Pesan dari Perjamuan Malam Terakhir (Khotbah Pdt Ir Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Pesan dari Perjamuan Malam Terakhir
Sutadi Rusli-20101107-3x4.jpg

Pdt Ir Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
Pdt Ir Sutadi Rusli
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 April 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Tuhan, Engkau tilik setiap anak-anak-Mu dalam setiap pergumulan-pergumulan, tolong dan teguhkan mereka, karena di dalam Engkau ada pengharapan, mujizat, pertolongan, sukacita yang baru, kekuatan yang baru, berkat-berkat yang baru. Terima kasih Tuhan. Kami bersyukur untuk hari ini dan kami bersyukur engkau ada di tengah-tengah kami, berkati ibadah kami sepanjang pagi ini, urapi setiap pribadi lepas pribadi dan kami bersyukur kalau kami masih boleh terus mendengarkan pesan-pesan Tuhan dan terus diberkati oleh Engkau.

Amin.

Shalom, saya sangat percaya setiap pribadi diberkati dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Beberapa minggu ke depan kita akan memperingati Jumat Agung pada 22 April 2011 di Gedung Puri Begawan dan Paskah pada 24 April 2011. Kita ingin semua sama-sama masuk memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus, diberkati dan mengalami pemulihan yang luar biasa. Memasuki Jumat Agung ini, saya mengajak seluruh jemaat untuk berpuasa mulai hari Selasa hingga Kamis tanggal 19-21 April 2011 untuk mempersiapkan masuk dalam Jumat Agung, 22 April 2011.

Saya mau membagikan seputar apa yang akan kita peringati dalam beberapa minggu ke depan mengenai kematian Tuhan Yesus Kristus.

Ada begitu banyak pesan Tuhan sebelum Tuhan ditangkap dan mati di kayu salib, khususnya Perjamuan Malam Terakhir atau the Last Supper. Leonardo Da Vinci pada tahun 1499 juga melukiskan mengenai Perjamuan Malam Terakhir yang menjadi buah-buah bibir pada saat ini.

Ada 3 pesan utama yang boleh kita sama-sama simpan dalam hati kita dan renungkan dan kita lakukan kebenaran Firman Tuhan.

#1 Jangan ada pertengkaran

Lukas 22:24, Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.

Ayat ini dimulai dengan "Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus."

Dalam ayat-ayat berikutnya, Tuhan Yesus dalam pergumulan karena sebentar lagi Dia akan ditangkap dan naik ke kayu salib. Dalam saat itu, saya membayangkan pergumulan dalam hati Tuhan Yesus. Dia mengalami sesuatu yang menakutkan. Dalam Taman Getsemani Dia berdoa, "Ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Alkitab katakan bahkan tetesan keringat-Nya bahkan seperti darah. Dia mengalami suatu tekanan yang luar biasa. Dia akan menghadapi semua ini.

Saat Tuhan duduk bersama-sama dalam meja perjamuan makan malam terakhir, ternyata murid-murid-Nya bertengkar ribut satu sama lain mengenai siapa yang terbesar di antara mereka. Saya membayangkan, kalau saya menjadi seperti Yesus saat itu, saya pasti merasa sedih, sementara saya bergumul dan melihat apa yang saya akan hadapi beberapa jam ke depan, ternyata orang-orang yang mendampingi selama 3,5 tahun, malah mencari siapa yang terbesar.

Mungkin Petrus merasa paling besar karena menjadi ketua dari semua murid-murid yang ada, Yohanes merasa paling besar karena menjadi murid yang paling dikasihi, mungkin juga Yudas merasa paling besar karena dia yang pegang duit.

Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan ada pertengkaran! Yesus akan datang segera, Dia sedih kalau melihat gereja-gereja satu sama lain berantem, hamba-hamba Tuhan berantem, semua mempersoalkan siapa yang paling besar, siapa yang paling jago, siapa yang paling dipakai. Semua meributkan sesuatu yang jasmani! Saya percaya waktu Tuhan lihat kita dalam kondisi seperti itu saat-saat ini, ini seperti 2000 tahun lalu, melihat murid-murid-Nya ribut seperti itu, Tuhan pasti sedih. Jangan ada pertengkaran! Suami istri, orang tua, anak-anak, teman-teman sesama, saudara-saudara seiman, maupun yang bukan, jangan ada pertengkaran.

Dosa pertengkaran pertama adalah waktu Kain dan Habel, sampai akhirnya terjadi pembunuhan Habel oleh Kain. Itu dosa karena pertengkaran. Menurut penelitian ternyata kalau orang suka bertengkar itu menimbulkan 4 macam penyakit: jantung, stroke, darah tinggi, dan stres berat.

Kalau kita bertengkar, selesaikan sebelum matahari terbenam. Jadi kita harus bikin beres. Kalau ada selisih paham, ganjelan, bikin beres secepatnya. Jangan ditunda-tunda. Waktu kita tunda, Iblis mulai masuk dan kita mulai mikir macam-macam, jahat, mungkin seperti Kain dan Habel. Sehingga Tuhan katakan, kalau ada perselisihan, bereskan sebelum matahari terbenam.

Kalau saya berselisih dengan istri saya, tentu sebagai keluarga kita juga pasti ada gesekan-gesekan, kami membereskan segera dan kami selesaikan dalam doa. Mari, setiap pertengkaran dan perselisihan itu kita selesaikan dalam doa dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya semua dipulihkan dan tidak ada celah Iblis untuk masuk pada orang-orang percaya.

Kenapa bertengkar? Orang tidak mau dinasehati sehingga Tuhan berikan sebuah perumpamaan dalam Matius 13:24-30,

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Saudara, Tuhan sendiri yang menabur kemudian tumbuh menjadi gandum, dan ada yang jadi lalang. Gandum itu makin lama makin berat makin tunduk. Sedangkan lalang itu makin tumbuh makin naik bukannya makin tunduk, dia terus naik ke atas. Ketika kelihatan ada lalang dan gandum, Tuhan katakan agar jangan dicabut dulu, nanti waktu musimnya baru akan dipisahkan. Ini berbicara mengenai dua macam orang Kristen. Yang satu Kristen Gandum, satunya lagi Kristen Lalang. Kristen Lalang tidak mau dikasih tahu, terus saja terabas ke atas. Mungkin Pendeta sudah kasih nasihat, jangan punya istri dua, tapi ternyata dia menjawab "semau gua mau lakukan apa". Saya percaya jemaat di sini tidak ada yang seperti itu, semua luar biasa baiknya. Amin!

Yang Kristen Gandum adalah Kristen yang penurut. Ini juga gambaran dari Tuhan Yesus Kristus. Apa bedanya Gandum dan Lalang? Gandum bisa jadi berkat bagi banyak orang, dikumpulkan dalam lumbungnya Tuhan. Sedangkan Lalang setelah dicabut, dikumpulkan, dan akhirnya dibakar habis. Saudara tentu pernah makan roti yang dibuat dari gandum. Gandum adalah gambaran Yesus, Dia bagaikan gandum yang tumbuh di Getsemani, mati di kayu salib, dan jadi berkat bagi banyak orang, bagi Saudara dan saya. Firman-Nya berkata Aku adalah roti hidup. Setiap orang percaya harus menjadi berkat bagi banyak jiwa, karena Saudara-Saudara adalah gandum yang siap dituai masuk dalam lumbungnya Tuhan Yesus Kristus.

Jangan ada lagi pertengkaran. Ikuti nasehat Tuhan. Hidup ini singkat. Amin! Biarlah kita menikmati anugerah Tuhan.

Sekali waktu saya baca sebuah pamflet di depan sebuah toko di luar negeri, judulnya "Tiga hal bodoh sebagai manusia":

  • Yang pertama, waktu kita muda (teenage) kita punya waktu punya tenaga, tapi tidak punya duit.
  • Setelah dewasa muda, usia produktif, kita punya duit, punya tenaga, tapi tidak punya waktu.
  • Nanti kalau sudah tua, sudah punya duit, punya waktu, tapi tidak punya tenaga!

Karena itu, nikmati hidup bersama Tuhan Yesus Kristus! Jangan bertengkar, karena ini mendukakan hati Tuhan. Tuhan segera datang menjemput kita!

#2 Jangan ada roh Yudas Iskariot

Yohanes 13:31, Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.

Perhatikan, kalimat pertama dalam ayat ini adalah "Sesudah Yudas pergi"!

Kalau kita ingat Yudas Iskariot, ada 3 hal utama dari Yudas Iskariot:

  1. Orang yang berkhianat
    Dalam kamus, arti berkhianat adalah tidak setia. Ingkar janji. Apakah hari ini Saudara menjadi pasangan yang setia, atau ingkar janji dengan pasangan hidup Saudara. Jangan katakan pada Tuhan, "Saya mengasihi Engkau, tidak pernah meninggalkan Engkau," padahal dengan pasangan hidup saja kita tidak setia, berkhianat. Dengan yang kelihatan saja kita tidak setia, ingkar janji, bagaimana dengan yang tidak kelihatan? Mari koreksi diri kita.
    Kalau ada orang yang konseling pernikahan, saya senantiasa ajak mengingat kembali sekian puluh tahun lalu dia menikah, coba ingat apa yang diucapkan di hadapan Tuhan. Dalam pernikahan, senantiasa saya kasih tips pada pasangan baru, saya bilang sama mereka, kalau bisa nanti janji nikahnya dibuat plakat, dikasih frame, tempel di kamar tidur, baca. Kalau ada sesuatu baca kembali dan ingat pada tanggal-bulan-tahun sekian, ingat kembali bagaimana janji nikah itu dinyatakan. Kita diingatkan kembali akan janji ini.
  2. Tidak bertobat
    Firman Tuhan katakan Yudas Iskariot itu menyesal. Menyesal dan bertobat itu berbeda. Kalau menyesal, dimulai dari hati, "Ya saya menyesal", dan harus dilanjutkan langkah nyata yang harus dilakukan yaitu bertobat. Yudas Iskariot hanya sekedar menyesal, tapi tidak bertobat, akhirnya dia bunuh diri.
    Anak bungsu yang hilang juga menyesal, tapi lalu dia bangkit dan kembali ke rumah Bapanya. Saudara, jangan hanya menyesal tapi harus bertobat! Metanoia, ubah perjalanan kita. Kalau kita di perjalanan ditegor Tuhan, bertobat, memutar 180 derajat kembali ke jalan Tuhan.
  3. Serakah
    Yudas Iskariot adalah orang yang serakah, tamak. Akar segala kejahatan adalah cinta uang. Dibalik pun sama saja. Cinta uang adalah akar segala kejahatan. Tamak!
    Saya percaya Saudara adalah jemaat yang diberkati dan memberkati. Banyak orang makin kaya makin pelit. Tapi jemaat Tuhan yang dewasa, bukan makin kaya makin pelit, tapi makin diberkati makin memberkati.

Saudara, siapa yang hidupnya mau memuliakan dan dipermuliakan oleh Tuhan? Saudara harus usir roh Yudas Iskariot, yaitu keserakahan, khianat, dan tidak mau bertobat. Usir dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Jangan ada dalam diri setiap pribadi, supaya kita dipermuliakan dan memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

#3 Mengasihi seorang akan yang lain

Yohanes 15:17, Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Perintah Tuhan, kasihilah seorang akan yang lain.

Satu hari, ada seorang wanita keluar dari rumahnya, melihat ada tiga orang asing, bapak-bapak yang sudah tua sedang dalam perjalanan jauh. Dia menyapa mereka dan mengundang mereka masuk ke rumahnya untuk diberi makanan dan minuman. Salah satu Bapak itu menjawab, "Ibu tidak bisa mengundang kami bersama-sama, Ibu harus pilih salah satu dari kami bertiga." Nama Bapak yang pertama adalah Sukses, kedua Rejeki, dan ketiga adalah Kasih. "Ibu boleh pilih yang mana yang masuk ke rumah Ibu." Ibu itu berunding dengan suaminya, "Kita mau undang yang mana?" Suaminya bilang, "Kita undang Sukses saja, biar pekerjaan kita sukses, apa pun sukses semuanya." Si Ibu tidak setuju, "Lebih baik kita undang saja Rejeki, supaya apa yang saya kerjakan dapat rejeki semua." Anaknya melihat perdebatan kedua orang tuanya dan berkata, "Kalau begitu, kita undang saja Kasih." Akhirnya ketiganya sepakat untuk mengundang Kasih. Si Ibu pergi keluar dan mengundang Kasih untuk masuk ke rumah itu. Dan ketika Kasih masuk, kedua temannya Sukses dan Rejeki juga ikut masuk. Ternyata, ketika Ibu itu mengundang Kasih, maka Sukses dan Rejeki juga mengikuti!

Kita akan merenungkan dalam beberapa minggu ke depan, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Waktu Saudara memiliki kasih, seperti yang Tuhan contohkan, maka ada berkat dan keberhasilan Tuhan mengikuti kita.

1 Korintus 13:13, Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Siapkan hidup kita, mari kita ingat kembali akan kasih Tuhan.