Entering the new season (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom dan selamat pagi, pasti semua sehat dan on fire!

Hari ini kita sama-sama mau mendengarkan Pesan Tuhan, tema hari ini adalah Entering the new season. Kita ada dalam tahun 2021, apa yang Tuhan ingatkan kepada kita supaya kita terus ada dalam kebenaran Firman Tuhan? Supaya kita tetap diberkati dalam segala perkara?

Pengkhotbah 3:1,

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Waktu kita masuk dalam musim hujan, tentu kita siap-siap, kita persiapkan payung, genteng rumah yang bocor diperbaiki, jas hujan disiapkan. Ada ungkapan berkata, sedia payung sebelum hujan. Segala kebutuhan kita masuk ke dalam musim hujan, kita persiapkan.

Kita juga masuk dalam musim yang baru pada tahun 2021. Bapa Rohani kita, Pak Niko, memberikan satu tema yang luar biasa: Tahun Integritas. Bukan kebetulan, ternyata Sinode GBI juga memiliki satu tema yang sama artinya: Tahun Membangun Karakter Tuhan. Sesuatu yang klop antara tema yang diberikan Bapa Rohani kita dengan Sinode.

Saya mau katakan, ada bagian yang harus Saudara dan saya lakukan, ada bagian yang Tuhan lakukan. Ada yang harus kita lakukan agar Tuhan melakukan bagian kita. Karena apa? Karena Tuhan pasti setia dengan janji-janji-Nya, asal kita juga lakukan bagian kita.

Mari sama-sama kita belajar sesuatu dari ayat-ayat yang ada.

Matius 9:16-17,

Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur.
Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Saya punya celana yang sudah 30 tahun umurnya, bahannya sudah lapuk. Eh waktu saya jalan-jalan, nyangkut kena paku dan robeklah. Saya pun cari sepotong kain, pergi ke tukang jahit untuk meminta kain yang robek itu dijahitkan dengan kain yang baru. Selesai, saya pun bawa pulang, suruh pembantu cuci. Ternyata robeknya bukan tambah kecil, tapi tambah besar! Ternyata kain yang baru menyusut dan akhirnya merusak robekan yang sudah ada, bahkan tambah besar.

Dari ayat ini ada banyak pengertian rohani yang Tuhan sediakan bagi kita.

#1 Turutilah segala perintah Tuhan

Pertama Tuhan berkata kepada kita: Turutilah segala perintah Tuhan.

Dulu itu kita kalau mau turuti perintah Tuhan, kita itu pilih-pilih. Mana yang cocok buat kita. Kalau berkat, kita mau. Tapi kadang kita lupa, kita suka mau berkat Tuhan saja, Mazmur 1:3 katakan kita akan berhasil, itu saja yang kita ingat. Padahal, ada bagian-bagian yang harus kita lakukan dari ayat pertama dan kedua. Tapi kita milih yang enak-enak saja. Semakin kita mengerti Firman Tuhan, yang ngga enak pun yang rasanya kita ngga bisa lakukan, Tuhan justru mau di dalam Tahun Integritas ini, enak tidak enak Firman Tuhan itu, kita harus lakukan.

Pak Niko katakan, hanya orang-orang yang memiliki integritas yang akan bertemu dengan Tuhan. Jadilah orang-orang yang berintegritas! Hanya orang-orang yang berintegritas yang memiliki karakter Kristus, dan akan diberkati Tuhan di masa-masa ini, akan tetap dipelihara dan dilindungi Tuhan.

Ada satu cerita yang menarik dari Matius 19:16,

Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"

Orang muda yang kaya ini tanya sama Tuhan, apa yang harus saya lakukan supaya mendapat hidup yang kekal? Semua kita juga pasti mau memperoleh hidup yang kekal. Amin!

Lalu apa yang dijawab Yesus? Matius 19:17,

Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."

Turutilah segala perintah Allah! Ini menjadi pesan bagi kita agar kita memiliki hidup yang sempurna, supaya kita bertemu Tuhan, ada dalam perlindungan, berkat-berkat rohani, jasmani, sepanjang tahun 2021.

Tuhan katakan pada orang muda ini, apa yang harus saya lakukan? Kamu jangan berzinah, jangan berdusta, jangan mencuri, hormati orang tuamu. Itu semua sudah saya lakukan Tuhan. Tapi Tuhan bilang begini, kalau kamu mau memiliki hidup yang sempurna, juallah semua hartamu dan ikutlah Aku. Waktu dengar apa yang Tuhan suruh, anak muda itu ngeloyor pergi. Rupanya dia terikat pada kekayaannya, harta yang banyak.

Di tengah-tengah pandemi, justru Tuhan ajak kita, ayo, ada bagian yang harus kita lakukan, membawa segala persembahan kepada Tuhan. Senantiasa saat kita dengar Maleakhi 3:10, tingkap-tingkap langit dibuka, tapi ada bagian yang harus kita lakukan sebelumnya, bawalah seluruh persembahan, persepuluhan. Kita tetap menabur di tengah pandemi ini, di tengah pandemi ini kita harus tetap menabur.

Saya mau ajak semua jemaat di tengah-tengah pandemi yang ada, justru kita tetap diminta Tuhan untuk menabur. Ishak waktu menghadapi kelaparan yang luar biasa, Tuhan suruh tetap menabur. Hukum Tuhan, Firman Tuhan itu paradoks. Berbeda dengan apa yang terjadi di hukum dunia. Kita justru hari-hari ini ditantang oleh Tuhan, ayo di tengah pandemi tetap menabur, bukan hanya keuangan, tapi juga kasih, perhatian, banyak yang bisa kita tabur hari-hari ini.

Tuhan cuma pesan, satu bagian yang kita lakukan, yang lain jangan diabaikan, lakukan supaya digenapilah semua janji Tuhan bahwa tahun 2021 pasti adalah tahun yang jauh lebih baik, karena kita masuk ke dalam satu musim yang baru.

#2 Kantong yang baru

Matius 9: 17,

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Zaman dulu belum ada botol plastik atau kaca, tapi pakai kantong dari kulit binatang. Lama-lama jadi kering, ciut, lama-lama jadi pecah-pecah. Kalau anggurnya habis, lalu Saudara masukkan anggur yang baru yang masih berfermentasi, masih mengembang, maka akan meledak dan bocorlah kantongnya. Bagaimana cara memperbaiki kantongnya? Macam-macam, ini juga memiliki pengertian rohani yang banyak. Tapi satu hal saja, Tuhan pesankan kepada kita, ayo ganti dengan kantong yang baru!

Ada seorang penulis buku yang lahir di tahun 1904, Basilea Schlink. Hamba Tuhan ini menyelidiki apa sih yang membuat orang-orang percaya, Hamba-Hamba Tuhan jatuh di dalam dosa. Dosa apa saja? Dia survei dan dia bukukan. Ternyata ada 40 dosa yang membuat orang-orang percaya jatuh. Dari 40 itu, diselidiki lebih jauh lagi, ada satu muaranya, atau bisa dikatakan biangnya, yaitu dari 1 Yohanes 2:15-17,

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Ternyata ada 3 biang dosa dari keempat puluh dosa itu yaitu:

  • Keinginan daging
    Tuhan minta matikan keinginan daging, hancurkan emosi kita. Mintalah tuntunan Tuhan, kita perlu lebih tanya pada Tuhan, lebih peka lagi pada Tuhan pada tahun 2021, di musim yang baru ini, musim di mana kita adalah orang-orang yang berintegritas.
  • Keinginan mata
    Kalau mata kita terang, maka teranglah seluruh tubuh kita. Dan sebaliknya, kalau mata kita gelap, maka gelaplah seluruh tubuh kita. Berdasarkan medis, 83% informasi ke otak itu masuk melalui mata kita. Jaga mata kita semua!
  • Keangkuhan hidup
    Ini merasa diri paling hebat, paling benar. Sehingga kita tidak mau memaafkan orang.

Tuhan mau kita lakukan semua apa yang Tuhan suruh. Lakukan dengan sungguh-sungguh. Dan kalau kita mau mendapatkan anggur yang baru, berkat yang baru, pemulihan yang baru, kesehatan yang baru, gantilah kantong kita, supaya kita sekalian menerima anggur yang baru di dalam musim yang baru.

Amin!