Kunci mengalami terobosan (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Kunci mengalami terobosan
Sutadi Rusli-100110b-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 Januari 2010
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan. Mulai awal tahun 2010, setiap kali saya menyampaikan firman Tuhan, saya mau mengingatkan apa yang sudah Tuhan ingatkan kepada kita sejak tahun lalu, bahwa Tuhan datang segera. Saya mau ingatkan supaya kita senantiasa mempersiapkan diri, waspada, dan berjaga-jaga, karena kedatangan Tuhan Yesus amat sangat segera, sehingga tidak ada satu pun yang akan ketinggalan. Kita harus tetapi hidup dalam iman percaya pada Yesus Kristus, bukan hanya pada awal kekristenan kita saja, tetapi tetap hidup dalam kemurnian sampai akhirnya Tuhan datang menjemput kita.

Apa yang harus kita lakukan dalam menantikan kedatangan Tuhan?

2 Timotius 4:2,
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

2 Timotius 4:2 (BIS, Bahasa Indonesia Sehari-hari),
Hendaklah engkau mengabarkan berita dari Allah itu, dan terus mendesak supaya orang mendengarnya, apakah mereka mau atau tidak. Hendaklah engkau meyakinkan orang, menunjukkan kesalahan, dan memberi dorongan kepada mereka. Ajarlah orang dengan sesabar mungkin.

Menjadi tugas Saudara dan saya, untuk mengingatkan keluarga dan teman-teman kita bahwa Tuhan datang segera.

Ada juga sebagian orang percaya yang berpikir untuk keselamatan itu hanya percaya saja beriman menerima Yesus Kristus, tetapi dalam perjalanan kita menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, Filipi 2:12 berkata,

Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Mari sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, kita tetap mengerjakan keselamatan kita, hidup dalam kebenaran Tuhan.

Hari-hari ini kita sudah membuka tahun 2010 dengan tema Tahun Terobosan atau The Year of Breakthrough, di mana boleh terjadi pemulihan, kelimpahan, dan terobosan dalam segala perkara.

Sejak ibadah tutup dan buka tahun, saya sudah mulai menyampaikan apa saja yang harus kita ikuti agar kita mengalami terobosan demi terobosan. Hari ini saya mau bagikan lebih lagi, supaya kita juga lebih lagi mengalami terobosan, baik dalam kesehatan, keuangan, bisnis, dan dalam keluarga Saudara.

Yesaya 54:2-3,

Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Ini menjadi satu pesan Tuhan untuk mengalami terobosan. Mengapa saya dibawa Tuhan sampai pada ayat ini?

Kata mengembang dalam bahasa Ibraninya adalah parats, artinya adalah menerobos, mengembang, atau breakthrough. Ayat ini berbicara bahwa apa saja yang Saudara lakukan akan mengalami terobosan,. Kemudian bahkan dilanjutkan dengan keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. Saudara akan mengalami terobosan dalam keluarga lepas keluarga. Yang belum punya anak, Tuhan akan menggenapi dan terobosan-terobosan dalam kehidupan Saudara boleh terjadi.

Pada hari-hari ke depan, kita akan merenungkan lebih banyak lagi. Pada awal 2010, saya membuka dengan satu tema, yaitu bagaimana ada 12 langkah yang harus kita lakukan. Pada hari ini, ada 5 poin supaya ayat ke-3 ini boleh terjadi dalam kehidupan pribadi lepas pribadi. Poin-poin ini mungkin dapat menjadi tema-tema tersendiri setiap minggunya.

Ada 5 perkara untuk kita lakukan dan disimpan di dalam hati kita sebagai kunci untuk mengalami terobosan:

  1. Lapangkanlah tempat kemahmu
  2. Bentangkanlah tenda tempat kediamanmu
  3. Janganlah menghematnya
  4. Panjangkanlah tali-tali kemahmu
  5. Pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu

Lapangkanlah tempat kemahmu

Ini berbicara mengenai buka paradigma, wawasan pikiran kita pada hari-hari ini. Mengapa orang tidak mengalami terobosan, karena paradigma dalam pikiran mereka masih sangat dikuasai, iblis masih menguasai, tapi saat ini mari kita pakai pikiran Kristus supaya janji-janji Tuhan digenapi dalam kehidupan kita.

Kalau kita mengingat apa yang diajar Tuhan, bahwa peperangan yang paling besar bukan ada di timur tengah, bukan antara Israel dengan negara-negara di sekitarnya, tapi peperangan terbesar ada di dalam pikiran kita pribadi lepas pribadi. Tuhan tahu di dalam pikiran manusia ada begitu banyak hal yang masuk. Berdasarkan sebuah survei, dalam sehari setiap manusia masuk-keluar dalam pikirannya 50 ribu hal yang akhirnya membuat orang mengalami keletihan dan kegagalan. Oleh karena itu Paulus memberikan sebuah tantangan untuk memakai pikiran Kristus dan mengisi pikiran kita dengan pikiran Kristus.

Filipi 4:8,

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

"Pikirkanlah semuanya itu" dalam bahasa Ibraninya adalah logizomai, artinya Tuhan ajar agar kita memasukkan yang baik dan positif dalam pikiran Saudara. Ada banyak orang yang punya pikiran yang negatif, tapi mulai pagi ini kita masukkan pikiran-pikiran yang benar.

Kita buka paradigma kita. Ada sebuah buku bagus yang mengupas khusus mengenai Filipi 4:8, di mana kalau kita mau mengalami terobosan, kita pikirkan apa yang dijanjikan Tuhan dalam kehidupan kita.

Siapa yang hapal nama-nama orang dari jaman Adam sampai Israel? Saya pernah baca waktu Sekolah Teologi dulu, dari semua nama itu, ternyata ada satu nama yang begitu memberkati banyak orang percaya, dan biarlah apa yang dia lakukan menjadi berkat bagi Saudara, menjadi terobosan-terobosan bagi hidup Saudara.

1 Tawarikh 4:9,

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: "Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan."

Dari sekian ratus nama, ada satu nama Yabes, yang artinya sorrow atau kesakitan atau pain. Ternyata Yabes diberi nama oleh orang tuanya adalah Kesakitan atau Sorrow, berarti dia adalah anak yang tertolak, karena diberi nama demikian.

Pada waktu saya melayani suatu keluarga, mereka bercerita mengenai anaknya yang luar biasa nakalnya. Saya mulai menggali apa yang terjadi dengan anak ini pada waktu kecil bahkan hingga dari kandungan. Anak ini tanpa disadari, menjadi anak yang selalu melawan, rusuh, troublemaker dalam keluarga mereka. Ternyata anak ini tertolak sejak anak itu dilahirkan. Dia mengharapkan anak perempuan, tapi ternyata lahir bayi laki-laki. Ketika suster membawa bayi itu ke ibunya, anak itu ditolak oleh ibunya. Memang anak itu belum bisa melihat, tapi dia telah memiliki hubungan batin dengan ibunya. Tapi akhirnya dengan kuasa nama Yesus, hubungan keluarga itu, antara orang tua dengan anaknya itu dapat dipulihkan.
Sejak beberapa bulan lalu, Tuhan mengingatkan kita untuk lebih lagi memperhatikan keluarga kita masing-masing. Alkitab menyatakan bahwa keluarga amatlah penting di mata Tuhan. Terutama para pria, suami, ayah dalam keluarga, harus menyadari bahwa mereka adalah iman. Artinya pria sebagai kepala keluarga harus mendoakan anggota keluarga dan mengajak keluarga mereka untuk membangun mezbah keluarga. Pria juga adalah nabi dalam keluarga, artinya pria harus membagikan, mengajarkan firman Tuhan dalam keluarga. Dan bagaimana mungkin pria dapat mengajarkan firman pada anggota keluarganya jika ia sendiri tidak pernah menjadi teladan dalam melakukan kebenaran firman? Selanjutnya pria juga adalah sebagai raja dalam keluarga, artinya memerintah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, jika ya katakan ya dan jika tidak katakan tidak.
Lebih ekstrim lagi, ada seorang psikolog lebih dari 30 tahun bahkan Ph.D. dari Amerika Serikat. Dari pengalamannya konseling anak-anak yang diadukan oleh orang tuanya sebagai anak yang nakal. Dari apa yang disampaikan anak-anak itu, dia bisa mengetahui bahwa ternyata salah satu pasangan pasti pernah berselingkuh entah pada waktu anak itu dibesarkan ataupun ketika dia masih dalam kandungan.
Mari kita sama-sama mau memberikan keturunan Ilahi demi nama Yesus Kristus. Bila ada yang mengalami hal-hal seperti ini, mari datang kepada hamba-hamba Tuhan, supaya bisa terjadi terobosan dalam nama Yesus Kristus.

Kembali ke Yabes. Dia tertolak oleh orang tuanya, tapi dia tidak mau menyerah dalam satu situasi yang mengekang dia, malah dia menjadi orang yang berhasil dan mengalami terobosan-terobosan yang dahsyat. Yabes membuka paradigmanya, berdoa kepada Tuhan, tidak terus menerus dalam tekanan bahwa dia tertolak. Dia berdoa dan membawa sebuah perubahan yang dahsyat dalam nama Tuhan. Little prayer, giant results. Doa yang sangat singkat tapi membawa hasil yang luar biasa.

1 Tawarikh 4:10,

Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Setiap pagi salah satu yang saya perkatakan adalah doa Yabes. Saya ketik lalu saya print dan saya tempelkan di tembok. Ada ayat-ayat tertentu dari firman Tuhan yang saya tempel di tembok kamar saya. Setiap pagi saya berhadapan dengan tulisan-tulisan itu dan saya memperkatakan firman Tuhan itu. Dimulai dari pagi hari, mari kita isi pikiran kita dengan apa yang suci, yang mulia, dengan janji-janji firman Tuhan. Maka sepanjang hari itu, bahkan sampai sepanjang tahun sekalipun, janji-janji Tuhan akan digenapi dalam kehidupan Saudara.

Yesus pernah tiga kali dicobai oleh iblis setelah selesai dia berpuasa 40 hari. Setiap kali Tuhan dicobai, Dia selalu mengalahkan pencobaan iblis tersebut dengan memperkatakan firman Tuhan ""ada tertulis...". Jika Saudara mau mengalami kemenangan dan terobosan, maka Saudara juga harus melakukan seperti yang Yesus lakukan, yaitu memikirkan dan mengucapkan firman Tuhan. Pada waktu iblis mulai menyerang Saudara dengan perkataan-perkataan kekuatiran, tekanan, ketakutan, intimidasi, dan sebagainya, kalahkan serangan iblis dalam pikiran Saudara dengan mengingat dan memperkatakan janji Tuhan, maka kita akan mengalahkan tipu muslihat iblis, serta mengalami kemenangan dan terobosan.

Lapangkanlah tempat kemahmu, berbicara mengenai buka paradigma kita, isi dengan kebenaran firman Tuhan, supaya kita dapat mengalami terobosan demi terobosan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Bentangkanlah tenda tempat kediamanmu

Saat tenda dibentangkan, maka tenda tersebut akan mengembang/menegang.

Matius 9:16-17,

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Ini berbicara mengenai kantong yang baru. Hari-hari ini Tuhan mau memberikan anggur yang baru, berkat-berkat yang baru, suka cita baru, sesuatu yang baru, terobosan yang baru untuk kehidupan kita. Haleluya! Tapi kantong kita pun harus yang baru. Jangan pakai kulit yang lama. Kita sekarang sedang ada pada akhir dari akhir zaman. Kalau kita lihat orang-orang di sekitar kita, banyak sekali yang tega, tambah lama tambah jahat. Tapi memang mereka menggenapi firman Tuhan, orang jahat dan penipu akan bertambah jahat. Tapi kita yang sudah hidup dalam kebenaran, mari kita hidup semakin benar dalam nama Tuhan Yesus.

2 Timotius 3:1-5,

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Saya berdoa agar jangan ada di antara kita yang seperti dalam ayat-ayat ini. Jangan kita beribadah tapi berperilaku seperti itu, masih memakai kirbat yang lama sehingga tidak ada terobosan. Mari kita pakai Kirbat yang baru. Apa itu kirbat yang baru? Kolose 3:5-10,

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Mari kita mau menjadi manusia yang baru. Terus selaraskan hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan. Tinggalkan manusia lama kita dan menjadi manusia yang baru.

Janganlah menghematnya

Siapa yang mau diberkati oleh Tuhan? Kita semua mau diberkati berlimpah-limpah oleh Tuhan. Hanya berkat Tuhan yang menjadikan kita orang-orang percaya menjadi kaya. Tuhan berkata mengenai jangan menghemat, ini berbicara mengenai persembahan, mengenai korban.

Firman Tuhan mengatakan lebih baik memberi dari menerima (Kisah 20:35). Jangan ada lagi orang Kristen bermental untuk meminta-minta. Kita harus berbalik 180 derajat, firman Tuhan berkata beri maka akan diberi.

Ada orang-orang sedang mempertanyakan, bagaimana kita menghitung persepuluhan kita? Ini menjadi diskusi yang panjang lebar. Sebentar lagi, Gereja akan mengeluarkan sebuah arahan, bukan dalam bentuk angkanya, tapi arahan bahwa kita memberi karena kita mengasihi Tuhan. Kita sebenarnya tidak memiliki apa-apa, sebetulnya 100% Tuhan yang punya. Kita sekedar pengelola saja. Semuanya adalah milik Tuhan.

Ada orang yang menghitung persepuluhan begitu ruwet dan menjelimet sampai rupiah terkecil sampai ke koma-komanya. Saya pikir kenapa tidak dibulatkan saja? Kalau kita hitung-hitungan dengan Tuhan, Tuhan juga akan hitung-hitungan dengan kita. Tapi waktu kita tidak hitung-hitungan dengan Tuhan, Tuhan juga akan menggerojogi kita dengan berkat-berkat-Nya.

Waktu Natal di SICC, para pelayan yang bagian menghitung persembahan menemukan persembahan berbentuk bermacam-macam. Ditemukan ada uang seribuan berbentuk origami burung-burungan. Ada satu dus uang yang sangat kumal, sudah sangat dekil, itu diberikan untuk persembahan bagi Tuhan. Saudara, berikan yang terbaik bagi Tuhan, maka Tuhan akan memberikan bahkan yang lebih baik lagi bagi Saudara.

Gereja kita mau melakukan terobosan pada tahun 2010 ini untuk meningkatkan kerohanian dan supaya Saudara lebih diberkati lagi. Hamba-hamba Tuhan di Gereja ini sudah sepakat, mulai Februari 2010, kita akan memberikan persembahan umum dan khusus di dalam amplop persembahan tanpa tutup dari bahan yang tebal yang bisa dipakai berulang-ulang, supaya uangnya jangan dilipat-lipat atau diremas-remas. Nanti sebelum kita masukkan ke dalam kotak persembahan, setiap Saudara yang membawa persepuluhan dan persembahan, akan mengangkat persembahan itu bersama-sama dan didoakan terlebih dahulu oleh hamba Tuhan di depan.

Panjangkan tali-tali kemahmu

Ini berbicara mengenai tembok-tembok yang diruntuhkan. Ingat bagaimana Tuhan menyuruh Yosua untuk mengelilingi tembok Yerikho selama enam hari dan pada hari yang ketujuh tembok Yerikho runtuh.

Ini berbicara mengenai doa, pujian, dan penyembahan yang ditingkatkan lagi. Kita juga akan kembali mengaktifkan kubu-kubu doa dalam kelompok-kelompok COOL yang ada. Saat kita menaikkan doa, pujian, dan penyembahan, maka kita akan melihat tembok-tembok rohani yang didirikan oleh iblis diruntuhkan, dan akan ada banyak tawanan yaitu jiwa-jiwa akan dilepaskan, penuaian jiwa-jiwa akan kita alami.

Pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu

Ini berbicara mengenai kuatkan dan teguhkan hati kita di dalam Tuhan. Ada banyak masalah, ada banyak tantangan di tahun 2010 ini, tetapi kita harus menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk tetapi percaya akan janji Tuhan bagi kita.

Mazmur 92:13a, Orang benar akan bertunas seperti pohon korma.

Saudara pernah makan korma? Benih korma itu ditanam dengan cara dimasukkan di tanah dan ditekan dengan batu. Lalu benih korma itu bertumbuh ke atas tapi tidak bisa karena mentok mengenai batu, lalu akarnya semakin kuat memanjang ke bawah mencari sumber air, sampai akhirnya dia bertumbuh semakin kuat dan bisa tumbuh ke atas menjebol batu penahannya menjadi sebuah pohon yang kokoh. Pohon korma banyak terdapat di padang-padang gurun, yang memiliki cuaca ekstrim. Sekalipun suhunya panas luar biasa di siang hari dan dingin sekali di malam hari, tapi pohon korma tetap kokoh.

Demikian pula dengan hidup Saudara, ketika Saudara terus memperkuat akar rohani Saudara sambil menyerap air kehidupan yaitu kuasa firman Tuhan, maka rohani Saudara akan bertumbuh semakin kuat dan akhirnya Saudara sanggup mengatasi segala penghalang yang merintangi perjalanan Saudara dalam Tuhan.

Mari kita tetap kuat dan teguh karena Tuhan mau buat perkara yang besar dan dahsyat dalam kehidupan kita.

Tuhan Yesus memberkati.