Bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula! (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula!
Sutadi Rusli-20110710-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
Pdt Sutadi Rusli
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 Juli 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Tidak pernah berhenti kami ucapkan syukur Tuhan, terima kasih Bapa untuk kebaikan-Mu. Kami bersyukur untuk apa yang telah Kau kerjakan, sepanjang minggu-minggu, hari-hari yang lalu, Engkau begitu baik kepada kami, Engkau sangat mengasihi kami. Terima kasih.

Di hadirat-Mu aku puas
Di hadirat-Mu aku bebas
Di hadirat-Mu ada t'rang
Kehidupanku pernyataan kuasa kekuatan-Mu

Di hadirat-Mu kudatang
Persembahkan lagu di hadapan Rajaku

Hadirat-Mu yang membawakan kami kesembuhan, hadirat-Mu yang melepaskan kami, hadirat-Mu yang memerdekakan setiap umat-Mu, terima kasih Tuhan untuk hadirat-Mu. Kami bersyukur untuk hadirat-Mu yang ada di tengah-tengah kami, berkati setiap umat-Mu. Kami butuh akan Firman-Mu, karena Firman-Mu adalah kekuatan bagi hidup kami. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Haleluya, Amin.

Shalom, Saudara yang dikasihi Tuhan, saya percaya Saudara setiap pribadi diberkati dan bersukacita dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Pada bulan Juni 2011, Gereja kita berulang tahun yang ke-16. Kita sama-sama mendengarkan tema ultah ke-16 yaitu Lebih dari Pemenang. Sekarang kita masuk bulan Juli di mana dalam bulan Juli ini saya yang berulang tahun. Setiap kali saya berulang tahun, saya berdoa pada Tuhan, apa yang menjadi Firman Tuhan bagi saya pribadi. Beberapa minggu sebelum bulan Juli, Tuhan terus mengingatkan satu ayat, bahkan mungkin menegur saya, dan biarlah ini juga menjadi pesan Tuhan bagi kita semuanya.

Wahyu 2:1-7, Kepada Jemaat di Efesus

"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini menjadi pesan bagi saya secara pribadi, mungkin teguran dari Tuhan untuk saya pribadi. Sebagai seorang percaya, biarpun saya adalah seorang Hamba Tuhan tentu saya perlu ditegor dan diperingatkan oleh Tuhan. Biarkanlah pesan ini juga saya mau bagikan kepada Saudara. Saya mau bagi ini menjadi tiga pengertian atau makna yang akan saya sampaikan pada Saudara pada pagi hari ini.

#1 Hidup kita ada di dalam tangan Tuhan

Wahyu 1:20-2:1,

Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."
"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada satu pengertian dalam apa yang kita baca di atas itu, ketujuh bintang berbicara mengenai pemimpin dan kaki dian itu berbicara mengenai jemaat. Jadi ini berbicara mengenai pemimpin dan kelompok jemaat. Ini berbicara bagi kita, termasuk saya sebagai pemimpin, Gembala Sidang, dan Saudara sebagai jemaat.

Apa yang Tuhan katakan? Saya garis bawahi, "Dia, yang memegang".

Kalau hidup kita ada di dalam tangan Tuhan, ada sebuah pesan Tuhan dari Lukas 12:6-7, Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Saudara, lima ekor burung pipit hanya dua duit, harganya sangat murah. Artinya per ekornya burung pipit itu tidak ada harganya, sangat murah. Itu pun dipelihara Tuhan, apalagi kita yang adalah biji mata Tuhan! Saudara pasti dipelihara Tuhan. Hidup Saudara pasti ada dalam tangan Tuhan. Karena itu jangan takut! Karena hidup Saudara dan saya ada dalam tangan Tuhan.

Dalam Wahyu 2:1 dikatakan, … Inilah firman dari Dia, yang … berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.

Saudara, selain hidup kita ada di dalam tangan Tuhan, rupanya Tuhan berjalan di tengah-tengah Saudara dan saya. Artinya hidup Saudara dan saya, itu diperhatikan, dikontrol, diperiksa oleh Tuhan! Dia bukan saja memegang hidup saya, tapi dia juga kontrol dan perhatikan saya. Bukan hanya pegang hidup Saudara, tapi juga kontrol dan perhatikan hidup Saudara!

Apa yang Dia kontrol, perhatikan, monitor? Wahyu 2:2, Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

Ada 4 hal yang Tuhan kontrol perhatikan, dan monitor:

  1. Pekerjaan yaitu tanggung jawab Saudara dan saya. Coba Saudara renungkan, apa yang kita kerjakan hari-hari ini? Kita bisa bohongi pasangan hidup kita, bos kita, tapi kita tidak pernah bisa bohongi bos di atas segala bos. Mata Tuhan ada di mana-mana. Dia perhatikan yang Saudara dan saya lakukan. Apakah pekerjaan yang kita lakukan ini benar-benar sejalan dengan Firman Tuhan? Apakah kita sudah mulai menyerempet di luar Firman Tuhan? Apakah dengan cara duniawi? Tuhan perhatikan pekerjaan dan tanggung jawab kita karena mata Tuhan ada di mana-mana.
  2. Jerih payah, dalam bahasa aslinya adalah "banting tulang". Sehari rata-rata kita bekerja 8-10 jam. Tapi ada orang yang banting tulang, bukannya hanya kerja sampai jam 5 sore, tapi sampai jam 10 malam, jam 11 malam. Rasanya begitu berat, begitu capek banting tulang. Beberapa hari lalu, saya terima sms dari salah satu keponakan saya. Waktu saya baca sms-nya, saya sedih. Dia menjerit, "Om, saya tidak bisa lagi berdoa, saya sudah menjerit, saya sudah capek. Tapi saya mau tetap berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan." Di satu pihak saya merasa sedih, tapi saya bangga walaupun tertekan luar biasa, tapi dia mau tetap berpegang pada Firman Tuhan. Mazmur 37:23, TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

    Tuhan menetapkan langkah-langkah orang
    Yang hidupnya berkenan kepada-Nya
    Apabila ia jatuh tidak sampai tergeletak
    S'bab Tuhan menopang tangannya

    Tangannya, tangannya
    S'bab Tuhan menopang tangannya
    Apabila ia jatuh tak sampai tergeletak
    S'bab Tuhan menopang tangannya

    Apa yang kita gumulkan, Tuhan perhatikan dalam hidup kita. Jangan takut! Dia tidak akan pernah membiarkan kita jatuh sampai tergeletak.

  3. Ketekunan, bahasa lainnya adalah kesetiaan Saudara dan saya. Dia perhatikan apakah Saudara tetap setia untuk bergereja, melayani, mengembalikan persepuluhan, melakukan Firman Tuhan, dan tetap setia untuk berdoa? Ini Dia perhatikan, Dia monitor kita, Dia kontrol kita.
  4. Sabar. Waktu kita berulang tahun, Roma 12:12 katakan sabar dalam pengharapan. Dia lihat, apakah kita masih sabar menantikan pengharapan-pengharapan kita. Orang yang sabar … Tuhan! Amin.

#2 Kembali kepada kasih yang semula

Wahyu 2:4, Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

Jemaat Efesus adalah jemaat yang luar biasa, benar-benar tangguh, melakukan apa yang Tuhan suruh. Mereka tekun, sabar, luar biasa. Secara lahiriah, jemaat ini adalah jemaat yang luar biasa. Saya bisa lihat Saudara luar biasa, Saudara bisa lihat saya luar biasa, tapi itu semua dari luar. Tapi ternyata Tuhan tegor, Tuhan ingatkan saya, Tuhan ingatkan Saudara!

Sebuah ilustrasi. Ada dua buah cincin emas putih, besarnya sama, beratnya sama, dari luar semuanya tampak sama. Saat kita berikan pada tukang emas, untuk mengecek kadarnya berapa, karatnya berapa, barulah ketahuan, walaupun dari luar tampak semuanya sama, tapi waktu diperiksa karatnya ternyata cincin yang satu karatnya 18, sementara yang satu karatnya 24. Lebih mahal mana? Yang 18 dan 24? Tentu yang 24 karat!

Jadi dari luar tidak kelihatan, tapi waktu diperiksa, ternyata kelihatan. Demikian juga yang Tuhan katakan pada jemaat Efesus.

Ilustrasi lain. Satu waktu saya pergi ke toko untuk membeli kain jas. Saya tanya ke penjualnya, "Ini kain bagus, dari wol ya?" Ternyata dia bilang, "Kain ini sepertinya bagus, tapi sebetulnya bukan kualitas nomor 1." Tahu dari mana? Dia potong sedikit, lalu dibakar di atas api, ternyata ada bau seperti plastik terbakar, jadi ini tidak 100% wol. Lalu dia potong kain yang 100% wol, dan waktu dibakar, baunya benar-benar wol. Model boleh sama, bahkan saya tertarik dengan model yang sepertinya bagus itu tapi bukan 100% wol.

Demikian juga, kita seringkali melihat dari luar, tapi Tuhan lihat bagaimana kualitas kita. Jemaat Efesus itu luar biasa, tapi Tuhan lihat kualitas mereka, sehingga datanglah peringatan kepada jemaat Efesus, juga bagi Saudara dan saya: Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. (Wahyu 2:4)

Siapa yang pernah jatuh cinta? Setiap pribadi Saudara dan saya pasti pernah mengalami kasih mula-mula ketika bertemu Tuhan Yesus. Mari flash back kembali apa yang Saudara alami waktu pertama bertemu Tuhan Yesus. Apa yang Saudara perbuat bagi Dia? Mungkin 10, 15, 20 tahun lalu. Coba ingat kembali, hal apa yang Saudara lakukan dalam hidup Saudara pribadi waktu baca Firman Tuhan, berdoa, beribadah, rasanya begitu bergairah. Api berkobar-kobar, begitu semangat, rohnya menyala-nyala luar biasa. Tidak disuruh pun kita baca Firman Tuhan, tidak perlu didorong-dorong pun kita lakukan.

Sekarang bagaimana? Ini koreksi buat saya juga. Apakah kita masih punya spirit seperti itu? Kalau direnungkan, kenapa kita kehilangan kasih mula-mula?

  • Pertama, karena kita sudah nyaman. Semua sudah beres, rumah tangga beres, pelayanan beres, segala sesuatu pekerjaan beres. Sehingga kita merasa nyaman, ada di zona nyaman. Akibatnya kita merasa tidak perlu lagi Tuhan Yesus. Kita merasa, "Saya toh sudah diberkati."
  • Kedua, karena cinta akan dunia. Dunia sudah menarik kita dengan segala kenikmatan sehingga kita kehilangan cinta yang mula-mula pada Yesus.
  • Ketiga, karena sudah jenuh. Ada suatu rutinitas sehingga kita jenuh
  • Keempat, ada luka hati, kekecewaan, kepahitan dalam hidup kita.

Mari renungkan. Saya pribadi sudah merenungkan kembali apa yang menjadi kasih mula-mula saya waktu saya pertama kali bertemu Tuhan Yesus. Dan saya mau kasih mula-mula itu kembali berkobar dalam hidup Saudara dan saya, supaya kita terus diberkati oleh Tuhan.

#3 Bertobat dan lakukan kembali

Wahyu 2:5, Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Bertobat itu ada dua. Bertobat pikiran dan bertobat perbuatan, repent dan converted.

Sering kali kita bertobat hanya pikiran saja. Ketika dibagikan Firman Tuhan, Saudara tertempelak, "Aku harus bertobat," tapi itu sekedar hanya di pikiran. Pagi ini, kita bukan hanya bertobat dalam pikiran kita, tapi mulai ungkapkan dengan perbuatan kita. Kembali 180 derajat supaya kita diberkati oleh Tuhan. Tuhan bilang, lakukan kembali!

Dulu kita rajin berdoa, dulu kita rajin baca Firman Tuhan, dulu kita rajin melakukan Firman Tuhan, dulu kita rajin memberikan persembahan, persepuluhan, dulu kita komitmen melakukan pelayanan, kenapa sekarang tidak? Kembali lakukan apa yang dulu kamu lakukan! Mari kita lakukan supaya kita diberkati oleh Tuhan. Kalau kita tidak bertobat dan kembali melakukan apa yang dulu kita lakukan, Tuhan katakan, Aku akan mengambil kaki dianmu.

Saudara, zaman dulu tidak ada lampu petromaks, apalagi neon. Dulu memakai kaki dian, ada yang lilinnya tujuh, satu di tengah dan tiga di kanan-kiri. Ada yang lilinnya sembilan, satu di tengah dan empat di kanan-kiri. Jadi waktu masuk ruangan gelap, kita bawa kaki dian dan ruangannya menjadi terang. Kita berjalan di dalam ruangan tidak tersandung karena ada kaki dian. Tuhan katakan, kalau kita tidak bertobat, dan bukan cukup hanya bertobat tapi kembali pada apa yang kita lakukan dulu waktu pertama kali bertemu Yesus, maka Tuhan akan ambil kaki dian itu. Berarti perjalanan hidup kita ke depan, kalau kita tidak lakukan, maka perjalanan kita akan jadi gelap!

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini menjadi peringatan untuk Saudara dan saya. Kita bersyukur, saya diingatkan Tuhan, kita semua diingatkan Tuhan, supaya tidak ada yang binasa tapi kita semua bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus.

Penutup

Mari kembali kepada apa yang Tuhan sudah ingatkan kepada kita, bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula! Waktu diingatkan akan hal ini, jangan mengeraskan hati, tapi kita mau merendahkan hati dan kembali kepada kasih yang mula-mula, bukan hanya dalam pikiran tapi dalam langkah-langkah hidup kita supaya hidup kita benar-benar diselamatkan oleh Tuhan.

Saudara, kita diingatkan Tuhan bahwa hari-hari ini banyak "buaya" di dunia, di sekitar kita banyak "buaya". Saudara hati-hati, jangan sampai kita ditelan oleh "buaya-buaya" itu. Orang Kristen itu terbang tinggi, kita ada di atas, jangan lagi turun ke bawah. Sebagai rajawali-rajawali sorgawi, Saudara harus terbang makin tinggi dan makin tinggi.

Tuhan ingatkan sekali lagi,

  • Hidup Saudara dan saya ada di tangan Tuhan. Dia kontrol hidup kita, pekerjaan, jerih payah, kesabaran, langkah-langkah kita pada hari-hari ini. Kita dikontrol dan diperiksa Tuhan. Mari, kita periksa hidup kita,
  • Dia menegur kita, Dia tegur saya dan Saudara, kita sudah meninggalkan kasih yang mula-mula begitu jauh. Saya sudah meninggalkan, Saudara mungkin sudah meninggalkan jauh, Tuhan ingatkan yang ketiga,
  • Bertobat, lakukan apa yang dulu kita lakukan waktu kita bertemu dengan Dia, supaya kaki dian itu tidak diambil dari kita.

Tuhan Yesus memberkati.