Mengalami breakthrough (Khotbah Pdm Himawan Hadirahardja)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Mengalami breakthrough
Pdm Himawan Hadirahardja

Pdm Himawan Hadirahardja

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya 1
TanggalMinggu, 15 Agustus 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Kami tahu pagi hari ini Engkau rindu untuk berjumpa, bercakap-cakap, ber-fellowship dengan kami. Pagi ini Engkau siap untuk melayani kami, Tuhan. Kami mau hanya berfokus kepada-Mu saja Tuhan, kami tidak mau diganggu hal-hal lain. Kami percaya Kau berbicara pada setiap dari kami bukan untuk menegur menghancurkan kami tapi Kau menegur kami untuk membuat kami berubah ya Tuhan. Kau rindu untuk melihat perubahan ke arah yang semakin Kau kehendaki yaitu semakin sempurna serupa dengan Kristus. Pagi hari ini kami buka hati kami pikiran kami telinga kami mau dengar firman-Mu, cerna, praktekkan firman-Mu dalam kehidupan kami siap untuk mendengarkan.

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid supaya dengan perkataan aku dapat memberi kekuatan kepada yang letih lesu dan berbeban berat, setiap pagi Tuhan mempertajam pendengaranku dengan telinga seorang murid.

Pagi ini pikiranku terbuka, telingaku siap mendengar, hatiku siap menerima firman Allah yang adalah kebenaran yang membebaskan aku. Amin.

Berapa banyak yang percaya hari-hari ini Tuhan siap untuk memberi lebih dari yang kita bayangkan? Dia sanggup untuk memberikan segala berkat rohani yang Tuhan miliki, Tuhan siap limpahkan kepada saudara dan saya! Bersiap-siap untuk terima limpahan berkat dari Tuhan!

Ada sebuah cerita yang mau saya share:

Ada satu suami yang ke mana-mana pergi di dompetnya selalu ada foto istrinya, dia dipilih teman-temannya sebagai suami ideal. Suatu ketika teman-temannya tanya, buat apa bawa foto istrinya. Ternyata dia berkata, "Kalau saya lagi stres saya buka dompet dan lihat wajah istri saya, persoalan saya langsung hilang. Saya langsung ingat, persoalan saya dengan dia jauh lebih besar dari persoalan saya di kantor!"

Saya percaya itu tidak terjadi di gereja di tempat ini! Amin!

Breakthrough itu artinya apa yang menghalangi kita untuk maju sehingga yang menghalangi itu harus di-break dan kemudian baru kita bisa maju (through) ke tahapan kehidupan yang baru yang lebih baik. Saya percaya bahwa dalam kehidupan kita, ketika kita mau masuk dalam level yang lebih tinggi, ada hal-hal yang lebih besar yang harusnya kita terima, harus kita patahkan dulu rintangan supaya kita bisa moving forward. Kalau Anda pernah ke jalan Trans Sumatra, seringkali ada pohon tumbang menghalangi kendaraan untuk maju, jadi harus dipotong-potong (break) terlebih dahulu, digali dulu, supaya kendaraan bisa maju kembali (through).

Hari ini kita mau belajar dari seorang yang mengalami breakthrough dalam hidupnya. Saya percaya di tempat ini pasti tidak ada yang mau tetap sama saja, tapi mengalami breakthrough.

Daftar isi

Karakter yang mengalami breakthrough

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu." Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus. (Yohanes 12:1-11)

Kita mau belajar dari tiga tokoh, yang ketika saya renungkan, kurang lebih mewakili karakter-karakter yang mungkin ada dalam kehidupan kita. Mungkin kita adalah orang-orang yang karakternya terwakili dalam tokoh-tokoh ini. Mari kita renungkan bersama-sama, kita ada di level yang mana, dan apa yang harus kita lakukan supaya kita alami breakthrough.

Yudas Iskariot

Iskariot kemungkinan berasal dari Desa Keriot, Hezron. Istilah yang juga dilekatkan kepada Yudas adalah satu statement, Yohanes selalu menuliskan sifat Yudas yaitu yang akan segera menyerahkan Dia, juga bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri. Sepanjang Kitab Yohanes, sifat negatif Yudas selalu dituliskan. Yudas yang mengkhianati, yang mencuri, yang menyerahkan Yesus. Yohanes seolah-olah mengatakan bahwa Yudas Iskariot itu layak menerima sebutan seperti itu, dan memberikan pelajaran kepada kita semua apa yang harus kita lakukan jika kita mungkin memiliki karakter Yudas Iskariot itu. Yudas Iskariot adalah salah satu murid yang melihat sendiri apa yang Yesus lakukan, saat teduh-Nya, mujizat-mujizat-Nya, tapi ironisnya dia tidak mengalami perubahan karakter, tapi sifat malingnya tetap ada. Ketika semakin dia tekuni dan ikuti Yesus, ketika Yesus mulai terbuka bahwa Dia harus menderita, mungkin Yudas mulai kecewa dan mulai memutuskan untuk mengkhianati Yesus.

Ironis sekali orang yang 7 hari seminggu dan 24 jam sehari bersama-sama dengan Yesus, bisa mengkhianati Yesus. Sifat Yudas ini masih ada di sekeliling kita, dan mungkin kita juga memiliki sedikit dari sifat Yudas Iskariot. Dia tidak mengalami perubahan karakter, dia menggambarkan orang yang hipokrit, munafik. Dia statement-nya bagus, "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Orang yang mendengar pasti berpikir orang ini luar biasa perhatiannya pada orang-orang miskin, compassion-nya luar biasa, pemimpin yang luar biasa dan mendengar suara rakyat kecil. Manusia hanya bisa melihat sebatas yang manusia lihat, tapi Tuhan melihat yang ada dalam hati.

Ada orang-orang yang hari Senin-Sabtu standar hidupnya berbeda dengan hari Minggu. Berdalih dagang kalau jujur akan hancur, prinsip Firman Tuhan hanya dilakukan hanya hari Minggu, sementara di hari-hari biasa harus miring-miring sedikit. Di gereja mungkin pelayanan, mungkin pelayanan mimbar, tapi tidak tahu bagaimana kehidupannya di luar mimbar.

Kita semua tahu akhir hidup Yudas, tapi tidak mengalami breakthrough, akhirnya tragis. Kalau ada sedikit karakter Yudas dalam hati kita, mari katakan kepada Tuhan, saya mau berubah. Jangan sampai ini berakar dalam kehidupan kita sehingga kita tidak mengalami breakthrough. Karakter ini harus dikikis. Saul tidak mengikuti perintah Tuhan, Saul harus membasmi orang Amalek, dia tidak basmi semua, dan akhir hidupnya dia mati di tangan orang Amalek.

Kalau masih ada karakter yang tidak benar, deal, bereskan dengan Tuhan. Jangan tunggu besok, tapi hari ini juga.

Marta

Marta adalah gambaran orang yang percaya firman. Ketika Lazarus mati dia menghampiri Tuhan Yesus, dan berkata "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." (Yohanes 11:21-22)

Marta melihat mujizat yang luar biasa Lazarus dibangkitkan. Tapi selanjutnya pada pasal 12, kehidupan kembali seperti biasa, life must goes on, sibuk kembali dengan pelayanan. Tidak ada yang salah dalam pelayanan, tapi bukan karena Anda melayani maka Anda akan mengalami breakthrough. Anda akan mengalami terobosan bukan karena Anda sibuk melayani. Yang melayani mimbar jangan merasa lebih tinggi, merasa lebih diberkati dengan yang lain. Berkat Tuhan bukan ditentukan dengan pelayanan Anda. Jangan sampai pada akhirnya Tuhan mengatakan Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (Matius 25:12)

Marta kehilangan sesuatu yang esensial, sampai lupa hal yang lebih penting. Beda dengan Yudas yang sudah meninggalkan, tapi Marta punya iman yang besar, tapi dia tidak mengalami breakthrough, mengalami mujizat, tapi kembali lagi kehidupan biasa lagi. Seperti yoyo, begitu-begitu saja, tidak ada sesuatu yang berubah.

Sibuk dalam melayani belum tentu memuliakan Tuhan.

Maria

Maria adalah gambaran orang-orang yang benar-benar mengalami perubahan dari nobody menjadi somebody, mengalami terobosan dalam hidupnya, hidupnya naik terus. Seluruh Kitab Injil mencatat namanya. Dia mendapatkan privilege untuk tetap dekat ketika Yesus disalibkan, kesempatan langka untuk menjadi salah satu orang yang pertama tahu kebangkitan Yesus.

Apa yang dia lakukan? Dia menggambarkan orang-orang yang tahu prioritas yang lebih penting. Yesus datang dan harus ada yang mendengarkan, Maria siap mendengarkan Yesus, mau dengar, mau diajar, keintiman dengan Yesus adalah prioritas hidupnya. Sehingga ketika Yesus datang sesudah Lazarus dibangkitkan, yaitu memuliakan nama Yesus.

Dia tidak peduli minyak narwastu yang setahun gajinya, yang biasanya untuk kepala itu digunakan untuk meminyaki Yesus. Zaman dulu tidak ada sepatu, mereka menggunakan kasut terbuka, jadi debu bisa masuk ke kaki, sehingga di rumah orang Yahudi biasanya disediakan tempat untuk mencuci kaki sebelum masuk rumah. Maria tahu Yesus baru berjalan jauh, dan dia menggunakan rambutnya menyeka kaki Yesus. Rambut adalah tanda kehormatan bagi wanita Yahudi, dibangga-banggakan, makin panjang makin membanggakan. Maria tidak peduli apa kata orang, dia seka kaki Yesus. Dia tahu persis dari seluruh isi ruangan yang hadir, siapa yang layak ditinggikan. Tujuan hidupnya fellowship, intim dengan Tuhan.

Satu tahun gaji dibelikan minyak narwastu yang mahal setengah kati, dipecahkan untuk menyeka kaki Yesus, fokusnya adalah Yesus. She knows the priority of her life. Dia mengalami breakthrough dari nobody menjadi somebody. Tidak mempedulikan kehormatan dirinya sendiri.

Saya amazed di sebuah Gereja, ada seorang pengerjanya adalah owner dari sebuah perusahaan yang cukup besar, tapi mau melayani di parkiran panas-panas, memarkirkan bahkan membukakan pintu mobil saya. Dia hari Senin-Jumat menyuruh-nyuruh orang, tapi begitu hari Minggu ego bosnya tidak ada, dia sangat sederhana sekali dan mau merendahkan dirinya. Saudara, bukan kuat gagah kita, bukan kepandaian dan pengalaman kita. Roh yang di dalam kita itu yang membuat kita berhasil. Tidak seorang pun yang boleh sombong kalau berhasil, kita harus merendahkan diri setiap pagi tersungkur di hadapan Tuhan, cari Dia, puji Dia, urapi Dia dengan yang terbaik.

Maria tahu yang terbaik, dia kosongkan diri dia tahu tidak ada apa-apanya, tersungkur di kaki Tuhan. Ini tidak gampang dilakukan karena salah satu problem kita adalah kita sulit untuk tersungkur. Apakah ego kita bisa tersungkur di hadapan Tuhan? Ada orang yang begitu sombongnya berkata tidak butuh Tuhan. Aku bisa karena aku sendiri, aku bangun bisnisku dari nol, ini karena aku yang pintar lobi, semua aku-aku-dan-aku. Cuma tinggal masalah waktu untuk orang sesombong itu dijungkirbalikkan Tuhan. Hidupnya tidak bisa lebih tinggi, tidak bisa tembus, karena egonya tinggi, kesombongan, tidak mau merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Merendahkan diri bukan hanya ketika kita tersungkur dan berdoa, merendahkan diri juga adalah saat kita menaati segala firman Tuhan. Itulah kunci kepada terobosan.

dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14)

Lihat di sini, pemulihan baru terjadi setelah langkah pertamanya adalah merendahkan diri! Tersungkur seperti Maria, tidak peduli kata orang, kasih yang terbaik, tersungkur di kaki Tuhan, merendahkan diri seperti Yesus lakukan.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:5-11)

Kosongkan diri, rendahkan diri, sudah bukan waktunya lagi kita pertahankan ego, bahkan sebagai orang tua, sebagai suami, sebagai istri. Kalau kita tidak merendahkan diri kita tidak akan mengalami breakthrough. Mungkin karaktermu sudah kau atasi, mujizat terjadi, tapi sebelum benar-benar merendahkan diri dalam doamu hari-hari kau belum akan mengalami terobosan.

Penutup

Pagi ini, pilihan ada di tangan Saudara, ketika kita merenungkan bersama-sama mengenai Yudas, Marta, dan Maria yang tahu prioritas hidupnya. Pagi ini saya berdoa, ayo renungkan sama-sama, where are you? Anda ada di mana? Ada di Yudas, sudah di Marta, atau Anda bisa berkata, saya sudah tersungkur di hadapan Tuhan sepenuhnya dan saya pasti akan mengalami breakthrough. Mari belajar dari Maria, kosongkan diri tanggalkan ego tersungkur di hadapan Tuhan lakukan semua perintah Tuhan maka engkau akan alami breakthrough dalam hidupmu.

Basuh aku di dalam darah-Mu, Anak Domba
Jamah bibir, luruskan hatiku dengan Roh-Mu
Kurindu kemuliaan Tuhan, lebih dari segala harta
Jadikan ku hamba, berkenan kepada-Mu

Lebih dari segalanya, kuingin Kau Tuhan
Mas, perak, dan permata, tiada artinya
Kuingin lebih dekat, bersekutu dengan-Mu
Jadikan ku hamba, setia kepada-Mu