Prioritaskan Kerajaan Allah dan kebenarannya (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Prioritaskan Kerajaan Allah dan kebenarannya
Niko Njotorahardjo.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 6 September 2009
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Pada tanggal 4 September 2009 ini gereja kita tepat berusia 21 tahun dan kita patut bersyukur karena Tuhan sendiri yang menanam gereja ini. Tuhan yang menumbuhkan dan kita tidak kekurangan suatu apa pun, bahkan berkelimpahan dalam segala hal. Saya ingat, 21 tahun yang lalu kita baru mempunyai 1 gereja, tetapi sekarang dengan 'sister church' kita sudah memiliki hampir 800 gereja yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri seperti Amerika, Belanda, Jerman, China, Thailand, Malaysia, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Singapore dan lain sebagainya.

Daftar isi

Angka 21

Bertepatan dengan ulang tahun gereja kita yang ke-21 tahun ini saya berdoa: "Apa pesan Tuhan kepada kita semua?" Dan Tuhan langsung mengingatkan saya tentang Daniel. Ketika Daniel mendapatkan suatu firman dan penglihatan yang tidak dimengerti olehnya, dia berpuasa selama 21 hari. Setelah berpuasa 21 hari, Tuhan menampakkan diri kepadanya dan memberikan petunjuk tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan firman dan penglihatan tersebut.

Disini Tuhan memberi satu pengertian kepada saya untuk disampaikan kepada Saudara, yaitu bahwa Saudara-saudara yang selama ini sedang menunggu-nunggu jawaban Tuhan dan sedang merendahkan diri di hadapan Tuhan dengan sungguh-sungguh, hari-hari ini akan mendapatkan jawabannya!

'21' merupakan angka yang spesifik, sebab di Indonesia ketika seseorang berumur 21 tahun, ia dinyatakan sudah sepenuhnya dewasa, sehingga tidak lagi membutuhkan perwalian. Dan kalau sekarang kita merayakan ulang tahun gereja yang ke-21, itu berarti kita telah memasuki gereja yang dewasa. Jadi kita semua harus dewasa, dan tidak lagi menjadi Kristen anak-anak ! Bayangkan kalau ada seseorang yang berumur 20 tahun, tetapi kelakuannya masih seperti anak-anak! Namun saya percaya bahwa kita akan terus bertumbuh seperti apa yang Tuhan maksudkan, dan ini saatnya kita semua menjadi dewasa!

Ciri-ciri seorang bayi antara lain senang mengkonsumsi makanan yang lunak-lunak, seperti susu, dan sebagainya. Sama dengan kita, kalau kita masih bayi rohani maka kita hanya senang mendengarkan firman yang lunak-lunak saja. Tetapi ketika diberi firman yang agak keras sedikit, ia akan merajuk. Tetapi saya percaya bahwa diantara kita tidak ada yang seperti itu.

Kita sekarang masuk dalam era gereja yang dewasa, makanan kita adalah makanan yang keras. Oleh sebab itu tidak salah kalau akhir-akhir ini Tuhan berbicara kepada saya, "Kamu harus membentuk prajurit-prajurit Allah yang tangguh!" dan hari-hari ini setiap kali saya berbicara kepada para pengerja, saya selalu katakan bahwa Tuhan menyuruh saya untuk membentuk tentara-tentara Allah yang luar biasa, yaitu prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa.

Dalam 2 Timotius 2:4 tertulis bahwa seorang prajurit tidak memusingkan dirinya dengan dengan soal-soal penghidupannya dan dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Hari-hari ini Tuhan Yesus terus-menerus berkata, "Aku datang segera!" Oleh sebab itu kita jangan lagi terlalu memusingkan hal-hal yang kurang penting dalam kehidupan kita. Saudara boleh saja mengurusi itu, namun kalau itu saja yang menjadi fokus kita, itu artinya kita bukan seorang prajurit. Karena hanya prajurit yang tidak memusingkan soal-soal penghidupan nya yang berkenan kepada komandannya.. Bukankah kita mau hidup kita berkenan kepada Komandan kita yang Agung - Yesus Kristus Tuhan?

Seorang prajurit mempunyai roh, jiwa dan tubuh yang sehat.

  • Jangan hanya rohnya saja yang sehat, tetapi tubuh dan jiwanya dibiarkan.
  • Sebaliknya jangan sampai rohnya diabaikan, jiwanya kacau dan hanya tubuhnya yang sehat.

Kita semua adalah prajurit Tuhan, oleh sebab itu roh, jiwa dan tubuh kita harus terpelihara sempurna dan kedapatan tidak bercacat pada waktu Dia datang nanti (1 Tesalonika 5:23).

Matius 6:31-33,

"Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Tuhan katakan kepada saya, "Anak-anak-Ku itu banyak yang kuatir!" Karena itu saya disuruh menyampaikan agar kita semua tidak kuatir. Jangan kuatir apa yang akan kita makan, minum dan pakai. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tetapi Bapa kita yang disorga tahu bahwa kita memerlukan semuanya itu. Karena itu carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya ... yaitu apa yang Saudara butuhkan, itu akan ditambahkan kepada Saudara! Ketika Saudara memprioritaskan Kerajaan Allah - mujizat dan kesembuhan yang kreatif akan terjadi dalam hidup Saudara. Percayakah Saudara akan hal ini?

Dan bukan hanya itu, janji Tuhan adalah: "damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti dan keluargamu akan diberkati Tuhan." (Yesaya 48:18-19).

Tuhan juga berjanji kepada kita di dalam Yeremia 33:6, "Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah."

Melipatgandakan Kerajaan Allah

Saudara, Tuhan terus-menerus menekankan pesanNya kepada saya, bahwa: "Aku datang segera!" Kalau Dia datang menginjakkan kaki di bumi ini untuk memerintah sebagai Raja selama 1.000 tahun di muka bumi ini, maka seluruh bumi akan dipenuhi dengan Kerajaan Allah atau Kerajaan Kristus. Hari-hari ini Tuhan berbicara kepada Saudara dan saya bahwa kita diminta untuk melipatgandakan Kerajaan Allah di bumi ini. Hal ini sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus katakan dalam Yohanes 15:16, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."

Supaya Kerajaan Allah dilipatgandakan, maka kita harus pergi dan menghasilkan buah. Seseorang tidak mungkin pergi dan menghasilkan buah kalau ia tidak dipenuhi dengan Roh Kudus. Karena itu hari-hari ini:

  • Saudara harus penuh dengan Roh Kudus!
  • Dan Saudara harus pergi untuk mengeluarkan buah!

Tuhan berkata,

  • Pergi! Jadikan semua bangsa murid-Ku.
  • Pergi! Beritakan injil kepada semua makhluk.
  • Pergi! Tanam gereja. Pergi! Berdampaklah terhadap lingkunganmu!
  • Pergi! Penuhi market-place dengan prinsip-prinsip Kerajaan Allah!

Tuhan berkata bahwa hari-hari ini Ia akan mencurahkan Roh-Nya dan saya berdoa supaya Saudara semua meresponi akan hal ini. Biarlah Saudara selalu minta kepada Tuhan, "Penuhi kami dengan Roh-Mu, Tuhan!" dan kalau Saudara penuh dengan Roh Kudus, Saudara akan pergi dan menghasilkan buah. Saudara akan pergi, meskipun tidak ada yang menyuruh karena Roh Kudus yang akan menyuruh Saudara, dan Saudara akan pergi melipatgandakan Kerajaan Allah di muka bumi ini! Dan saya percaya kalau Saudara lakukan hal itu, Saudara pasti akan berbahagia.

Firman Tuhan sekali lagi berkata: "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu!"

Roma 14:17-18,

"Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia."

Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kalau kita melayani Tuhan dengan cara demikian - artinya dengan pengertian seperti itu - maka kita akan berkenan kepada Allah dan dihormati manusia.

Salah satu contoh dalam Alkitab yang melakukan hal seperti ini adalah Ishak. Alkitab katakan bahwa melalui masa kelaparan yang dialami Ishak pada waktu itu, Ishak akhirnya mengalami mujizat, dimana ia menjadi kaya, makin lama makin kaya sehingga ia menjadi sangat kaya! Saya berdoa supaya Saudara juga mengalami apa yang Ishak alami!

Apa yang dilakukan oleh Ishak pada masa itu? (Kejadian 26:1-13)

  1. Hidup Intim dengan Tuhan
  2. Ketika masa kelaparan, Tuhan menampakkan diri kepada Ishak.

    Tuhan akan menampakkan diri kepada orang yang hidupnya intim dengan-Nya (Kejadian 26:2). Ini adalah rahasia yang penting! Kalau Saudara mau mengalami apa yang Saudara inginkan, yaitu menjadi kaya kian lama kian kaya dan menjadi sangat kaya dalam segala hal, maka nomor satu Saudara harus hidup intim dengan Tuhan!

  3. Jangan Pergi ke Mesir
  4. Tuhan melarang pergi ke Mesir dan Ishak taat. Mesir adalah simbol sistem dunia atau cara-cara dunia. Mungkin Saudara sedang mengalami "masa kelaparan" dalam hidup Saudara hari-hari ini, tetapi meskipun demikian, jangan memakai cara-cara dunia! Saat ini ada banyak anak-anak Tuhan masih memakai cara-cara dunia dalam dunia usaha. Prinsipnya; yang penting dapat keuntungan finansial. Lalu berpikir bahwa semuanya itu dari Tuhan, padahal cara-cara yang mereka pakai bukanlah seperti apa yang Tuhan kehendaki dan banyak yang telah tertipu seperti itu. Hati-hati! Hari-hari ini, kalau Saudara diberkati, Saudara harus yakin bahwa berkat itu adalah dari Tuhan. Kalau Saudara mau mendapat berkat yang lestari dan tidak jatuh-bangun, jangan memakai cara-cara dunia!

  5. Menunggu Waktunya Tuhan
  6. Tuhan berkata kepada Ishak, "Pergilah ke negeri yang akan Aku tentukan". Disini Ishak taat dan mau menunggu kapan Tuhan akan memberitahu, dan kemana ia harus pergi dan ia tidak gegabah. Demikian juga dengan kita, kita harus menunggu! Sebab pada waktunya, Tuhan akan memberitahu Saudara, kemana harus pergi dan apa yang harus dilakukan. Tetapi masalahnya, seringkali perintah Tuhan itu tidak masuk akal. Pesan saya adalah jangan sampai Saudara tidak mentaati perintah-Nya. Tetap lakukan saja! Dan katakan kepada-Nya, "Tuhan, aku percaya!" Sebab memang kebanyakan Tuhan menuntun kita dengan cara yang tidak masuk akal!

    21 tahun gereja ini ada dan Tuhan memimpin saya untuk gereja ini, kebanyakan dengan cara yang tidak masuk akal. Namun yang kita lakukan hanyalah percaya, berjalan dan jadi! Oleh sebab itu mari kita katakan bersama-sama, "Yesus, aku percaya!"

    Dan Tuhan Yesus berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati! Dan setiap yang hidup yang percaya kepada-Ku, dia tidak akan mati selama-lamanya! Percayakah engkau akan hal ini? Percayakah engkau akan hal ini?" (Yohanes11:25).

  7. Tinggal Sebagai Orang Asing di Negeri itu
  8. Tuhan berkata kepada Ishak supaya menjadi orang asing di negeri itu. Saudara ingat bahwa kita di bumi ini adalah orang asing. Kewarganegaraan kita bukan di bumi ini tetapi Kerajaan Allah atau di sorga nanti. Karena itu jangan terikat dengan dunia ini. Saya kuatir kalau Saudara terikat, maka ini bisa dibayangkan seperti kaki Saudara yang terikat dengan beban yang berat di bumi, maka ketika "rapture", Saudara tidak bisa terangkat naik karena terlalu "berat".

  9. Menabur Pada Masa Kelaparan
  10. Pada tahun itu juga, pada masa kelaparan Ishak menabur. Ishak menabur benih secara harafiah, padahal tidak mudah untuk mencari benih pada masa kelaparan itu, namun demikian Ishak tetap menabur. Apa dampaknya? Tuhan memberkati Ishak pada tahun itu juga 100 kali lipat!

    Saya ingat tentang Sentul dimana pada masa pembangunan Sentul itu dimulai ketika masa krisis keuangan/ekonomi dunia sedang berlangsung. Sebelumnya memang krisis itu sudah dimulai, tetapi justru pada waktu itulah kita disuruh membangun. Dan saya banyak mendengar kesaksian bahwa ribuan orang yang menabur untuk tempat yang Tuhan sediakan untuk menabur itu diberkati 100x lipat!

    Pada hari Sabtu 5 September 2009, kita berkumpul dalam doa pengerja di Sentul dan hampir 10.000 pengerja yang hadir. Pada waktu itu Pak Danny Tumiwa mendapat satu penglihatan dimana ada hadiah atau kado untuk ulang tahun yang ke-21 itu dan tiba-tiba ada uang yang dibagikan seperti jatuh dari langit. Kalau itu jatuh di Sentul, maka artinya itu juga jatuh untuk Saudara. Tetapi itu tidak jatuh dengan sendirinya, karena saya percaya orang yang menabur itulah, yang akan mendapatkan "berkat-berkat yang dijatuhkan" hari-hari ini.

Berkenan kepada Allah dan dihormati manusia

Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. (Roma 14:17-18).

Daud adalah orang yang berkenan kepada Allah dan dihormati manusia. Tuhan sendiri yang berkata tentang Daud, "Aku telah mendapatkan Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku". (Kisah Para Rasul 13:22).

Daud berkenan di hadapan Allah dan ia juga orang yang dihormati manusia sampai hari ini. Bahkan pada tahun 1996, di Israel dirayakan hari ulang tahun Daud yang ke 3.000 di mana seluruh Israel bersukacita, dan sampai hari ini, Daud adalah orang yang paling dihormati di sana. Apa yang dikerjakan Daud sehingga ia berkenan kepada Allah dan dihormati manusia?

Saya banyak belajar dari Daud; juga belajar dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan Daud supaya saya tidak jatuh dalam dosa yang seperti itu.

Daud ini luar biasa, hal ini dapat kita lihat sebagai berikut:

  1. Daud tidak pernah menyalahkan orang lain dan cepat bertobat dari kesalahannya
  2. Ketika ia mau dihukum oleh Tuhan melalui nabi-Nya, ia tidak pernah menyalahkan orang lain. Ada contoh lain di Alkitab, misalnya Saul, ketika ditegur ia malah menyalahkan orang lain. Tetapi Daud tidak pernah seperti itu, sebab kalau ia dinyatakan bersalah, maka ia langsung mengakuinya dan segera minta ampun.

  3. Daud begitu menghormati otoritas orang yang berada di atasnya
  4. Daud itu luar biasa, bagaimana sikapnya kepada orang yang di atasnya yang berkali-kali mau membunuhnya. Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, tetapi Daud menolaknya sebab ia berkata, "Aku tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan! Kalau mau dihukum, biarlah tangan Tuhan saja yang menghukum!" demikianlah Daud tidak mau menjamah orang-orang yang berada di atasnya (1 Samuel 24:7).

  5. Daud percaya bahwa Tuhan sanggup mengubah kutukan menjadi berkat baginya
  6. Simei, seorang bawahan Daud memaki-maki Daud ketika Daud lari dari anaknya Absalom. Mendengar makian Simei itu, Abisai (pengawal Daud) berkata kepadanya, "Bagaimana tuanku, apakah ditebas saja batang lehernya?" tetapi di sini justru Daud memarahinya dan berkata, "Jangan lakukan itu, siapa tahu memang Tuhan yang menyuruh dia memaki-maki aku? Dia memaki-maki aku, tetapi anakku saja mau membunuh aku. Tetapi sebagai ganti aku dimaki-maki olehnya biarlah aku diberkati oleh Tuhan" (2 Samuel 16:5-12). Ini sungguh luar biasa, hal-hal yang seperti Daud itulah yang kita perlu banyak belajar.

  7. Daud adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan
  8. Yang paling luar biasa adalah Daud adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan. Ia adalah seorang pemuji dan pemazmur. Daud suka bercakap-cakap dengan Tuhan. Kitab Mazmur yang berjumlah 150 pasal itu, 73 pasal di antaranya yang ditulis oleh Daud. Dialah yang dipercaya oleh Tuhan untuk membawa pola sorgawi dalam doa, pujian dan penyembahan yang dilakukan di bumi. Dan saya ini hanya meneruskannya saja.

    Salah satu Mazmur yang paling saya senangi adalah Mazmur 103:1-2 yang berkata, "Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!"

    Kalau kita membaca Mazmur di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa Daud sering memerintahkan jiwa dan batinnya untuk memuji Tuhan. Kadang-kadang kita sulit untuk memuji Tuhan. Saya pun mengakui akan hal ini.

    Kadang kita sulit memuji Tuhan karena:

    • tekanan dalam kehidupan yang begitu berat,
    • masalah yang menumpuk, atau karena
    • melihat sesuatu yang tidak cocok dengan hati kita,

    sehingga rasanya untuk memuji Tuhan dalam keadaan seperti ini sulitnya bukan main. Tetapi Daud tahu bagaimana caranya, yaitu kalau dalam keadaan seperti ini, kita harus memerintah jiwa dan batin kita. Mengapa?

    Mazmur 22:4 berkata bahwa Tuhan bersemayam di atas pujian kita. Kadang-kadang memang ada orang yang doanya sambil mengomel minta-minta kepada Tuhan, dalam hal ini tentu saja doanya tidak dijawab. Sebab kita harus menyenangkan hati Tuhan terlebih dahulu. Dan ketika kita memuji dan menyembah Tuhan, maka Ia yang bersemayam di atas pujian kita dan Dia yang mempunyai segala sesuatu itu akan memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan!

    Saudara, ada juga saat-saat tertentu dalam hidup saya, di mana keadaannya sedemikian rupa sampai sulit bagi saya untuk memuji Tuhan. Biasanya dalam keadaan seperti itu saya berdiri di depan cermin, mengamati wajah saya sendiri yang sedang murung, lalu berkata: "Niko, engkau harus memuji Tuhan!" Awalnya memang sulit, tetapi ketika saya terus perintahkan, "Ayo memuji Tuhan!", maka dari yang awalnya begitu berat, mulai ringan dan seterusnya sampai jadi bersukacita dan akhirnya bisa memuji Tuhan!

Mazmur 103:3-5 berkata,

"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali."

Dikatakan di sini bahwa, "masa mudaku baru seperti pada burung rajawali". Dalam bahasa Inggrisnya lebih jelas karena dikatakan seperti ini, "... my youth is renewed like the eagle's ..." yang artinya, "saya dikembalikan kepada masa muda saya." Jadi di sini berarti Daud ini sudah tua, tetapi dia mengalami masa muda kembali seperti burung rajawali.

Burung rajawali ini adalah burung yang umurnya paling tua dari segala burung yang lain, usianya bisa mencapai 70 tahun. Tetapi untuk bisa sampai umur 70 tahun itu merupakan satu pilihan.

Karena pada waktu umur 40 tahun, ia sebenarnya sudah tua dengan ciri-ciri:

  1. Paruhnya itu bengkok sampai di lehernya, sehingga sulit untuk mematuk makanannya.
  2. Kuku-kukunya sudah tumpul, sulit untuk mencengkeram mangsa seperti tikus dan kelinci.
  3. Bulu-bulunya tebal sekali, sulit untuk terbang tinggi dan mengatasi badai.

Apa yang harus dilakukan rajawali itu? Sekali lagi, ini adalah pilihan! Kalau ia mau mencapai umur 70 tahun, maka ia harus naik ke gunung yang tinggi dan menyendiri selama 6 bulan. Di sana ia bergumul dengan cara memukul-mukulkan paruhnya ke batu sampai lepas. Ia pasti kesakitan, tetapi setelah itu paruh yang baru akan tumbuh. Dengan paruh yang baru itu, dia mencabuti kuku-kukunya. Kuku-kuku yang lama dicabut dan kuku yang baru akan tumbuh. Tentu ini sakitnya luar biasa, tetapi ia tetap melakukannya. Selanjutnya bulu-bulunya dicabut dengan paruhnya dan keluarlah bulu-bulu yang baru seperti pada masa mudanya. Hingga akhirnya keluarlah seekor burung rajawali yang muda. Ini sungguh luar biasa!

Sekali lagi ini adalah pilihan! Dan Daud ternyata mengalami hal itu, sebab ia menuliskannya dalam mazmurnya. Dan saya percaya bahwa ini bukan hanya untuk Daud, tetapi juga untuk kita.

Saya pun sudah mengalami apa yang Daud alami. Ketika memasuki usia 60 tahun, saya betul-betul dibuat terkejut oleh Tuhan. Karena saya dikembalikan seperti masa muda saya dulu. Tuhan berikan semuanya, seperti rambut tumbuh, kesehatan dipulihkan luar biasa. Pokoknya apa saja yang orang muda bisa lakukan saya bisa lakukan. Dan saya tahu, itu bukan hanya untuk saya atau Daud, tetapi juga buat Saudara!

Apa yang dialami Daud, saya alami juga hari-hari ini, karena Tuhan mau dengan keadaan yang seperti ini, saya memimpin Joshua Generation hari-hari ini. Saya sudah katakan berulang-ulang bahwa Joshua Generation itu adalah generasi perang yang merebut tanah Kanaan, dan yang mengalami berkat tanah Kanaan secara utuh. Namun untuk mendapatkan itu, kita harus berperang.

Sekali lagi, seorang prajurit itu harus mempunyai roh, jiwa dan tubuh yang sehat. Memang belakangan ini dikatakan bahwa Joshua Generation itu adalah mereka yang berusia 40 tahun ke bawah dan sebagainya, tetapi juga Saudara yang berusia 60, 70 atau bahkan 80 tahun, kalau mempunyai roh, jiwa dan tubuh yang sehat, maka ia juga termasuk Joshua Generation. Dan Joshua Generation ini adalah generasi yang paling memungkinkan untuk melihat kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya.

Belakangan ini banyak dari kita yang berkata bahwa Joshua Generation adalah generasi yang harus bertanggung jawab untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua. Dan saya tahu Tuhan membuat saya seperti ini adalah untuk maksud tersebut.

Dan Saudara yang sudah lanjut usia, hendaklah menjaga diri baik-baik.

  • Bukankah Saudara mau melihat kedatangan Tuhan kembali?
  • Apakah Saudara rindu untuk diangkat tanpa mengalami kematian?

Ini memang doa saya sejak dulu. Dan melihat keadaan saya yang seperti sekarang ini, saya percaya apa yang saya doakan dijawab Tuhan, sehingga sekarang saya dapat berkata, "Tuhan, saya tidak akan mengalami kematian dulu, saya akan langsung bertemu Engkau melalui Pengangkatan".

Kalau Saudara juga mempunyai kerinduan yang seperti itu:

  1. Hindarilah kelebihan berat bedan dengan pola makan yang sehat
  2. Hindarilah stres dengan lebih banyak berdiam di hadirat Tuhan.
  3. Hindarilah perkataan yang sia-sia dengan banyak berbahasa roh

Dan ini berlaku untuk semua segmen usia, tidak terkecuali juga untuk anak-anak muda.

Kalau hari ini Tuhan berkata bahwa Saudara adalah Joshua Generation, pastikan roh, jiwa dan tubuh Saudara dalam keadaan sehat dan sempurna pada waktu Dia datang untuk kali yang kedua. Amin!

Sumber