Hati-hati dengan hatimu! (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Hati-hati dengan hatimu!
Niko Njotorahardjo-20120204-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 5 Februari 2012
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita sudah memasuki bulan yang kedua dalam tahun 2012. Pada waktu memasuki tahun 2012 Tuhan memberikan ayat dari 2 Korintus 6:2, “Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Berdasarkan Firman itu Tuhan memberikan tema: “Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan!” Mari yang percaya, katakan bersama saya, “Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan. Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan! Mujizat masih ada!” Haleluya!

Saudara yang sudah mengalami multiplikasi dan promosi di tahun 2011, maka di tahun 2012 Saudara akan mengalaminya lebih lagi. Bagi yang belum, mungkin sedang dipersiapkan oleh Tuhan dan tahun 2012 adalah tahun di mana Saudara akan mengalaminya. Kalau Saudara mau mendapat perkenanan Tuhan, maka Saudara harus menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Kalau Saudara menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan, maka Saudara akan mengalami apa yang disebut dalam 1 Korintus 2:9, “... Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Haleluya!

Masuk tahun 2012 Saudara camkan baik-baik, tahun 2012 ini adalah tahun dimulainya atau awal penuaian jiwa besar-besaran di akhir zaman. Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua. Penuaian jiwa itu terjadi karena pencurahan Roh Kudus secara luar biasa sesuai Yoel 2:28-32.

Ada 3 hal yang akan terjadi pada waktu Roh Kudus itu dicurahkan, yaitu:

  1. 3 Generasi akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Anak-anak, pemuda dan orang-orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa.

  3. Goncangan-goncangan akan terjadi
  4. Hal ini pasti terjadi meskipun kita tidak "mengaminkannya".

  5. Penuaian jiwa yang besar
  6. Melalui kedua hal tersebut, akan banyak orang yang berseru kepada Nama Tuhan. Dan mereka yang berseru kepada Nama Tuhan akan di-selamatkan. Amin!

Saudara, Tuhan telah berpesan kepada banyak hamba Tuhan serta para nabi, termasuk kepada saya; bahwa akan muncul satu generasi yang luar biasa dari anak-anak muda. Dari mereka yang berumur 31 tahun ke bawah atau yang lahir di tahun 1981 ke atas akan muncul anak-anak muda yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Bukan berarti kita yang berumur 31 tahun ke atas tidak dipakai, tetapi Tuhan secara khusus memperlihatkan bahwa akan banyak anak-anak muda yang akan dipakai-Nya. Kemarin pada waktu doa pengerja di SICC ada ribuan anak muda yang hadir. Saya sebetulnya hanya mau mengurapi sekitar 400 orang, tetapi tiba-tiba mereka seperti digerakkan oleh Tuhan sehingga hampir 3000 orang yang maju untuk diurapi. Saya tahu bahwa inilah saatnya di mana Saudara akan melihat mereka bergerak dan penuaian besar itu akan terjadi. Amin!

Syarat untuk memperoleh perkenanan Tuhan

Saudara yang dikasihi Tuhan, sekali lagi saya ingin bertanya kepada Saudara, apakah Saudara mau mengalami perkenanan Tuhan? Jika ya, maka jadilah orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Untuk menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan, ada beberapa hal yang harus kita lakukan:

I. Hidup dalam Firman Tuhan dan Roh Kudus

Pada waktu Tuhan Yesus selesai dibaptis, Dia keluar dari air lalu Roh Kudus seperti burung merpati turun memenuhi Tuhan Yesus. Ketika itu terdengarlah suara, “Inilah Anak-Ku (Putra-Ku) yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan!”

Mengapa pada waktu itu Allah Bapa berkata bahwa Tuhan Yesus berkenan? Karena:

  1. Tuhan Yesus melakukan Firman Tuhan, yaitu dibaptis
  2. Tuhan selalu berkata kepada kita, “Perhatikan perintah-perintah-Ku!” dan dalam Wahyu 2-3 yaitu di akhir dari pesan kepada jemaat-jemaat dikatakan, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”.

  3. Karena Tuhan Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus
  4. Tahun 2012 dalam kalender kita bertepatan dengan tahun 5772 dalam kalender Yahudi yang kita sebut sebagai tahun ‘Ayin Bet’ (72). ‘Ayin’ berbicara tentang mata, yaitu mata Tuhan dan mata kita. Mata Tuhan tertuju kepada kita dan Dia mau menuntun dan menunjukkan jalan kepada kita mana yang harus ditempuh. Tetapi untuk mengerti akan hal itu, mata kita pun harus senantiasa tertuju kepada Dia. ‘Bet’ artinya bait atau rumah, jadi tubuh kita ini adalah rumah-Nya Roh Kudus.

II. Memuliakan Tuhan dengan tubuh kita

1 Korintus 6:19-20, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Tubuh kita ini milik-Nya Tuhan Yesus; bukan milik kita sendiri! Jangan ada yang berkata, “Tangan, tangan saya sendiri. Mata, mata saya sendiri. Uang, uang saya sendiri ... saya bisa pakai sesuka hati saya!” NO!

Dalam segala hal yang akan kita putuskan atau lakukan, kita selalu harus bertanya kepada Tuhan, sebab Dialah yang empunya hidup kita, sebab kita sudah dibeli dan harganya sudah lunas dibayar, yaitu oleh darah Yesus sendiri! Dan firman Tuhan berkata, “Karena itu muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu!”

Yabes itu artinya, penderitaan dan kesakitan. Dan keadaan Yabes memang seperti itu, yaitu menderita serta kesakitan, tetapi Yabes tidak mau tinggal diam, karena dia tidak mau tinggal dalam kesakitan dan penderitaan. Dia berdoa kepada Tuhan! (1 Tawarikh 4:9-10)

Ada 3 pokok doa yang dinaikkannya dan saya mau katakan bahwa ketiga pokok doa ini sebaiknya kita naikkan juga:

  1. “Tuhan, kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah …”
  2. “Tuhan, kiranya Engkau memperluas daerahku ...”
    ‘Perluas daerahku’ ini bisa diterjemahkan dengan: “Perluas visi saya ..., Perluas pelayanan saya ..., Perluas toko saya ..., Perluas usaha saya ..., dan seterusnya”. Saudara boleh meminta seperti itu, seperti saya juga meminta seperti ini, “Tuhan perluas pelayanan saya, perluas jiwa-jiwa, perluas visi saya ... dan seterusnya”
  3. “Tuhan, kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!”

Ada berapa banyak yang berdoa seperti ini? Artinya doa Yabes adalah doa kita semua dan kabar gembiranya adalah doa Yabes dikabulkan Tuhan! Apakah Saudara mau dikabulkan doanya? Alkitab berkata bahwa Yabes lebih dimuliakan daripada saudara-saudaranya. Mengapa? Karena Yabes memuliakan Tuhan. Itulah rahasianya.

Sesuai dengan apa yang Daud katakan dalam nyanyiannya, “Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.” (2 Samuel 22:26-27)

Saudara, jangan sampai di-‘belat-beliti’ Tuhan! Tetapi saya percaya bahwa Saudara semua adalah orang-orang yang suci, orang-orang yang setia, tidak bercela dan hidup memuliakan Tuhan dengan tubuhmu. Amin!

III. Memuliakan Tuhan dengan harta kita

Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Uang kita adalah milik-Nya Tuhan, oleh sebab itu muliakanlah Tuhan dengan hartamu, dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Kalau kita lakukan itu, maka lumbung-lumbung kita diisi penuh sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahan kita akan meluap dengan air buah anggurnya. Amin!

Hari ini kita berada di bulan Februari dan kita diminta oleh Tuhan untuk memberikan buah sulung. Buah sulung artinya persembahan kita yang merupakan hasil pertama dari tahun 2012. Kalau dihitung per bulan, maka itu merupakan hasil dari bulan Januari. Ada yang berpendapat bahwa buah sulung itu adalah persepuluhan, tetapi bagi saya itu bukan persepuluhan, melainkan lebih dari persepuluhan. Malah tadi firman Tuhan berkata bahwa buah sulung adalah hasil pertama dari segala (seluruh) penghasilanmu. Oleh sebab itu, buah sulung itu pasti lebih dari persepuluhan dan saya sendiri akan mentaati firman Tuhan dengan memberikan seluruh penghasilan saya di bulan Januari.

Biarlah Saudara berdoa tentang hal ini karena saat inilah waktunya. Dan Tuhan berjanji, memasuki tahun 2012 kalau kita lakukan itu, maka lumbung-lumbung kita akan diisi penuh sampai melimpah ... limpah ... limpah dan bejana pemerahan kita akan meluap dengan air buah anggurnya.

  • ‘Lumbung’ itu bukan hanya tentang uang, karena uang itu adalah nomor kesekian. Bagi saya ‘lumbung’ itu adalah jiwa-jiwa. Saya percaya kalau saya lakukan ini, maka jiwa-jiwa yang bertobat itu akan begitu banyak. Ini adalah yang Alkitab katakan sebagai ‘berkat seratus kali ganda’.
  • Air buah anggur adalah tentang sukacita dan damai sejahtera yang akan diberikan Tuhan berlimpah-limpah. Ini adalah yang Alkitab katakan sebagai ‘berkat seribu kali ganda’; seperti janji Tuhan dalam Yesaya 48:18-19, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, dan ... keluargamu akan diberkati Tuhan.”

Memasuki tahun 2012 Tuhan berpesan kepada kita,

  • “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:31-33).
  • “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.” (Roma 14:17-19).

Apakah Saudara mau berkenan di hadapan Tuhan? Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya ... semuanya ... yaitu apa yang Saudara butuhkan; itu akan ditambahkan kepadamu. Amin!

IV. Hati-hati dengan hati kita

Ada satu pesan yang sangat kuat yang harus saya sampaikan, yaitu memasuki tahun 2012 Saudara harus hati-hati dengan hatimu! Mengapa?

Ketika Tuhan Yesus lahir, para gembala sedang menggembalakan ternak. Lalu mereka melihat satu pemandangan yang luar biasa, yang baru mereka saksikan seumur hidup mereka. Karena di langit mereka lihat sesuatu yang luar biasa, yaitu para malaikat dan bala tentara sorgawi memuji-muji Tuhan, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!”

Kalau Saudara mau menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan, maka Saudara harus memiliki damai sejahtera. Memang Raja Damai itu adalah Tuhan Yesus sendiri dan pertama-tama Dia memang harus ada di dalam kita, sampai orang lain dapat menyaksikan kita penuh dengan damai sejahtera, yaitu ada senyum, kata-kata positif serta kata-kata yang memberkati. Tetapi kalau kata-kata negatif yang kita berikan, apakah ada damai sejahtera di sana? Tidak ada selain kepahitan!

Damai sejahtera itu adalah masalah hati. Karena itu hati-hati dengan hatimu! Oleh sebab itu penuhi hati kita dengan damai sejahtera. Tidak peduli apakah seseorang itu orang yang berpangkat, orang kaya bahkan para pendeta besar sekalipun, kalau tidak memiliki damai sejahtera pastilah ia tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Tahun 2012 ini adalah tahun goncangan dan Tuhan sudah memberikan nasehat untuk menjaga hati dalam menghadapi goncangan-goncangan tersebut melalui Ibrani 12:26-29 dan Hagai 2:6-9.

Dan untuk itu ada 3 hal yang harus kita perhatikan:

  1. Banyak mengucap syukur
  2. Beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya
  3. Jangan takut

#1 Banyak mengucap syukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Saudara, kita hanya bisa mengucap syukur dalam segala hal dengan hati kita, bukan dengan pikiran kita!

  • Pikiran kita akan berkata, “Lho saya tidak enak begini kok mengucap syukur? Mengucap syukur karena yang enak dong!”
  • Tetapi hati kita bisa mengucap syukur dan berkata, “Tuhan, terima kasih, dalam keadaan yang enak maupun tidak enak saya mau mengucap syukur. Karena rencana-Mu terhadapku pasti rencana yang baik”.

#2 Beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya

Kita harus beribadah kepada Allah kita dengan cara yang berkenan, dengan hormat dan takut. Bagaimana caranya?

  1. Roma 12:1, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
  2. Yang paling penting kerohanian kita harus hidup terlebih dahulu, baru bisa kudus. Sebab kalau kerohanian kita sudah mati; itu sudah tidak bisa. Setelah kudus baru berkenan, kalau tidak kudus artinya tidak berkenan. Kuncinya, persembahkan yang hidup. Amin!

    Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kalau Saudara mau mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup, maka hatinya harus bersih. Ini berbicara tentang hati lagi, oleh sebab itu hati-hati dengan hatimu!

  3. Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
  4. Kita harus memakai pikiran Kristus supaya kita mengetahui manakah kehendak Allah, yaitu apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Kalau kita tidak memakai pikiran Kristus melainkan pikiran kita sendiri, maka kita tidak akan tahu kehendak Allah. Mungkin Saudara mempunyai sebuah pendapat, tetapi itu hanyalah good idea dan bukan God’s idea. Kalau Saudara mau mengetahui kehendak Allah, pakailah pikiran Kristus! Untuk bisa memakai pikiran Kristus, Saudara harus dipenuhi dengan Roh Kudus. Pada waktu kita percaya Yesus, Roh Kudus ada di dalam kita dan memeteraikan kita, selanjutnya Saudara harus meningkatkan kepenuhan Allah Roh Kudus di dalam diri Saudara.

    Yehezkiel 47:1-5 mengilustrasikan tingkatan-tingkatan kepenuhan Roh Kudus sebagai berikut:

    • Sepergelangan kaki. Ketika kita kepenuhan Roh Kudus sebatas pergelangan kaki, jika air yang dari Bait Suci itu deras mengalir kira-kira masih bisakah kita bergerak bebas melawan aliran air itu? Tentu bisa!
    • Selutut. Demikian pula jika dipenuhi Roh Kudus sebatas lutut, kita masih bisa bergerak bebas melawan arus meskipun agak berat.
    • Sepinggang. Orang yang dipenuhi Roh Kudus sebatas pinggang tetap masih bisa bergerak melawan arus, walaupun semakin berat dibandingkan sebatas pergelangan kaki atau selutut
    • Tenggelam. Tetapi orang yang dipenuhi Roh Kudus sampai tenggelam, dia sudah tidak bisa lagi bergerak melawan arus yang deras tadi. Dia hanya bisa berenang mengikuti arus, sebab dia tahu bahwa berenang melawan arus adalah usaha yang sia-sia. Dengan mengikuti arus artinya kita memakai pikiran-Nya Kristus dan bukan pikirannya sendiri lagi.

    Karena itu masuk tahun 2012, Tuhan berkata, “Engkau harus semakin dalam dengan Aku!” Saya berdoa setiap Saudara dipenuhi Roh Kudus jangan hanya sebatas pergelangan kaki saja, tetapi naik ke lutut dan terus tingkatkan sebatas pinggang sampai akhirnya tenggelam. Dan pada saat itulah Saudara akan mengetahui apa yang Tuhan kehendaki, dan Saudara akan berbahagia serta mengalami perkenanan yang Tuhan sediakan bagi setiap anak-Nya yang berkenan kepada-Nya. Amin!

#3 Jangan takut

Dalam menghadapi goncangan-goncangan itu, Tuhan berkata, ”Janganlah takut! Janganlah takut!” Dulu pada waktu saya sudah menjadi hamba Tuhan, saya banyak mengalami ketakutan dalam berbagai hal. Kemudian tiba-tiba Tuhan berkata, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18)

Akhirnya saya berkata, “Tuhan, Allah adalah kasih … penuhi hati saya dengan kasih-Mu, Tuhan. Penuhi saya dengan Engkau sendiri!”

Kalau Saudara terapkan hal itu, maka Saudara akan mengalami rasa takut tersebut tiba-tiba bisa hilang! Mengapa? Karena di dalam kasih tidak ada ketakutan. Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Haleluya!

V. Memenangkan peperangan rohani

Masuk tahun 2012 kita harus hati-hati dengan hati kita, mengapa? Tadi selain berbicara tentang damai sejahtera dan tahun goncangan-goncangan, tahun 2012 juga adalah tahun peperangan rohani. Betapa dahsyatnya Tuhan karena Dia sudah memberikan kuncinya supaya kita bisa memenangkan peperangan rohani tersebut. Dan kuncinya adalah:

  1. Unity
  2. Naik ke tempat yang tinggi

#1 Unity

Saya mau bersaksi tentang World Prayer Assembly (WPA). Indonesia memang dipilih untuk WPA yang kedua. Yang pertama, 28 tahun yang lalu di Korea Selatan dan Ps Yonggi Cho yang dipakai Tuhan. Setelah 28 tahun, WPA Kedua, Tuhan memilih Indonesia. Saya sampai bertanya kepada John Robb, “Apa yang Anda lihat mengenai Indonesia?” Dan dia memberikan 2 alasan mengapa Indonesia yang dipilih:

  1. Karena dilihat unity hamba-hamba Tuhan Indonesia adalah yang paling representatif di dunia.
  2. Orang Indonesia lebih serius dalam berdoa. Apa buktinya? Di Indonesia ada banyak Menara Doa.

WPA yang tadinya akan diadakan di 4 (empat) tempat, termasuk sehari di SICC, tetapi sekarang seluruhnya WPA akan diadakan di SICC! Hanya event tanggal 17 Mei malam akan diadakan di Gelora Bung Karno, selebihnya akan diadakan di SICC.

Pada tahun 2009 John Robb melihat foto SICC, tiba-tiba Tuhan berkata kepadanya bahwa nanti WPA akan diadakan di SICC. Mendengar itu dia sangat bersukacita, tetapi kemudian apa yang terjadi? Ternyata beberapa hamba Tuhan mengatakan bahwa SICC itu kurang ‘netral’. Walaupun SICC bukanlah gedung gereja, melainkan Convention Center tetap dianggap kurang netral, bayangkan kalau SICC adalah gedung gereja tentu lebih sulit lagi! Sehingga waktu itu diputuskan WPA akan diadakan di beberapa tempat termasuk sehari di SICC. Melihat itu John Robb sempat bingung dan bertanya, “Bukankah katanya unity; tetapi bagaimana bisa seperti ini?” Sampai dia membawa pendoa-pendoa dari luar negeri yang berjumlah 20 orang ke SICC dan semuanya berkata bahwa “Api” (New Wave) itu ada di sana.

Sempat diusulkan dari beberapa tempat itu di-pindahkan ke SICC, namun menimbulkan ‘perbedaan pendapat’. Akhirnya di tahun 2012, masuk tahun perkenanan Tuhan; para pemimpinnya sepakat bahwa memang harus pindah ke SICC.

Ternyata unity itu tidak mudah! Dan di saat terakhir, Bapak Bambang Wijaya, ketua umum WPA berkata, “Saudara-saudara, untuk unity itu sebenarnya tidak terlalu sukar. Unity bisa terjadi kalau ada kerendahan hati!”(Ini kembali lagi berbicara tentang hati). Begitu beliau menyampaikan pesan Tuhan tersebut, tiba-tiba mereka yang ‘berbeda pendapat’ itu berkata, “OK! Kita sepakat, semuanya pindah ke SICC!” Saya ingat kemudian beliau berkata, “Sekarang dengan WPA di SICC merupakan bukti bahwa ujian unity hamba-hamba Tuhan di Indonesia dinyatakan lulus!” Haleluya!

Setelah ini Saudara akan lihat nanti, seperti apa yang dilihat oleh banyak hamba-hamba Tuhan bahwa penuaian jiwa besar-besaran dan sesuatu yang besar akan terjadi terutama di Indonesia. Saudara bersiap-siaplah untuk itu! Mungkin sepertinya akan ada goncangan-goncangan besar dan gelombang-gelombang besar yang menakutkan, tetapi itu adalah gelombangnya Tuhan. Kalau Saudara ingat akan 3 nasehat Tuhan tadi, maka Saudara akan tahu bahwa itu adalah gelombangnya Tuhan, tetapi kalau Saudara tidak tahu, maka Saudara akan berkata bahwa itu adalah goncangan besar.

Unity itu tidak hanya berbicara tentang gereja saja, tetapi juga tentang hubungan suami-istri atau antar anggota keluarga lainnya.

Jika Saudara masuk dalam peperangan dan tidak dalam kesepakatan, maka Saudara akan kalah, tetapi saya berdoa supaya tidak ada seorang pun yang kalah, melainkan semuanya menang! Bahkan lebih dari pemenang. Amin!

Penglihatan Bob Jones

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada seorang nabi yang dipakai Tuhan dan masih hidup hingga se-karang, namanya Bob Jones. Pada tahun 2000-an ada utusan sorgawi datang, yaitu Malaikat Tuhan dan berpesan, “Katakan kepada umat-Ku di seluruh dunia, kalau Anda mau melihat mujizat kreatif terjadi (di mana mujizat kreatif akan menyebabkan terjadinya penuaian jiwa besar-besaran); lakukan Mazmur 133!” Apa itu Mazmur 133? Mazmur 133 berbicara tentang UNITY!

Utusan sorgawi itu berkata bahwa biasanya perpecahan itu terjadi karena ada ambisi. Kalau ada ambisi dan kepentingan diri sendiri, maka timbul kecurigaan. Kecurigaan mendorong ada-nya kompetisi, dan kompetisi itulah yang menyebabkan perpecahan. Saudara, kalau kita tahu tujuan kita adalah bersama-sama atau unity, maka tidak akan terjadi hal seperti ini.

Pada waktu itu ia mendapatkan satu penglihatan ada sebuah mobil pick-up tahun 1950-an berwarna oranye yang rusak. Di situ Tuhan berkata, “Ini berbicara tentang kebangunan rohani kesembuhan, hujan akhir tahun 50-an!” Yang rusak adalah hati yang dicemari oleh hal-hal duniawi, seperti kompetisi, uang, keserakahan sehingga ‘dihentikan’ oleh Tuhan dan itu diperlihatkan kepada Bob Jones supaya diberitahukan kepada orang-orang, agar jangan terjadi yang seperti ini. Kita sedang menghadapi penuaian jiwa besar-besaran, jangan sampai kita ‘diberhentikan’ oleh Tuhan, karena hati kita tidak tulus.

Kisah William Branham

Pada waktu itu ada seorang yang dipakai Tuhan luar biasa bernama William Branham. Dia adalah ‘jenderal’-Nya Tuhan. Apa yang terjadi? Setelah hatinya dipengaruhi oleh hal-hal seperti kompetisi, mengambil uang, dan sebagainya; maka sama seperti kebanyakan orang atau siapa saja, kalau sudah tidak berjalan di-‘rel’-nya Tuhan, tanda pertama adalah stres berat. Mengapa? Karena damai sejahtera meninggalkannya, dan diganti dengan stress berat. Selanjutnya stres berat itu menyerang syaraf, dan dia menjadi gila. Bayangkan, ‘jenderal’-nya Tuhan menjadi gila! Belum selesai sampai di situ, setelah gila ditambah lagi dengan tuli. Tidak hanya sampai di situ, entah bagaimana suatu hari dia menyetir mobilnya sendiri lalu tabrakan dan habislah sudah!

Kesaksian pribadi

Saudara, saya ngeri kalau ada yang seperti ini. Karena itu sejak 5 tahun yang lalu, ketika Tuhan percayakan ‘healing’ kepada kita, saya ingat ketika saya berada di Garden Tomb, Yerusalem, Tuhan berpesan kepada saya, “Niko, Aku berikan pelayanan ini kepadamu, peliharalah baik-baik. Dan kamu harus ingat 2 hal serta jangan kamu menyimpang dari 2 hal yang Aku katakan. Kedua hal itu adalah: Jangan curi kemuliaan-Ku dan jangan mengambil keuntungan pribadi dari pelayanan ini!”

Kalau sampai terjadi penyimpangan, maka akan terjadi seperti hamba Tuhan tersebut. Memang pelayanan ‘healing’ itu adalah pelayanan yang dahsyat, sehingga bisa saja dimanfaatkan untuk mencari uang, dan sebagainya. Tetapi Tuhan berpesan, supaya kita jangan mencuri kemuliaan-Nya dan jangan mencari keuntungan pribadi melalui pelayanan tersebut. Dan saya sudah berjanji kepada Tuhan untuk tidak akan melakukan kedua hal tersebut.

Saya ingat Tuhan Yesus pernah berkata dalam Matius 10:7-8, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Saudara, kita telah melakukan pelayanan ‘healing’ tersebut dalam 2 saluran:

  1. KKR Healing Movement
  2. Hari-hari ini kalau kita KKR, bukannya kita meminta sesuatu, tetapi kita justru memberi atau menabur, sebab biayanya kita tanggung sendiri seperti perintah Tuhan. Biayanya mahal dan saya terus berjalan keliling sampai kemarin terakhir sudah 188 kali. Saya melihat dengan mata sendiri, bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan dengan seketika orang sakit, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang yang sakit kanker dan tumor yang tiba-tiba hilang penyakitnya. Saya melihat ribuan orang yang disembuhkan Tuhan, dan saya hanya berkata, “Tuhan, saya tidak akan menghambat atau menghancurkan pekerjaan-Mu!”

  3. Siaran Televisi
  4. Belum lagi melalui siaran televisi di ANTV, yang mana kita harus mengeluarkan biaya untuk siaran tersebut. Baru-baru ini dari bagian media datang kepada saya dan berkata, “Pak, bagaimana ini; tarif siaran TV-nya hendak dinaikkan terus!”, tetapi saya katakan, “Bayar saja! Apakah kita mau melihat mujizat yang lebih besar? Mau lihat perbuatan-perbuatan Tuhan dinyatakan lebih besar? Untuk itu taburlah yang lebih besar!"

    Kadang-kadang kita mau melihat mujizat yang lebih besar, tetapi menaburnya sedikit. Itu tidak bisa! Kalau mau lihat yang besar, maka taburlah yang besar! Amin!

Kesaksian siaran pelayanan ‘Healing’ di ANTV

Saudara, ada SMS dari seorang pemirsa siaran kita di ANTV:

“Salam sejahtera. Terima kasih Saudara Pdt Niko, saya sudah disembuhkan walaupun tidak seiman. Mujizat! Tolong sampaikan terima kasih saya buat Pdt Niko dan maju terus untuk acara mujizatnya. Kronologis penyakit saya: “Saya menderita sakit peradangan tulang belakang. Sudah berobat di Malaysia, di Mesir dan terakhir mau ke Singapura tetapi ketika menyaksikan acara Pdt Niko, saya percaya! Dan 15 menit kemudian saya sembuh! Haleluya!”

Kesaksian tadi menyatakan bahwa sekalipun berlainan agama; asal percaya - bisa disembuhkan. Saya tidak tahu apa yang dipercayainya, tetapi yang jelas Tuhan menyembuhkannya.

Saya berkata kepada Tuhan, “Tuhan, kalau Engkau menyembuhkan orang yang mungkin baru kenal Engkau, masa’ anak-anak-Mu yang selalu menyebut nama-Mu tidak disembuhkan?”

Saudara, saya melihat kasih Tuhan itu begitu luar biasa. Kadang-kadang ada pendapat bahwa kalau mau mengalami kuasa kesembuhan dari Tuhan, harus dibaptis terlebih dahulu, setelah itu ikut katekisasi dan dibaptis; baru bisa mengalami kesembuhan Ilahi! Kadang-kadang pendapat itu ada benarnya, tetapi ada juga yang tidak; karena kasih Tuhan jauh lebih besar dari apa yang dipikirkan oleh manusia. Saya lihat kasih Tuhan Yesus itu sungguh luar biasa, dan jauh melampaui apa yang kita pikirkan.

Saudara akan mendapatkan jauh lebih besar dari apa yang Saudara doakan. Saya sering mengalami hal ini. Misalnya, saya berdoa minta ‘100’, tetapi Tuhan berikan ‘1000’ kepada saya. Perkenanan Tuhan adalah seperti itu dan saya banyak mengalami hal yang seperti itu. Saya berjanji, “Tuhan, saya tidak akan mencuri kemuliaan-Mu dan saya tidak akan mengambil keuntungan secara pribadi”. Dan ternyata Tuhan memberikan perpanjangan, sampai saat ini kita akan masuk dalam penuaian besar-besaran serta mujizat yang kreatif. Saya berdoa supaya jangan ada yang mencuri kemuliaan Tuhan.

Ketika Saudara diberkati dan berhasil, jangan katakan bahwa itu karena prestasi Saudara atau karena kehebatan Saudara. NO! Sebab kita ini tidak ada apa-apanya. Setiap kali mau melayani KKR, saya selalu gentar; sebab bagaimana orang yang lumpuh bisa berjalan, yang bisu-tuli sejak lahir bisa mendengar seketika? Apa yang dapat kita perbuat untuk hal seperti itu; bukankah secara kedokteran juga sudah tidak bisa berbuat apa-apa? Saya sadar, sesadar-sadarnya kalau bukan karena perkenanan Tuhan, mana mungkin mereka bisa disembuhkan? Demikian juga saya perlu berpesan kepada Saudara, memasuki tahun 2012 kalau Saudara mau diberkati, Saudara harus ingat bahwa itu semua bukan karena kehebatan kita, melainkan karena perkenanan Tuhan. Amin!

#2 Naik ke tempat yang tinggi

Saya ulangi bahwa tahun 2012 adalah tahun peperangan rohani dan jangan sampai kita kalah. Katakan bersama saya, Unity dan masuk masa perhentian atau naik ke tempat yang tinggi bersama Tuhan Yesus!”

Kalau Saudara melihat persoalan pada saat posisi Saudara di tempat yang rendah/di bawah; maka Saudara akan melihat masalah-masalah yang sedang ada di sekitar Saudara itu, semuanya besar-besar dan seperti mau menekan kita. Tetapi kalau Saudara naik ke tempat yang tinggi, maka hal yang sama itu akan terlihat kecil. Artinya, masalah kita masih tetap sama, tetapi karena kita naik ke tempat yang tinggi, maka persoalannya menjadi kecil, dan Saudara akan mudah mengatasi/menyelesaikan masalah itu. Inilah rahasianya, yaitu masuk dalam hadirat Tuhan.

Oleh karena itu mari kita lebih sering masuk dalam hadirat–Nya, banyak masuk ke Menara Doa. Dan untuk masuk dalam hadirat-Nya, kuncinya hati kita harus disucikan dan dikuduskan. Marilah kita berkata kepada Dia, “Tuhan, sucikan dan kuduskan hati ini, supaya saya layak untuk menghadap hadirat Tuhan”.

Saudara, orang yang congkak itu musuhnya Tuhan, tetapi orang yang rendah hati adalah kekasih-Nya Tuhan. Kadang-kadang mungkin kita berlaku congkak, karena itu kita perlu masuk hadirat Tuhan, supaya segala keangkuhan kita itu hilang. Saya berdoa supaya setiap Saudara mendapat perkenanan Tuhan berlimpah-limpah karena kita adalah orang-orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Amin!