Kunci untuk hidup mengalami Perkenanan Tuhan (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Kunci untuk hidup mengalami Perkenanan Tuhan
Niko Njotorahardjo-20111203-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 1 Januari 2012
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Saudara yang dikasihi Tuhan, saya ingin mengucapkan, "Selamat Tahun Baru 2012, Tuhan Yesus memberkati Saudara berlimpah ... limpah ... limpah ... limpah!" Haleluya!

Saya mau mengajak Saudara untuk menoleh sejenak ke tahun 2011 yang sudah kita lalui bersama-sama. Mungkin ada diantara Saudara yang di dalam tahun 2011 mengalami hal yang enak ataupun yang tidak enak, tetapi Saudara harus tahu satu hal, apa pun yang terjadi dan apa pun yang Saudara alami di tahun 2011, Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara. Amin!

Saudara, Tuhan Yesus itu baik, sungguh baik dan sangat baik kepada kita. Dan biarlah kita mengawali tahun 2012 dengan memperkatakan, "Tuhan Yesus, Engkau baik, Engkau sungguh baik dan sangat baik kepada saya!".

Kasih Tuhan Yesus selalu baru setiap pagi. Kasih Tuhan Yesus selalu baru setiap minggu. Kasih Tuhan Yesus selalu baru setiap bulan, Kasih Tuhan Yesus selalu baru setiap tahun. Kita harus percaya hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Tahun 2012 akan lebih baik dari tahun 2011! Mengapa? Karena kasih Tuhan selalu baru setiap pagi.

Saudara, memasuki tahun 2012 pesan Tuhan terdapat dalam 2 Korintus 6:2, yaitu: Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Berdasarkan ayat ini Tuhan memberikan tema untuk tahun 2012, yaitu: "Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan!" Mari yang percaya perkatakan bersama saya, "Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan! Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan!" Amin!

Seperti sudah saya katakan bulan yang lalu, tahun 2011 dan tahun 2012 adalah tahun yang berhubungan satu dengan yang lain. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah tahun dengan "musim ganda". Jadi saya simpulkan bahwa, "Tahun 2012 adalah tahun multiplikasi dan promosi karena perkenanan Tuhan! Mujizat masih ada!" Haleluya!

Saudara yang sudah mengalami multiplikasi dan promosi di tahun 2011, maka di tahun 2012 Saudara akan mengalaminya lebih lagi. Bagi yang belum, berarti masih dipersiapkan oleh Tuhan dan tahun 2012 adalah tahun milik Saudara untuk mengalami multiplikasi dan promosi. Amin!

Tahun perkenan Tuhan; artinya Tuhan yang berkenan dan bukan karena kita yang berjasa atau karena kita pandai dan hebat sehingga mendapatkan itu, tetapi karena Dia yang berkenan. Tuhan-lah yang berkehendak!

Jadi memasuki tahun 2012, Saudara akan banyak mengalami apa yang disebut dalam 1 Korintus 2:9, ... "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Saudara akan mengalami apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah timbul dalam hati, mengapa? Sebab Tuhan berkenan dan mujizat masih ada! Haleluya!

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo dalam DPPJ SICC, 03 Desember 2011

Daftar isi

I. Tiga fenomena akhir jaman

Saudara yang dikasihi Tuhan, di tahun 2012 dan seterusnya, ada satu hal yang harus Saudara ketahui, yaitu Roh Kudus sedang dicurahkan luar biasa. Hari-hari ini Saudara akan melihat Roh Kudus akan melanda benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika dan Australia. Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya secara luar biasa. Pada waktu Roh Kudus dicurahkan, sesuai Yoel 2:28-32 maka ada 3 hal yang akan terjadi, yaitu:

  1. Tiga generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Anak-anak, pemuda dan orang-orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa.

    Hari-hari ini kita tidak boleh membeda-bedakan antara anak-anak, pemuda dan orang tua. Tiga generasi unity dan menjadi satu. Kalau dulu ada yang berkata: "Mari kita adakan kebaktian Sekolah Minggu, supaya mereka tidak mengganggu kebaktian orang tua", tetapi sekarang tidak bisa; karena ketiga generasi itu akan diperlakukan sama. Sebab Tuhan akan memakai mereka secara luar biasa dan jangan salah mengira, karena anak-anak kecil itu mungkin lebih dewasa rohani dibandingkan kita. Mengapa? Karena Roh Kudus sedang dicurahkan hari-hari ini dan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua!

  3. Goncangan-goncangan akan terjadi
  4. Hal ini pasti terjadi meskipun kita tidak mengaminkannya. Kalau kita ingat pada waktu memasuki tahun 2011, maka kita lihat tiba-tiba negara-negara Arab digoncang-goncang. Kita pasti terheran-heran dan berkata, "Hah? Mengapa bisa ya?"

    Sekarang Uni-Eropa sedang digoncang juga dan ke depan goncangan-goncangan ini akan semakin keras.

  5. Pertobatan jiwa-jiwa besar-besaran
  6. Akan banyak orang yang berseru kepada Nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada Nama Tuhan akan diselamatkan! Amin!

II. Hidup sejahtera di tengah goncangan

Saudara, pada waktu goncangan-goncangan terjadi, Tuhan memberikan pesan kepada kita sebagai berikut:

1. Menjadi anggota Kerajaan Allah

Ibrani 12:26-29, ... "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga." Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan."

Saudara, hari-hari ini semua yang bisa digoncang akan digoncang, tetapi ada satu yang tidak bisa digoncang, apakah itu? KERAJAAN ALLAH! Sebagai anggota Kerajaan Allah, kalau kita tidak mau digoncang maka kita harus melakukan dua hal seperti tertulis di atas, yaitu:

  1. Mengucap syukur
  2. Memasuki tahun 2012 marilah kita banyak mengucap syukur.

    1 Tesalonika 5:18 berkata "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

    Apa pun yang terjadi biarlah kita tetap mengucap syukur sebab rencana Tuhan itu pasti baik.

  3. Beribadah kepada Allah dengan cara yang berkenan
  4. Kita harus beribadah kepada Allah kita dengan cara yang berkenan, yaitu dengan hormat dan takut. Bagaimana cara beribadah yang berkenan kepada Dia?

    • Menjaga hati
    • Roma 12:1 berkata "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

      Ibadah dengan cara yang berkenan adalah mempersembahkan tubuh ini. Tubuh ini harus dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Untuk mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup, Saudara harus ingat bahwa ada ayat yang berkata demikian, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

      Saudara, berhati-hatilah dengan hati kita. Memasuki tahun 2012 jangan sampai hati kita dikotori dengan iri hati, kemarahan, kepahitan, dan sebagainya. Hati-hati! Sebab itu akan membuat kita menjadi mati! Jadi, kalau kita mempersembahkan sesuatu yang mati, itu Tuhan tidak berkenan!

      Sebagai ibadah kita yang sejati Tuhan mau supaya tubuh ini dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Oleh sebab itu jagalah hati!

      Ayat tadi berkata, "Jagalah hati-mu ...". bukan hati-nya sebab hati orang lain itu urusan orang itu sendiri. Jadi kita masing-masing harus menjaga hati kita sendiri.

      Saudara, besi memang menajamkan besi, tetapi kalau sampai itu mengotori hati hingga kepahitan, maka kita akan rugi sendiri.

    • Jangan serupa dengan dunia
    • Roma 12:2 berkata; Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

      Ibadah yang sejati adalah mengetahui manakah kehendak Allah, yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Oleh sebab itu kita harus berubah oleh pembaharuan budi kita. Artinya, pikiran kita yang harus berubah dan tidak boleh memakai pikiran yang lama, tetapi harus memakai pikiran Kristus.

      2 Korintus 5:17 berkata; "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

      Pada waktu Saudara mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya percaya Roh Kudus masuk ke dalam hati kita sehingga hati kita menjadi baru, pikiran kita menjadi baru, emosi dan kehendak kita juga diperbaharui, tetapi jangan lupa bahwa sifat-sifat yang lama, pikiran-pikiran yang bertentangan dengan kehendak Tuhan; itu tetap aktif dan tidak langsung hilang!

      Karena itu Roma 8:13 berkata; "Sebab, jika kamu hidup menurut daging (artinya, hidup yang lama), kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."

      Saudara, ini adalah pesan Tuhan yang sangat kuat sebab hari-hari ini dunia sedang memancing Saudara untuk hidup dalam daging. Dunia sedang berusaha terus untuk memancing Saudara, tetapi kita jangan sampai lupa untuk terus hidup dalam Roh Kudus yang ada di dalam kita supaya kita hidup.

      Untuk itu perlu usaha dan kedisiplinan yang mana ini merupakan peperangan terus setiap hari antara kedagingan dan pikiran yang menurut Roh. Hari-hari ini banyak dari anak-anak Junior Church yang menjadi sasaran iblis atau dunia untuk menarik mereka dan bukan hanya mereka saja, tetapi supaya kita semua hidup dalam kedagingan.

      Mungkin Saudara berseru kepada seseorang, "Hei, berubah! ... Berubahlah!", sebenarnya orang itu ingin berubah, tetapi tidak bisa berubah. Sebenarnya kuncinya adalah berjalan menurut Roh Kudus. Kita yang percaya Tuhan Yesus, Roh Kudus itu sudah ada di dalam kita. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua harus menumpangkan tangan atas anak-anak kita dan katakan, "Penuh Roh Kudus…Penuh Roh Kudus!", lalu kemudian ajarkan kepada anak-anak kita untuk hidup menurut Roh Kudus dan jangan hidup menurut kedagingan. Saudara, saya lihat itulah jalan satu-satunya daya tarik dunia dan daya tarik iblis yang makin kuat hari-hari ini. Iblis berusaha kalau bisa sebelum kedatangan Tuhan Yesus kali yang kedua, kita semua mengikuti dia! Tetapi tidak! Kita bukanlah orang-orang yang hidup mengikuti iblis, tetapi kita semua adalah pengikut Tuhan Yesus. Amin!

2. Jangan takut

Hagai 2:6-9 berkata; "...Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!

"Janganlah takut!", kata Tuhan sebab ... Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

Ada berapa banyak Rumah-Nya Tuhan di tempat ini? Kalau Saudara Rumah-Nya Tuhan, maka itu akan mengalir kepada Saudara.

Saudara, perhatikan baik-baik! Kalau Saudara melihat goncangan-goncangan, janganlah takut! Sebab Tuhan berkata bahwa Roh-Nya akan tetap tinggal di tengah-tengah kita. Roh-Nya akan tinggal di dalam kita. Haleluya! Sebab pada waktu itu terjadi sesungguhnya Saudara sedang menantikan sesuatu yang luar biasa, yaitu perpindahan kekayaan! Mungkin selama ini ada yang takut di antara Saudara, hal ini pun pernah saya alami. Jangan mengira bahwa saya tidak pernah mengalaminya, karena saya pernah mengalaminya bahkan setelah menjadi hamba Tuhan. Tetapi mari saya mau ingatkan Saudara;

  • 1 Yohanes 4:18 berkata, "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
    Mungkin Saudara tetap berkata, "Tetapi saya takut, Pak!". Saya mengerti kalau ada ketakutan seperti itu, tetapi firman Tuhan tadi berkata bahwa di dalam kasih itu tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Kalau kita takut itu mengandung hukuman.
  • Dan 1 Yohanes 4:16b berkata, " Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia."

Saudara, mari perhatikan baik-baik; memasuki tahun 2012 Saudara harus lebih banyak berdoa seperti ini, "Tuhan, penuhi hamba-Mu dengan kasih-Mu, ya Tuhan!", kalau kita dipenuhi dengan kasih, artinya kita minta dipenuhi dengan Dia sendiri, sebab Allah adalah kasih.

Saudara perhatikan, pesan-pesan ke depan ini adalah pesan-pesan tentang dipenuhi oleh Roh Kudus dan berjalan menurut Roh Kudus. Kita harus menekankan hal ini baik-baik.

Anak-anak muda, mari tekankan hal ini juga baik-baik dan jangan biarkan karena engkau muda sehingga dengan mudahnya engkau bisa dipikat oleh dunia. Tetapi saya percaya hari-hari ini Roh Kudus akan menjaga Saudara. Tetapi inilah yang penting dan kita harus mengerti dan minta kepada Tuhan seperti ini, "Bapa, penuhi aku dengan kasih-Mu ... penuhi aku dengan kasih-Mu!", maka nanti Saudara akan lihat seperti apa yang sudah saya alami, begitu kasih Tuhan memenuhi kita lebih lagi maka ketakutan itu lenyap. Saya tahu bahwa ketakutan itu tidak enak di mana melihat ini takut, mendengar itu takut, dan sebagainya; tetapi kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Dan saya berdoa tidak ada yang ketakutan lagi. Memasuki tahun 2012 biarlah hati Saudara penuh dengan sukacita karena kita tahu ini adalah hari perkenanan Tuhan. Haleluya!

III. Kunci untuk hidup dalam Perkenanan Tuhan

Tahun 2012 adalah tahun perkenan Tuhan. Apakah Saudara mau mengalami perkenanan Tuhan? Syarat untuk kita mengalami perkenanan Tuhan tidak lain adalah hidup kita harus berkenan kepada Tuhan. Amin! Saya berdoa agar setiap Saudara hidupnya berkenan kepada Tuhan.

1. Tinggal di dalam damai sejahtera

Kita baru saja merayakan Natal dan pada waktu Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia ini, para gembala yang pada waktu itu ada di padang menjaga domba-dombanya menyaksikan satu pemandangan yang luar biasa, yang baru mereka saksikan seumur hidup mereka. Mengapa? Karena di langit mereka lihat sesuatu yang luar biasa, yaitu para malaikat dan bala tentara sorgawi memuji-muji Tuhan pada waktu kelahiran Tuhan Yesus, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”

Saudara perhatikan baik-baik, “….damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya…”, artinya; kalau Saudara hidup berkenan di hadapan Tuhan, maka tandanya: ada damai sejahtera.

Saudara, ini penting! Meskipun tidak ada orang lain yang tahu, tetapi nanti dampaknya pasti akan kelihatan juga. Tidak peduli apakah Saudara orang kaya, orang berpangkat, hamba Tuhan atau pendeta besar sekali pun, pokoknya kalau Saudara tidak mengalami damai sejahtera dalam hidup Saudara, maka itu berarti bahwa hidup Saudara tidak berkenan di hadapan Tuhan!

Yang tahu hanya Saudara sendiri dan Saudara harus melakukan introspeksi kalau sudah seperti itu. Kalau orang itu peka, maka begitu mulai ada konflik, misalnya melihat orang lain timbul iri hati atau emosi, itu tandanya tidak ada damai sejahtera. Sebab kalau kita penuh dengan damai sejahtera, maka ketika melihat ada orang yang menjadi lebih baik, kita bisa berkata, “Puji Tuhan!” dan tetap ada damai sejahtera di hati. Damai sejahtera di sini bukan damai sejahtera yang dari dunia, sebab damai sejahtera yang Tuhan maksud adalah meski kita sedang dalam proses, tetapi kita tetap memiliki damai sejahtera itu. Ketika hidup kita sedang dalam prosesnya Tuhan; itu memang keadaannya tidak enak, tetapi di situ justru kita tetap memiliki damai sejahtera yang daripada Tuhan.

Saya berdoa, memasuki tahun 2012 ini semua mengalami damai sejahtera. Tidak peduli dalam keadaan apa pun, Saudara tetap memiliki damai sejahtera, sehingga bisa terus memuji-muji Tuhan.

2. Hidup dalam kebenaran

Yesaya 32:15–17, ”Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan. Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Haleluya!

Sampai dicurahkan kepada kita Roh (Roh Kudus) dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan … artinya, sebelum kita menerima Roh Kudus atau sebelum Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, maka hati kita disebut padang gurun. Tetapi begitu hati kita dipenuhi oleh Roh Kudus, maka padang gurun itu berubah menjadi kebun buah-buahan yang mengeluarkan buah-buah roh.

Lalu dikatakan tadi bahwa … Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran… pada waktu hati kita masih padang gurun, maka yang berlaku adalah keadilan, tetapi begitu hati kita dipenuhi oleh Roh Kudus, maka yang berlaku adalah kebenaran.

Keadilan dan kebenaran

Firman Tuhan berkata, ”... siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. (Matius 5:39–41), tetapi beda dengan keadilan.

Keadilan akan berkata, “… kalau ada orang yang menampar pipi kananmu, maka pukullah balik! Keadilan berkata, “Kalau ditampar pipi kiri, balas tampar lagi pipi kirinya, kalau perlu 4x! Sebab untuk apa orang itu pukul saya?” Misalkan Saudara ditinju, maka supaya adil kita harus membalas dengan meninju orang itu, kalau perlu rontokkan giginya! Itulah keadilan!

Tetapi kebenaran tidak seperti itu, kebenaran akan berkata, “Ditampar pipi kiri, maka berikan pipi kanan. Kalau ada orang yang memaksa untuk meminta bajumu, maka serahkanlah juga jubahmu. Kalau ada orang yang memaksa Saudara untuk berjalan 1 mil, maka berjalanlah bersamanya 2 mil. Kalau ada orang yang berbuat jahat kepada Saudara, balaslah dengan kebaikan dan doakan mereka”. Itulah kebenaran!

Selagi kita baru memasuki tahun 2012, saya mau bertanya kepada Saudara dan biarlah Saudara men-check diri sendiri, yang ada pada Saudara apakah keadilan atau kebenaran?

  • Yesaya 32:17, “Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.” Jadi kalau yang ada di dalam Saudara adalah kebenaran, maka artinya Saudara berkenan kepada Tuhan.
  • Yesaya 48:18-19, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, dan keluargamu akan diberkati Tuhan.”

Kalau kita mau hidup dalam damai sejahtera dan berbahagia, maka kuncinya adalah melakukan kebenaran. Memang kelihatannya bodoh, “Gimana sih kamu, sudah ditampar malah diberikan pipi yang satunya lagi. Bukannya membalas tamparan itu!” Kalau Saudara masih berkata seperti itu, artinya Saudara masih di ‘padang gurun’. Kalau Saudara masih di ‘padang gurun’, engkau tidak akan mengalami damai sejahtera. Kalau masih menggunakan metode padang gurun, maka tidak akan ada ketenangan dan ketentraman, lupakan itu!

Tetapi saya percaya kita semua mempunyai Roh Kudus, karena itulah saya berkata supaya Saudara terus minta dipenuhi oleh Roh Kudus. Mengapa? Karena misalkan hari ini Saudara dipenuhi Roh Kudus, mungkin nanti 3 hari lagi bisa kurang penuh. Jadi perlu setiap saat kita berkata kepada Tuhan, “Tuhan, penuhi saya dengan Roh Kudus-Mu…penuhi saya dengan Roh Kudus-Mu!” Bukan artinya kita hanya sekali dipenuhi Roh Kudus untuk selama-lamanya bisa penuh, tidak demikian! Melainkan kita harus terus-menerus minta dipenuhi Tuhan dengan Roh Kudus-Nya. Memasuki tahun 2012, mari kita lakukan hal ini. Jika Saudara mau melihat sesuatu yang luar biasa, maka jadilah orang yang berkenan kepada Tuhan. Amin!

3. Hidup yang menyembah Tuhan

Pada waktu Tuhan Yesus lahir, ada orang-orang Majus (orang-orang bijaksana) yang datang dari timur mencari bayi Yesus. Setelah mereka menemukannya, mereka menyembah Tuhan Yesus. Orang yang menyembah Tuhan Yesus adalah orang yang berkenan kepada Dia. Kalau Saudara mau menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan, Saudara harus menyembah Dia.

Saya ingat bagaimana ketika permulaan saya melayani Tuhan. Waktu itu saya sering mengatakan tentang pengucapan syukur, pujian dan penyembahan yang mana semua ada bedanya.

  • Pengucapan Syukur
Mengapa kita harus memberikan pengucapan syukur? Karena apa yang telah Dia perbuat di dalam hidup ini. Tetapi Tuhan mau kita mengucap syukur dalam segala hal, enak maupun tidak enak. Seringkali kita mengucap syukur hanya dalam keadaan enak, tetapi Tuhan mau supaya kita mengucap syukur dalam segala hal. Saudara, ini penting! Kita mengucap syukur karena apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita dan kebaikan yang sudah kita terima daripada-Nya.
  • Pujian
Mengapa kita memuji Tuhan? Karena Dia hebat! Dia dahsyat! Dia berkuasa dan penuh dengan mujizat! Siapa yang dapat melawan Dia? Tidak ada! Oleh karena itulah kita memuji Tuhan.
  • Penyembahan
Penyembahan itu tidak karena Dia hebat atau karena kita menerima berkat-berkat dari Tuhan. Dalam penyembahan kita berbicara tentang pribadi Tuhan Yesus. Penyembahan itu artinya kita intim dengan pribadi Tuhan Yesus. Kalau Saudara hidup intim dengan seseorang, saya percaya Saudara tidak akan berkata seperti ini, “Saya dikasih-kasih sesuatu terus sama dia, makanya saya intim dengan dia”. Atau karena orang itu hebat, maka saya intim dengan dia. Tidak begitu! Intim itu karena pribadinya. Itulah penyembahan! Dan seperti inilah yang Tuhan mau, kita datang kepada Tuhan dan intim dengan-Nya bukan karena berkat-berkat-Nya. Selama diberkati selalu berkata, “Terima kasih, Tuhan … Terima kasih, Tuhan!” dan hidupnya intim dengan Tuhan. Tetapi begitu tidak diberkati sudah tidak ada keintiman lagi. Itu bukan penyembahan!

Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini yang Tuhan mau kita melihat pribadi Tuhan Yesus dan intim dengan Dia. Itulah yang menyenangkan Tuhan Yesus dan itulah yang membuat hidup Saudara berkenan kepada Tuhan. Ada berapa banyak yang mau menyembah?

Teladan Orang Majus membawa persembahan kepada Tuhan

Mari kita belajar dari Orang Majus. Orang Majus menyembah Tuhan dengan cara membawa 3 macam persembahan, yaitu:

  1. Emas
  2. Emas berbicara tentang berkat secara materi. Tuhan mau itu dipersembahkan kepada Tuhan untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan pernah berkata, “Emas dan perak Aku yang punya …”, jadi apa yang ada pada kita, yaitu berkat secara materi; sebenarnya bukan kepunyaan kita, itu semua barang titipan. Kita adalah pengelolanya, sedangkan pemiliknya adalah Dia! Kalau Tuhan berkata, “Berikan kepada ini … berikan kepada itu”, dan sebagainya; marilah kita taat dan mempersembahkannya. Jadi kalau kita mempersembahkan atau memberi dan kita kelihatan generous (murah hati), itulah yang Tuhan mau. Tetapi satu yang menjadi motivasinya, yaitu semua untuk kemuliaan Tuhan dan bukan untuk kemuliaan diri sendiri!

    Di luar sana, kita akan menjumpai banyak orang ‘murah hati’ yang berani memberi dengan jumlah yang sangat besar. Tetapi apa yang menjadi motivasinya? Mungkin supaya dirinya terkenal, supaya kelompoknya terkenal atau supaya golongannya terkenal dan itu bukan penyembahan. Tetapi bagi kita yang menyembah Tuhan Yesus, kita memberi kepada Tuhan adalah untuk kemuliaan Tuhan. Amin!

  3. Kemenyan
  4. Ini berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Ini berbicara tentang keintiman dan itulah yang Tuhan mau. Saudara, orang yang menyembah Tuhan Yesus, hidupnya intim dengan Tuhan.

  5. Mur
  6. Mur adalah bahan untuk obat yang menyembuhkan dan menyehatkan. Hari-hari ini pengurapan mujizat sedang turun. Saudara akan melihat kesembuhan dan kelepasan ke depan ini akan lebih dahsyat lagi. Tuhan mau agar Saudara yang sudah disembuhkan tubuhnya dari sakit-penyakit, mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan. Amin!

Bangsa Indonesia yang sedang sakit ini akan Tuhan sembuhkan, transformasi pasti terjadi atas Indonesia. Mari kita persembahkan tubuh kita kepada Tuhan, artinya kita berdoa dan berusaha supaya kesejahteraan dan kesembuhan terjadi pada bangsa ini. Kalau Saudara mau hidup berkenan di hadapan Tuhan, maka perkenanan Tuhan akan turun atas Saudara. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, bulan ini kita mempersembahkan persembahan persepuluhan yang pertama di tahun ini, tetapi bulan depan adalah waktunya kita memberikan persembahan buah sulung kepada Tuhan. Persembahan buah sulung adalah persembahan yang Saudara dapatkan pada bulan Januari ini. Pengertiannya, memang paling sedikit adalah persepuluhan, tetapi saya percaya bahwa buah sulung dan persepuluhan itu tidak sama. Buah sulung itu pasti lebih besar dari hanya sekedar perpuluhan. Seperti tahun yang lalu di mana Tuhan meminta kepada saya, persembahan buah sulung yang menurut saya itu sangat besar, tetapi saya tahu bahwa itu adalah buah sulung. Dan ketika saya taat, saya mengalami diberkati secara luar biasa oleh Tuhan. Saya juga percaya bahwa Saudara pun mengalami hal yang sama.

Kalau hari ini kita mempersembahkan persepuluhan yang pertama di hari yang pertama di tahun ini, tetapi bulan depan mari Saudara persiapkan buah sulung dan biarlah Saudara berdoa untuk hal itu. Saya percaya, apa yang Saudara berikan sebagai buah sulung, itu menjadi ukuran berapa banyak Tuhan akan melipat-gandakan apa yang akan Tuhan berikan kepada kita semua. Amin!