Mendengar perintah Tuhan dan menabur, kunci Multiplikasi dan Promosi (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Mendengar perintah Tuhan dan menabur, kunci Multiplikasi dan Promosi
Niko Njotorahardjo-101002-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 1 Mei 2011
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Banyak nabi-nabi mendapatkan bahwa tahun 2011 ini adalah Tahun Transisi, artinya bisa ke arah yang baik dan bisa ke arah yang jelek, tergantung respon kita. Kalau respon kita benar maka yang baik yang akan terjadi, tetapi kalau respon kita tidak benar maka yang jelek akan terjadi. Tetapi saya berdoa dan saya percaya bahwa setiap Saudara yang mendengar firman Tuhan hari ini, Saudara akan berubah ke arah yang baik. Amin!

Banyak nabi-nabi juga mendapatkan bahwa tahun 2011 ini adalah Tahun Tekanan, Tahun Stress Besar, Tahun Goncangan, apakah kita bisa mengaminkan hal ini? Itu memang benar! Kalau Saudara lihat, sejak awal tahun sampai sekarang sudah masuk bulan Mei, yang namanya goncangan-goncangan itu melanda dunia. Bukan hanya pergolakan di negara-negara tetapi juga gempa bumi dan bencana alam saya lihat tidak masuk akal. Seperti di Amerika Serikat, tornado telah mengakibatkan 300 orang lebih meninggal. Dan Tuhan katakan, "Kamu baru melihat permulaannya saja!", tetapi satu hal yang ingin saya katakan kepada Saudara bahwa multiplikasi dan promosi itu terjadi justru pada saat tekanan dan goncangan-goncangan itu terjadi! Amin!

Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi? Sekali lagi saya katakan bahwa multiplikasi dan promosi itu justru terjadi di tengah-tengah goncangan dan tekanan, mengapa? Sebab mujizat masih ada!

Daftar isi

KKR Belitung

Saudara yang dikasihi Tuhan, beberapa kali dalam bulan April yang lalu saya mengadakan KKR Healing di mana-mana. Yang terakhir di Belitung dan saya melihat Belitung dilawat Tuhan luar biasa! Lebih separuh dari mereka yang hadir ternyata bukan orang percaya, dan Tuhan mendemonstrasikan kasih dan kuasa-Nya yang luar biasa. Banyak dari antara mereka yang tadinya belum percaya kepada Tuhan Yesus disembuhkan dan mengalami mujizat yang luar biasa! Dan saya tahu bahwa ada maksud Tuhan untuk Belitung. Malam itu;

  • Ada 2 remaja; yang satu perempuan dan satunya laki-laki yang keduanya bisu-tuli sejak lahir; disembuhkan Tuhan! Bisu-tuli sejak lahir menurut kedokteran tidak bisa disembuhkan, tetapi Tuhan bisa menyembuhkan! Malam itu telinga mereka langsung dibukakan Tuhan dan mereka mulai belajar berbicara.
  • Ada seseorang dari Cikarang-Jakarta yang sengaja terbang ke Belitung karena mendengar ada KKR di sana, padahal dia adalah bukan orang percaya! Pada waktu datang ke KKR tersebut, orang itu diusung dengan tandu dalam keadaan koma dan kurusnya luar biasa. Ketika jemaat baru memuji-muji Tuhan, tiba-tiba dia bangun dan bangkit seperti tidak terjadi apa-apa, lalu naik ke atas panggung dan saya menyuruhnya untuk berjalan. Tuhan sembuhkan dia dengan cara yang ajaib!

Kunci Multiplikasi dan Promosi

Di hadapan Tuhan Yesus jangan berbicara bahwa sesuatu itu tidak mungkin, semuanya mungkin! Sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Amin!

Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi?

Inilah kuncinya:

#1 Memperhatikan perintah-perintah Tuhan

Mungkin Saudara mendapatkan satu perintah Tuhan yang rasanya tidak masuk akal. Kalau Saudara belum mengerti jangan mengeluarkan komentar-komentar yang kurang baik, lebih baik diam dan berdoa. Saya percaya kalau Saudara berdoa dengan tulus serta membuka hati, maka Tuhan akan memberikan pengertian.

Perintah Tuhan dalam Matius 24:47, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia."

Saudara, Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua dan ini adalah pesan yang begitu kuat akhir-akhir ini. Dan hari ini Tuhan mengulanginya melalui kisah Nuh.

Ada 2 hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Air bah datang tiba-tiba
Bagi kebanyakan orang air bah itu seperti datang dengan tiba-tiba, tetapi bagi Nuh, istri, anak dan menantunya tidak demikian. Demikian juga dengan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua, bagi kebanyakan orang itu merupakan sesuatu yang mengejutkan, tetapi bagi kita tidak. Karena itu persiapkan diri kita dan kita harus dengar-dengaran hari ini, jangan hal itu menjadi sesuatu yang tiba-tiba buat kita, sebab itu berbahaya.
Pada waktu itu dikatakan bahwa orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan sampai Nuh masuk ke dalam bahtera mereka tetap tidak tahu apa-apa (Mat 24:38). Tetapi begitu hujan mulai datang dan air bah mulai datang baru mereka sadar, tetapi itu sudah terlambat!
Saya berdoa dan percaya bahwa tidak ada satu pun orang di antara kita yang terlambat.
  • Hidup manusia rusak dan penuh kekerasan
Pada masa itu keadaan manusia, hidupnya rusak dan penuh dengan kekerasan. Karena itu air bah pun datang. Bukankah hari-hari ini hidup manusia di seluruh dunia kebanyakan rusak dan hidup dalam kekerasan?

Kedua hal ini menjadi tanda yang paling jelas bahwa kedatangan Tuhan kali yang kedua sudah sangat ... sangat ... sangat singkat!

Tuhan mau supaya kita hidup seperti Nuh. Dia adalah seorang yang benar dan tak bercela di antara orang-orang sezamannya dan hidup bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9). Kalau kita hidup benar dan tidak bercela serta hidup intim dengan Tuhan, Saudara akan dapat mendengar suara Tuhan. Dan pada waktu mendengar suara Tuhan, Saudara tidak akan ragu-ragu, sekalipun kadang-kadang tuntunan Tuhan tidak masuk akal.

Ibrani 11:7, "Karena iman, maka Nuh--dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan--dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya."

Nuh mengalami multiplikasi dan promosi. Amin!

Nuh memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan dengan patuhnya membangun bahtera selama puluhan tahun. Ini bisa membuat orang meragukan pesan Tuhan tersebut. Selama itu Nuh mengalami cemoohan, dikatakan gila, bahkan dikucilkan oleh masyarakatnya, namun dia tetap taat.

#2 Menabur

Kunci yang kedua, yaitu, "Menabur ... Menabur ... Menabur!"

Kalau Saudara menabur, maka multiplikasi dan promosi akan terjadi dalam kehidupan Saudara. Tetapi mari kita perhatikan prinsip-prinsip dalam menabur:

a. Taburlah yang baik

Mari kita perhatikan ayat-ayat berikut ini :

  • "... Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya ...." (Galatia 6:7)
  • "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, ..." (Amsal 22:8)
  • "... tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap." (Amsal 11:18)
  • "Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (Galatia 6:8)

Oleh sebab itu kita harus menabur yang baik. Kalau kita menabur hal yang buruk, makan hasilnya bukan multiplikasi dan promosi, tetapi kalau Saudara menabur yang baik maka Saudara akan menuai yang baik dalam jumlah yang berlipat ... lipat ... lipat ... lipat ... dan itulah yang dimaksud dengan multiplikasi dan promosi. Amin!

b. Yang dituai jauh lebih besar dari pada yang ditabur

Karena itu Saudara harus menabur yang baik supaya Saudara juga menerima kebaikan yang luar biasa besarnya. Firman Tuhan berkata:

  • "Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung;" (Hosea 8:7).
  • Mungkin yang ditabur adalah angin sepoi-sepoi, dan puting beliung lah yang dituai. Badai Tornado yang terjadi di Amerika baru-baru ini sehingga 340 orang meninggal dunia adalah sejenis angin puting beliung.

  • 2 Korintus 9:6, "Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga."
  • Tuhan Yesus bersama murid-murid-Nya memperhatikan orang-orang yang memberikan persembahan di peti persembahan. Orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan dan menimbulkan bunyi yang keras karena jumlahnya yang banyak. Lalu seorang janda miskin datang, dengan kepala tertunduk dia memasukkan dua peser ke dalam peti itu, dan hampir tidak terdengar bunyinya. Tetapi Tuhan Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang kaya itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:1-4).

    Siapa yang menabur sedikit akan menuai sedikit, tetapi siapa yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Tetapi ini bukan tentang besarnya jumlah persembahan Saudara, melainkan prosentase dari apa yang Saudara miliki. Itulah yang menentukan penilaian Tuhan!

    Ada berapa banyak yang pada bulan Februari yang lalu menabur buah sulung? Ketika kita semua membawa persembahan sulung kita kepada Tuhan, pesan Tuhan pada waktu itu adalah Amsal 3:9-10, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya." Artinya diberkati dengan berlimpah ... limpah ... limpah!

    Kesaksian:

    Saya mau bersaksi dan saya percaya ada yang mempunyai kesaksian yang sama dengan saya. Waktu itu saya pernah berkata bahwa buah sulung yang dimaksudkan adalah minimal persepuluhan. Kali ini Tuhan berkata kepada saya, "Niko, kamu berikan semua penghasilanmu yang didapatkan dari gereja ini!" Saya taat dan berkata, "Ya Tuhan, Ya ..." Lalu saya berikan persis seperti yang Tuhan perintahkan, yaitu semuanya. Tahukah Saudara apa yang terjadi?

    Ternyata saya melihat apa yang belum pernah terjadi, yaitu persembahan dari Saudara semua, menjadi sebuah fenomena yang belum pernah saya lihat sebelumnya, di mana sangat nyata bahwa orang yang mempersembahkan itu karena benar-benar Tuhan yang bicara kepadanya, sehingga jumlahnya begitu besar. Saya benar-benar mengalami apa yang Tuhan katakan, "... yang belum pernah dilihat oleh mata, yang belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah timbul dalam hati, semua disediakan bagi orang yang mengasihi Dia!" Haleluya!

    Kalau yang tadi itu bukan secara pribadi, tetapi secara pribadi saya juga betul-betul mengalami berkat Tuhan yang seperti itu dan saya percaya ini bukan hanya terjadi kepada saya, tetapi banyak kesaksian-kesaksian Saudara yang mengalami hal yang sama. Amin!

  • Berkat 100x lipat
  • Berkat itu dijanjikan kepada Ishak. "Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya." (Kejadian 26:12-12).

    Ishak menabur pada masa yang sulit karena itu adalah masa kelaparan. Pada masa itu persediaan biji gandum atau biji-bijian yang lain, itu bukan untuk ditabur melainkan untuk dimakan. Tetapi Ishak justru menabur, berarti dia menyisihkan sebagian untuk ditabur dan sebagian untuk dimakan. Mungkin keluarganya waktu itu berkata, "Bagaimana ini, kami lapar ...!" Tetapi Ishak tetap menabur sambil mencucurkan air mata. Dia berjalan maju dan benar, dia pulang dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya. Ishak diberkati Tuhan, dia menjadi kaya, makin lama makin kaya dan menjadi sangat kaya! Amin!

  • Berkat 1000x lipat
  • Ulangan 1:11, "TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu."

    The Secretariat
    Patricia King, seorang nabiah dari Amerika belum lama ini berkunjung ke Indonesia, dan sempat bertemu dengan saya di SICC. Dalam pertemuan tersebut dia mengisahkan tentang seekor kuda balap yang bernama "The Secretariat" dan memenangkan turnamen "Triple Crown". Dalam setiap perlombaan, kuda tersebut awalnya selalu berada di urutan belakang, namun menjelang putaran akhir melakukan sprint yang luar biasa sehingga memenangi lomba tersebut dengan jarak yang jauh sekali. Hal ini sangat mengherankan semua orang, karena jika seekor kuda dipacu sekencang itu, jantungnya bisa pecah dan mati, tetapi tidak demikian halnya dengan The Secretariat. Ketika akhirnya kuda tersebut mati, dilakukanlah otopsi untuk mempelajari hal itu, dan mereka mendapati bahwa jantung The Secretariat, 3x lebih besar dari jantung kuda lain.

    Nubuatan Patricia King
    Selesai bercerita demikian, Patricia King bernubuat tentang saya, "Tuhan bicara: Tuhan sudah memberikan hati Pak Niko yang sudah diperluas, diperbesar. Sehingga engkau akan mudah untuk bergerak dan engkau akan menjadi suara bagi orang miskin. Engkau akan ditanya oleh banyak orang apa rahasianya selama ini, dan itu karena hatimu yang sudah diperluas oleh Tuhan."

    Saya lalu bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, bagaimana hati saya diperluas oleh Tuhan?" Dan Tuhan menjawab, "Pada saat engkau meresponi ketika Aku memberikan hati-Ku kepadamu!"

    Hati Tuhan Yesus itu adalah: KASIH. Pada saat saya meresponi kasih yang Tuhan berikan, maka hati ini diperluas. Melihat orang-orang yang miskin, melihat orang-orang yang perlu dibantu, maka hati ini diperluas. Menjadi mudah untuk memaafkan dan mengampuni karena hati yang diperluas oleh Tuhan. Dan setelah itu tiba-tiba Tuhan memberikan ayat Ulangan 1:11 tadi, yaitu tentang berkat 1.000x lipat.

    Kalau berkat itu diberikan kepada saya, itu juga berarti berkat diberikan kepada Saudara.

    • Berkat 100x lipat untuk Ishak itu adalah berkat secara materi.
    • Berkat 1000x lipat itu adalah berkat kebahagiaan, damai sejahtera, keluarga yang diberkati.

    Itulah semua yang Tuhan janjikan! Saudara, kalau kita mempunyai ketiga berkat ini, maka berkat materi bukanlah berkat yang kita agung-agungkan. Berkat materi memang kita perlukan, tetapi itu bukanlah yang utama, tetapi berkat kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati itu jauh melebihi berkat materi tersebut, dan itulah yang Tuhan janjikan. Haleluya!

Saudara, jangan berhenti memberikan kasih! Pada saat Saudara memberikan kasih yang seperti itu, menabur dan berjalan maju serta jangan berhenti, maka Tuhan berjanji engkau akan menuai dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya! Mazmur 126:5-6, "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."

Saudara, di dalam menabur hal-hal yang baik, belum tentu orang akan menerimanya. Seringkali kita harus mencucurkan air mata, "Saya mau menabur yang baik, kenapa justru salah paham sehingga saya malah dicemooh?" Tetapi saya mau beritahu Saudara, jangan berhenti menabur yang baik! Maju terus! Karena firman Tuhan berkata, "Engkau pasti pulang dengan bersorak-sorai, sambil membawa berkat-berkat-Nya!"

Respon kita terhadap perintah-perintah Tuhan

Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi? Menaburlah! Ketika Tuhan Yesus menabur firman-Nya dan manusia meresponinya, ada 4 tingkatan respon yang terjadi (Matius 13:3-8), yaitu:

1. Benih jatuh di tepi jalan

Burung-burung datang lalu memakannya sehingga habislah benih itu. Benih di sini berbicara tentang firman Tuhan. Jadi ada orang yang mendengar firman Tuhan dan tidak mengerti, karena benih itu diambil oleh Iblis sehingga tidak terjadi apa-apa.

2. Benih jatuh di tanah yang berbatu

Benih ini sempat tumbuh tetapi tidak lama, karena begitu ada panas terik langsung layu dan mati. Ini berbicara tentang orang yang mendengar firman Tuhan dan langsung berkata, "Amin! ... Amin! ...", tetapi tidak lama; karena begitu ada penganiayaan dan tekanan terhadap firman itu, maka dia murtad dan tidak menjadi orang percaya lagi.

3. Benih jatuh di tanah bersemak duri

Benih tersebut bertumbuh juga tetapi tidak normal, sebab ia dihimpit oleh semak duri se-hingga tidak berbuah. Ini adalah jenis orang yang mendengar firman Tuhan dan mengerti serta menerimanya, tetapi tidak bisa berbuah, sebab terhimpit oleh kekuatiran dunia dan tipu-daya kekayaan.

4. Benih jatuh di tanah subur

Benih yang ditabur jatuh di tanah yang subur, sehingga ia tumbuh dan bukan hanya sekedar bertumbuh, melainkan berbuah 100x, 60x, 30x. Multiplikasi dan promosi terjadi!

Dari 4 keadaan tersebut, sebetulnya yang ada di gereja dan kelihatan setia setiap minggu beribadah itu hanya 2, yaitu yang nomor 3 dan 4.

Memang mungkin saja ada orang yang baru datang beribadah, mendengar firman lalu tidak mengerti lalu hilang lagi, tetapi ingatlah bahwa Tuhan Yesus pernah berkata, "Kalau tidak berbuah, maka akan dipotong!" (Yohanes 15:2). Setelah dipotong carang tersebut segera menjadi kering, artinya hatinya menjadi kering, sehingga men-dengar firman rasanya kering dan semua akhirnya menjadi kering. Begitu kering, dikumpulkan orang lalu dibuang ke dalam api untuk dibakar! Betapa ngerinya hal ini.

Jadi, Saudara dan saya yang berkumpul di tempat ini hanya termasuk dalam 2 keadaan tadi, yaitu berbuah atau tidak berbuah. Tetapi saya berdoa supaya jangan sampai terjadi yang seperti dibakar tadi. Mengapa? Karena yang seperti itu semua ujung-ujungnya adalah duit!

Firman Tuhan berkata, "Akar segala kejahatan adalah cinta uang!" (1 Timotius 6:10). Alkitab berkata, kita tidak boleh ingin menjadi kaya (Amsal 23:4), tetapi menjadi kaya itu boleh! Punya uang itu boleh, tetapi cinta uang, itu yang tidak boleh!

Karakter gereja di akhir zaman

Kitab Wahyu pasal 2 dan 3, adalah pesan Tuhan Yesus kepada 7 sidang jemaat atau 7 gereja.

Ada 2 tafsiran yang keduanya saya setuju, yaitu:

  1. Ketujuh gereja ini berbicara tentang 7 karakter gereja di akhir zaman. Jadi di akhir zaman ini ada gereja yang seperti jemaat Efesus, Laodikia, Smirna, dan sebagainya.
  2. Ketujuh gereja ini berbicara tentang perkembangan gereja menurut sejarahnya.
    • Efesus, adalah gereja di tahun 30 - 100
    • Smirna, gereja di tahun 100 - 312
    • Pergamus, gereja di tahun 312 - 590
    • Tiatira, gereja di tahun 590 - 1517
    • Sardis, gereja di tahun 1517 - 1750
    • Filadelfia, gereja di tahun 1750 - 1905
    • Laodikia, gereja di tahun 1905 - Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua

Jadi sekarang ini kita berada di zaman gereja yang bernama Laodikia. Gereja di sini bukan berbicara tentang sinode tertentu, melainkan Gereja adalah kita semua. Bagaimana dengan keadaan jemaat di Laodikia?

Wahyu 3:14-16 menuliskan bahwa jemaat di Laodikia itu tidak dingin atau panas tetapi suam-suam kuku. Artinya karakter gereja atau orang-orang Kristen di akhir zaman kebanyakan seperti itu. Mengapa? Sebab mereka berkata seperti ini, "Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, ..." (Wahyu 3:17) Semua ini berbicara tentang duit!

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan berbicara kepada saya dan ini sudah sangat sering Tuhan katakan terutama kepada anak-anak atau orang-orang yang baru lulus sekolah serta baru akan mulai bekerja. Hati-hati! Banyak yang melihat bahwa euphoria dunia dikira seperti itu. Itu tidak benar!

  1. Akan berakibat buruk terhadap kita
    1 Timotius 6:9-10, "Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." Contoh di Alkitab, yaitu Gehazi dan Yudas Iskariot.
  2. Tidak sesuai dengan tujuan hidup kita
    • Roma 11:36, "Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!"
      Kita mengerti bahwa kita diciptakan oleh Tuhan, tetapi untuk apakah kita diciptakan Tuhan? Kita diciptakan Tuhan untuk memuliakan Dia! Tidak ada yang lain!
      Misalnya, kita membuat sebuah ban mobil, tetapi tiba-tiba ban itu berubah menjadi kaca mobil! Tentu saja kita akan heran dan berkata, "Mengapa ban berubah jadi kaca mobil, untuk apa kamu berubah jadi kaca?" Itu sama dengan kita. Kita diciptakan oleh Tuhan untuk memuliakan Dia!
    • Matius 6:19-20, "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."
      Artinya, panggilan orang percaya adalah mengumpulkan harta di sorga. Artinya menjadikan Tuhan sebagai tujuan hidup kita dengan demikian segala sesuatu yang kita lakukan bukan lagi untuk kepentingan kita sendiri, melainkan untuk kepentingan Tuhan.
      Sekarang mari kita cek diri kita masing-masing, misalnya kita diberkati dengan uang yang banyak, untuk apakah itu? Sebagian akan berkata, "Wah, enak ... saya bisa beli rumah, mobil, perhiasan, dsb". Tanpa bertanya kepada Tuhan, karena pikirnya, "saya sudah memberikan perpuluhan." Jadi berpikir bahwa sisanya setelah persepuluhan itu adalah miliknya sendiri, padahal kita ini hanyalah pengelola, sedangkan pemiliknya adalah Tuhan Yesus.

Kunci agar tidak terikat cinta uang

Supaya kita tidak terikat cinta uang dan jangan mempunyai hasrat ingin menjadi kaya atau mengejar uang, kuncinya adalah memberi!

  • Orang muda yang kaya
  • Dia datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, setelah itu ikutlah Aku." Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, ia langsung ‘ngeloyor’ pergi. (Matius 19:16-22).

  • Zakheus
  • Dia adalah seorang pemungut cukai tetapi dia begitu ingin bertemu dengan Tuhan Yesus. Karena dia pendek, maka dia naik pohon supaya dapat melihat Tuhan Yesus. Begitu ia disapa Tuhan Yesus, "Hai Zakheus, turunlah Aku mau ke rumahmu!", mendengar itu Zakheus senangnya luar biasa. Tuhan Yesus belum berkata apa-apa, tetapi di rumahnya Zakheus berkata, "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Apa kata Tuhan Yesus? Kata Yesus kepadanya: "Mulai hari ini keselamatan terjadi bagi seluruh keluargamu!" (Lukas 19:2-9).

  • Rick Warren
  • Dia adalah penulis buku The Purpose Driven Life dan The Purpose Driven Church. Buku-buku tersebut menjadi best sellers dan sebenarnya royalti dari penjualan buku-buku tersebut adalah haknya, tetapi apa yang dia lakukan? Ternyata dia membuat yayasan yang menampung seluruh keuntungan dari penjualan buku-bukunya tersebut. Dan dia hanya mengambil 10% saja sedangkan yang 90% adalah untuk pelayanan.

  • Kesaksian seorang hamba Tuhan – Pengusaha
  • Saya kenal dengan seorang hamba Tuhan, dia juga seorang pengusaha yang diberkati luar biasa. Jadi, dia bukan hanya diberkati dalam hal uang saja, tetapi juga kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati dialaminya semua. Dia bercerita kepada saya, "Pak, saya dan istri mempunyai pengertian tentang memberi. Saya berkata kepada istri saya bahwa kamu boleh beli tas Hermes atau apa pun yang mahal-mahal ... silakan beli. Kita naik mobil Mercy atau yang bagus-bagus itu boleh, tetapi jangan beli sebelum kita memberi kepada orang miskin. Jadi kalau kamu mau beli tas Hermes, misalnya 50 juta, maka sebelumnya kamu harus lebih dulu memberikan kepada orang miskin sebesar 50 juta juga. Demikian juga kalau mau beli Mercy, dan sebagainya".

  • Kesaksian pribadi
  • Saya mau bersaksi tentang diri saya, ini bukan untuk kesombongan tetapi supaya Saudara mempunyai gambaran. Saya diizinkan Tuhan untuk mere-kam sampai dengan volume ke-8. Umur saya sudah 62 tahun, tetapi sekarang Tuhan memberikan satu kasih karunia kepada saya, di mana suara saya dan nafas saya lebih panjang dibanding dulu. Saya juga jauh lebih sehat dibandingkan dulu. Dan setiap kali album rekaman saya dijual, memang berada di urutan atas. Dulu pada waktu awal-awalnya rekaman, saya mempunyai seorang produser di mana mereka yang membiayai dan saya mendapatkan bagian dari hasil rekaman tersebut. Tetapi saya mau beritahu Saudara bahwa hanya sedikit dari hasil tersebut yang saya pakai, dan yang lainnya saya berikan untuk pelayanan. Akhir-akhir ini saya malah disuruh untuk menjadi produser; membiayai semua biaya produksi dan setelah itu semua keuntungannya diserahkan kepada SICC. Hal ini sudah dilakukan untuk beberapa volume dan yang terakhir juga sama, tetapi bahkan untuk dibagi-bagikan seperti yang sudah saya saksikan kepada Saudara, supaya terjadi kesembuhan, mujizat dan pertobatan. Itulah yang saya lakukan!

Iblis hanya menawarkan berkat secara materi, tetapi kebahagiaan, damai sejahtera dan keluarga yang diberkati itu tidak bisa Iblis tawarkan! Meski memiliki banyak uang, tetapi terus menerus mengalami konflik. Jadi nomor satu, menjadi kaya itu tidak apa-apa asalkan Tuhan yang memberi, seperti Ishak yang diberikan rahasianya oleh Tuhan. Bukan kekayaan yang didapat dengan ‘sikat sana-sikat sini’ atau seperti cara dunia yang berkata ‘korupsi’ dan ‘manipulasi’. Bukan itu! Berhati-hatilah!

Apakah Saudara mau mengalami Multiplikasi dan Promosi? Hari ini Firman Tuhan sudah dibukakan dan mari kita lakukan. Amin!