Bersiap untuk perkara besar

Dari GBI Danau Bogor Raya

Langsung ke: navigasi, cari
Bersiap untuk perkara besar
Logo profetik.png
Devosi
Periode26 Agustus-01 September 2013
Sebelumnya
Selanjutnya

Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari Tuhan. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada Tuhan. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari Tuhan. (2 Tawarikh 20:1-4)

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Baru Yahudi–Ayin Dalet 5774 yang jatuh pada tanggal 4 September 2013. Adapun bulan yang terakhir dalam kalender Yahudi sebelum memasuki tahun yang baru adalah bulan Elul. Elul merupakan bulan persiapan sebelum orang-orang Yahudi memasuki Tahun Baru (Rosh Hashanah) dan 10 hari yang mengagumkan (Ten Days of Awe–yaitu 10 hari antara Rosh Hashanah dan Yom Kippur, hari-hari di mana orang Yahudi berdoa kepada Tuhan untuk diampuni dosa-dosa mereka, dan nama mereka ditulis dalam Kitab Kehidupan untuk tahun selanjutnya).

Elul berarti “search” atau menyelidiki. Ini menjadi masa-masa yang penting untuk seseorang memeriksa dirinya/instropeksi dan berbalik dari jalan-jalannya yang salah dan mendekat kepada Tuhan, sebagai persiapan memasuki 10 Days of Awe tersebut.

Secara profetik hal ini merupakan sesuatu yang penting sekali, mengingat Rosh Hashanah atau hari raya Peniupan Sangkakala adalah lambang/gambaran profetik dari pengangkatan orang-orang percaya bertemu dengan Tuhan Yesus di awan-awan yang permai. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri sungguh-sungguh agar kedapatan tidak bercacat dan bercela di hadapan -Nya (1 Petrus 3:14).

Ke depan ini keadaan dunia tidak semakin baik. Malahan keadaan dunia akan semakin buruk dan semakin jahat (2 Timotius 3:1-9). Orang-orang semakin serakah dan mementingkan diri sendiri. Kejahatan dan kedurhakaan juga semakin bertambah. Dunia dibuat semakin terbiasa dengan keberadaan Lesbian-Gay-Bisexual-Transgender (LGBT), dan sebagainya. Kalau begitu apa yang harus dilakukan oleh Gereja Tuhan hari-hari ini?

Saya mendapatkan keadaan yang sedang kita hadapi serupa/dapat digambarkan seperti apa yang dialami oleh raja Yosafat dalam 2 Tawarikh 20 pada waktu itu. Sepertinya serba sulit. Berbagai kondisi di tanah air menghimpit kita. Mulai dari persoalan keamanan dan politik dalam menghadapi Pemilu 2014, degradasi moral yang semakin memprihatinkan (seperti permasalahan LGBT, tingkat kekerasan di masyarakat yang bertambah sadis, narkotika dan sebagainya). Tidak ada jalan lain. Semuanya harus dimulai dari Gereja Tuhan! Gereja Tuhan harus merendahkan diri, berbalik dari jalan-jalannya yang salah (teshuvah) dan mencari wajah Tuhan (karena ke depan ini peperangan rohaninya tidak main-main).

Kalau kita tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat dan mencari wajah Tuhan, maka kita akan powerless–kita tidak akan memiliki otoritas dan kekuatan untuk memukul mundur dan meruntuhkan gelombang kekuatan dari kerajaan kegelapan (Yakobus 4:7).

Dalam kisah 2 Tawarikh 20 kita membaca, ketika raja Yosafat beserta seluruh rakyat Yehuda merendahkan diri di hadapan Tuhan, maka saat mereka maju untuk berperang, menaikkan puji-pujian bagi Tuhan, Tuhan-lah yang membuat penghadangan terhadap musuh-musuh mereka. Musuh-musuh mereka dibuat saling menyerang satu sama lain dan hancur kocar-kacir, dan orang-orang Israel tinggal menjarah tiga hari tiga malam lamanya. Tuhan yang berperang ganti mereka.

Sama halnya dengan kita, saya merasakan di tahun ke depan ini ada peperangan yang sangat dahsyat dan Tuhan pun mau membuat perkara yang sangat dahsyat. Berbagai terobosan dan kemenangan akan kita saksikan di dalam kehidupan kita, di bangsa kita dan di bangsa-bangsa. Tapi Ia mau kita sungguh-sungguh terlebih dulu mempersiapkan hidup kita. Ia mau kita masuk di dalam level kekudusan yang semakin tinggi (menjadi serupa dengan Kristus) dan bersandar 100% kepada-Nya (salah satu pengertian dari pada Dalet adalah menjadi “miskin” di hadapan Tuhan). Pada waktu kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, maka kita akan melihat perkara besar seperti yang dialami Yosafat akan terjadi. PENUAIAN JIWA-JIWA 1 MILLIAR JIWA PASTI TERJADI. Tuhan Yesus Memberkati.

Sumber