Filadelfia,

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Ini adalah pesan kepada jemaat di Filadelfia. Arti dari jemaat Filadelfia adalah The Faithful Church. Gereja yang Setia. Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan pesankan memasuki tahun 2014, Saudara harus setia!

Di Amerika, pada masa tahun 1960-1970-an, menurut statistik, dari 10 pernikahan ada 1 yang bercerai. Tapi hari-hari ini dari 10 pernikahan ada 6 yang bercerai! Keluarga tidak lagi setia satu sama lain. Padahal mereka adalah negara Kristen, padahal mereka memiliki moto “In God We Trust” yang juga tertulis di mata uang mereka. Tapi mereka tidak ada dalam kesetiaan.

Bagaimana di sekitar kita? Bagaimana hidup Kekristenan Saudara? Sekarang mau cari karyawan, pembantu yang setia, itu susahnya luar biasa. Dulu karyawan, pembantu, bisa ikut dalam perjalanan hidup sebuah keluarga berpuluh-puluh tahun. Sekarang sudah degradasi, nilai-nilai kesetiaan itu semakin berkurang.

Tentu kesetiaan pada Tuhan harus dibangkitkan kembali. Waktu kita setia, kita akan mengalami pertolongan Tuhan. Tidak usah doa minta berkat, tapi doa minta pada Tuhan, “Beri saya kesetiaan mengiring Engkau, baik dalam suka maupun duka.” Waktu kita setia pada Tuhan, Dia pasti setia kepada kita karena Dia adalah Allah yang setia.

Setia akan tanggung jawab dari Tuhan

Matius 25:21-23, Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Bagi tuannya, apa yang diberikan itu sebenarnya nilainya sama saja. Yang membedakan, pandangan dari hamba yang pertama, kedua, dan ketiga. Tapi semua bagi tuannya adalah sama. Ini berbicara bagi Saudara dan saya, setiap kita diberikan tanggung jawab oleh Tuhan. Bagaimana kita melakukan tanggung jawab kita ini? Orang yang diberi satu talenta, bisa dibilang iri dengan yang diberi dua dan lima talenta.

Kesetiaan berbicara juga tanggung jawab Saudara. Kalau hari-hari ini Saudara diberi tanggung jawab membangun keluarga, kalau ada apapun juga yang Saudara diberikan talenta oleh Tuhan, itu semua ada tanggung jawab yang diberikan Tuhan. Saya mau katakan, ayo bertanggung jawab tetap setia kepada keluarga Saudara. Ke depan, ada begitu banyak goncangan-goncangan. Tanpa Saudara ada dalam keluarga yang utuh, Saudara tidak akan pernah ada dalam perlindungan Tuhan. Di situ setiap keluarga akan diberkati oleh Tuhan.

Ada 3 tanggung jawab utama bagi orang percaya:

  • Markus 12:30, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Ini tanggung jawab Saudara mengiring Tuhan sampai Tuhan datang menjemput. Ada begitu banyak orang yang menjual iman karena politik, karena pacar, karena mau menikah, usaha, dagang. Mereka jual imannya. Mereka tidak lagi punya kesetiaan, padahal tanggung jawab utama adalah kasihilah Tuhan Allahmu. Sekali percaya Yesus, tetap harus percaya pada Yesus.
  • Markus 12:31, Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
Mengasihi sesama adalah tanggung jawab kita. Sebagai seorang istri, Saudara punya tanggung jawab. Anak-anak yang Tuhan titipkan adalah tanggung jawab kita juga.
  • Matius 28:19-20, Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Setiap kita harus menjadi saksi Kristus, memenangkan jiwa bagi Tuhan!

Ini adalah tiga tanggung jawab mendasar sebagai orang percaya.

Setia menjalani perintah Tuhan

Tahun 2014 adalah tahun mujizat yang besar! Saudara percaya? Amin!

Yohanes 2:1-11, Perkawinan di Kana,

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini cerita di kota kecil kota Kana, ada pengertian ini bukan mujizat yang pertama, tapi ini adalah mujizat yang pertama dalam sebuah perkawinan. Rupanya pesta itu kehabisan anggur. Lalu Ibu Yesus bilang, pokoknya ikuti saja apa yang disuruh Yesus. Saya senang baca ayat ini. Saya membayangkan, apakah Saudara dan saya kira-kira sampai nggak kelasnya seperti ini? Apa saja yang Tuhan suruh kita tidak membantah lagi, tapi kita lakukan? Apakah kita sudah ada di level itu?

Hari-hari ke depan, apa saja yang Tuhan suruh kepada Saudara, Saudara lakukan! Jalani! Memang seringkali tidak masuk di akal logika kita, tapi justru itu yang Tuhan pesankan pada kita.

Tuhan bilang sama pelayan-pelayan itu untuk mengisi tempayan yang besar, ukurannya 120 liter, ada enam tempayan. Pelayan tidak tanya lagi, Tuhan buat apa sih ini? Padahal mereka juga belum kenal Yesus, mereka bisa saja bertanya buat apa, ngapain ini diisi? Tapi mereka jalani saja! Yang menarik, ayat ke-7, mereka mengisi sekian gentong gede kayak begitu, sampai airnya luber.

Saudara, waktu kita ikuti apa yang Tuhan suruh, berkat Tuhan itu luber dalam hidup kita! Amin! Asal kita ikut saja! Mereka ikuti isi saja sampai luber.

Siapa pernah naik pesawat terbang? Waktu di pesawat terbang kan kita tidak mikir lagi bagaimana bisa terbang sekian tinggi. Kita sebagai awam tidak tahu bagaimana caranya. Kita hanya ikut saja! Saudara, kita sedang ada dalam pesawatnya Tuhan Yesus, kita tidak usah pikir lagi, ada goncangan-goncangan pun semua ada dalam tangan Tuhan Yesus! Amin!

Tahun 2014, kalau kita dengar banyak berita yang menyeramkan. Saudara tidak perlu pusing mau kejadian ekonomi seperti apa, politik seperti apa, itu Saudara tidak perlu pusing yang kayak begitu. Yang Saudara perlu hanya percaya bahwa hidup Saudara ada dalam tangan Tuhan, mujizat Tuhan terjadi dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Hidup Saudara, usaha saudara, rumah tangga, apapun yang Saudara lakukan, ada dalam tangan Tuhan, pemeliharaan Tuhan. Tidak perlu pusing, semua ada dalam tangan Tuhan! Kita hanya perlu percaya! Saudara dan saya hanya perlu percaya dalam nama Yesus!

Para pelayan hanya bawa saja, dan tahu-tahu air itu sudah berubah jadi air anggur. Kita tidak tahu perjalanan ke depan, tapi kita hanya perlu tahu, percaya saja, semua ada dalam tangan Tuhan.

Setia berharap sekalipun tidak ada lagi pengharapan

Menarik, Abraham dijanjikan Tuhan akan memiliki keturunan, tapi sekalipun dia tidak sabar dan dia ambil Hagar, tapi akhirnya tetap janji Tuhan dipenuhi dalam hidupnya. Akhirnya dia sadar dan tetap setia.

Roma 4:18, Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Dalam kondisi tanpa pengharapan, justru di situ kita harus meletakkan pengharapan.

Setia sampai akhir

Tahun 2014 penuh mujizat dan Tuhan bukakan jalan yang ajaib! Tetap setia, itu kata kunci pada hari ini. Bapa di Sorga punya project untuk kerajaan Sorga, Dia mau menetapkan Lucifer sebagai tangan kanan-Nya di kerajaan Sorga. Tapi Lucifer tidak setia, sombong dan jatuh. Lalu Tuhan buat bumi yang baru, menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa. Tuhan mau test dulu, apakah mereka tetap setia. Waktu disuruh jangan makan buah pengetahuan yang baik dan jahat, ternyata mereka tidak setia dan makan buah itu. Waktu pun berjalan, ada Nuh yang setia, lalu ada Salomo, Raja yang luar biasa kayanya, tetapi juga tidak setia, uangnya begitu banyak, tapi akhirnya tidak baik. Tapi Puji Tuhan ada satu yang tetap setia sampai mati di kayu salib, Yesus Kristus Tuhan!

Saudara, mari setia seperti Tuhan Yesus, sampai akhirnya, pada waktu kita setia, Tuhan pasti memberkati kita.

Penutup

2 Timotius 2:13, jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Saudara yang dikasihi Tuhan, kesetiaan sudah jadi berang langka, mari tetap setia kepada Tuhan, setia kepada keluarga, setia membaca Alkitab, setia melakukan Firman Tuhan, tetap berdoa. Pada waktu kita melakukan itu semuanya, mujizat pasti terjadi!

Tuhan Yesus memberkati.