Gada-Mu dan tongkat-Mu (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom dan selamat pagi semua buat kita, di mana pun Saudara boleh berada pada pagi hari ini. Sejak awal dari bulan November tahun 2021, ada kurang lebih 16 cabang kita melakukan uji coba untuk melakukan ibadah secara on site. Kita baru mencoba untuk para pelayan jemaat saja lebih dahulu, dengan maksud supaya kita membiasakan lebih dahulu hal-hal apa yang perlu evaluasi. Supaya satu kali kelak apabila suasana kita menjadi lebih baik tentu kita juga akan membuka bagi jemaat-jemaat yang ada. Saya percaya setiap jemaat dan pengerja yang belum ikut tetap ada di dalam satu semangat yang luar biasa.

Baik hari ini kita mengambil satu tema yaitu Gada-Mu dan Tongkat-Mu. Diambil dari Mazmur 23:4,

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Saudara jika Saudara bertanya mengapa harus ada gada dan tongkat Tuhan? Seorang gembala yang menggembalakan kawanan domba, pada waktu menggembalakan kawanan domba yang dilakukan adalah dia membawa senjata. Ada dua macam senjata, senjata yang pertama adalah gada dan senjata yang kedua adalah tongkat.

Gada: Penyertaan Tuhan

Pada waktu Daud menghadapi Goliat dia bercerita kepada Saul dan kakak-kakaknya, bagaimana waktu dia dipercaya untuk menggembalakan kawanan domba, dia katakan pada waktu ada harimau dan beruang datang, ada binatang buas datang, dia pukul mereka dengan gada. Gada kurang lebih tingginya sekitar 50-75 cm, ujungnya itu agak gemuk, bawahnya itu agak runcing.

Saudara makna daripada gada adalah Tuhan menyertai kita. Tuhan ada di pihak kita. Jadi waktu Daud menghadapi Goliat dia dengan penuh percaya diri bahwa dia pasti akan memenangkan pertandingan dan peperangan ini melawan Goliat yang begitu besar, karena dia tahu Tuhan menyertai dia. Sehingga waktu dia datang kepada Goliat dia katakan “Dalam Nama Tuhan Semesta Alam aku menghampiri engkau.” Jadi dia maju, lalu dia lakukan sesuatu yang begitu dahsyat dan kita tahu satu batu kecil menjatuhkan satu raksasa yang begitu besar. Karena Allah ada di pihak kita.

Roma 8:31b,

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Saudara, tanggal 3 November 2021, kita mulai melaksanakan pembangunan Grha Amal Kasih, jadi kita mulai untuk tiang pancang yang pertama. Memang semua dokumen-dokumen sudah dipersiapkan secara legal dari pemerintah Kota Bogor. Saudara, sejak kita mengurus perizinan seluruh panitia dan saya mau menceritakan bagaimana kesaksian-kesaksian luar biasa yang Tuhan kerjakan. Tuhan dapat pakai orang-orang yang sama sekali kita tidak duga dapat menolong kita. Bahkan pengelola Danau Bogor Raya katakan, dia heran bagaimana perijinan ini untuk Grha Amal Kasih begitu cepat. Kita percaya hal itu terjadi karena Tuhan ada di pihak kita.

Saudara dikasihi Tuhan, jika Saudara dan saya mau mengalami kemenangan seperti Daud mengalami kemenangan kepada Goliat maka kita harus yakin dan kita harus menetapkan terus menerus bahwa Tuhan itu ada di pihak kita. Lalu ada yang bertanya “Pak apakah Tuhan dapat meninggalkan dan tidak berpihak kepada kita?” Oh, sangat bisa, ada ayatnya.

Yesaya 59:1-2,

Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Jadi yang membuat Allah tidak berpihak kepada kita, meninggalkan kita, sehingga kita mengalami kekalahan, sehingga keluarga kita mungkin mengalami kehancuran, kegagalan-kegagalan di dalam berbagai hal perlu kita sadari, mungkin ada sesuatu di dalam hidup kita yang salah dan belum kita selesaikan. Pagi ini saya ajak, jika ada banyak kekalahan yang kita hadapi, kita perlu kembali lagi introspeksi di dalam hidup kita apakah ada sesuatu yang belum kita selesaikan di hadapan Tuhan. Di tengah-tengah goncangan yang ada, jika Saudara ingin disertai oleh gada dan tongkat Tuhan, saya ajak kita semua termasuk saya kita perlu introspeksi hati kita dan langkah-langkah kita supaya kita mengalami kemenangan yang gilang gemilang, karena Tuhan beserta dengan kita.

Tongkat: Kasih dan didikan Tuhan

Lalu hal yang kedua, tongkat, tingginya sekitar 150 cm sampai 175 cm, lalu ujungnya melengkung. Tongkat ini berbicara mengenai mengasihi dan mendidik. Saya mau cerita bagaimana kebiasaan gembala-gembala di tanah perjanjian. Jadi jika ada seseorang dia punya kawanan domba yang harus digembalakan, maka setiap pagi dia buka pintu dan membawa domba keluar. Domba tidak tahu jalan, dibawa keluar kepada padang rumput yang hijau, lalu ditinggalkan di padang rumput yang hijau. Nanti menjelang sore, gembala datang lagi sambil mengawasi dari jauh kawanan domba yang tadi, dia membawa kembali domba ini ke kandangnya. Itu gambaran dari setiap Saudara dan saya. Kita adalah domba-domba-Nya Tuhan, kita tidak tahu jalan. Sehingga setiap pagi menjadi doa saya, dari:

Mazmur 25:4-5,

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Ini menjadi doa saya, apa yang harus aku pikirkan, apa yang harus aku perbuat, apa yang harus ada di dalam hati, apa yang harus aku lihat, apa yang harus aku dengar, Tuhan tunjukkan. Ini menjadi sesuatu yang kita perlukan setiap hari. Saudara yang dikasihi Tuhan, sore hari dia bawa pulang domba-domba, lalu sebelum masuk kandang tentu harus dicek apakah domba-domba ini lengkap. Jadi dia mulai hitung satu per satu, digunakan tongkat tadi yang ujungnya melengkung untuk menghitung setiap domba dan waktu dia menghitung, dia mengenakkan di leher pundak dari dombanya, dan luar biasa pada waktu dia mengalami sentuhan dari gembalanya, dihitung, domba ini merasa nyaman, merasa diperhatikan oleh gembala, merasa dikasihi oleh gembala. Saudara setiap pagi Tuhan mau untuk mengurapi setiap kita. Setiap pagi Dia mau mulai untuk memberikan kasih-Nya kepada kita, bahkan sepanjang hari 24 jam. Saya mau sampaikan kepada Saudara, biarpun dalam lembah kekelaman sekalipun, di tengah-tengah goncangan yang hari-hari ini kita semua alami, apapun juga, mungkin ekonomi, mungkin sakit penyakit, apapun juga, Tuhan Mau katakan kepada kita satu hal, Dia tetap mengasihi setiap kita.

Jadi jangan pernah ragukan kasih dari pada Tuhan, Dia tetap mengasihi Saudara dan saya. Seringkali kita justru mulai menjauh dari pada Tuhan. Waktu dihitung dombanya ternyata kurang. Jadi gembala ini mencari domba yang kurang, keliling padang rumput, ternyata ketemu terperosok di satu lobang. Lalu dengan tongkat setengah lingkaran domba ini diangkat, diselamatkan oleh gembala, dibawa pulang. Tapi domba ini ternyata domba yang nakal, jadi pagi dilepas lagi dia pergi lagi dari kawanan domba yang lain dan itu terjadi berulang-ulang, sudah ditegur sama gembala, tapi dia tetap lari. Saudara, akhirnya ini gembala harus melakukan sesuatu agar domba ini tetap ada di dalam kehidupan daripada kawanan domba. Apa yang dia lakukan, dia siapkan satu potong kayu, dan lalu dia mulai mengambil kain untuk membebat, singkat cerita dengan hati yang begitu berat dan hancur, dia patahkan salah satu kaki dari pada domba ini. Sakitnya luar biasa untuk domba ini, jika dia dapat berteriak, mungkin panjang teriakannya. Tapi jauh lebih sakit gembalanya yang lakukan hal itu, tapi dia tahu ini demi kebaikan daripada dombanya, lalu dipasang kayu itu dan dibebat. Jika domba ini sakit tidak dapat jalan, mau tidak mau dia harus digendong oleh gembala, satu waktu dia sudah mulai sembuh lalu mulai dibuka dan dia dapat kembali berjalan normal, tapi yang luar biasa, sejak hari itu, domba ini tetap melekat kepada gembalanya.

Amsal 3:11-12,

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Ibrani 12:6-9,

Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

Saudara, siapa yang baru diproses Tuhan? Kita semua sedang diproses oleh Tuhan, jadi waktu kita mengalami hal-hal yang tidak enak. Saya mau katakan pada Saudara, itu justru bukti cinta kasih dari Tuhan yang luar biasa kepada Saudara. Saya diproses, Saudara diproses, dan pada waktu kita diproses kita meresponi sesuatu dengan benar dan baik, maka yang terjadi kita bukan makin jauh tapi makin melekat dan bergantung pada Tuhan. Ayo di tengah-tengah goncangan yang ada, apapun yang Saudara alami pada hari-hari ini, saya mau katakan Dia tetap mengasihi kita, dan Dia Allah yang sangat baik, supaya dengan satu maksud, Dia tidak kehilangan Saudara, tetapi di kala sangkakala dibunyikan, dan Dia menunggu kita di awan-awan yang permai, kita semua pasti diangkat dan bertemu dengan Tuhan.

Penutup

Baik Saudara yang dikasihi Tuhan, ayat yang paling akhir mengingatkan kepada kita,

Mazmur 23:4,

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Gada berbicara mengenai Tuhan ada di pihak kita, Dia bela kita, Dia lindungi kita, tetapi ada tongkat berbicara mengenai Dia sangat mengasihi kita tetapi Dia juga mau mendidik setiap Saudara dan saya, supaya kita makin melekat kepada Tuhan. Amin. (MGT)

Video